Ditulis oleh 8:04 am COVID-19

20 Mei Menghancurkan Covid 19

Kebangkitan masyarakat merupakan prasyarat utama karena di dalamnya mengandung kekuatan yang besar untuk dapat memusnahkan Covid-19. Sehingga dapat menyuarakan slogan “rakyat sehat negara kuat”

Sampai dengan saat ini yang terpapar Covid 19 sudah mencapai angka 16 ribu lebih dan yang meninggal 100 jiwa lebih. Setiap harinya angka tersebut akan bertambah sehingga mencapai puncaknya dan kemudian stagnan dilanjutkan penurunan jumlahnya, Berapa angka puncak yang disyaratkan belum bisa diprediksikan, apakah 20 ribu lebih atau kurang dari itu. Yang harus menjadi perhatian adalah karakter Covid 19 itu sendiri, bagaimana penyebarannya melalui hubungan antar manusia. Rata-rata penderita tertular oleh penderita lainnya baik langsung maupun melalui media perantara. Penyebaran Covid 19 tidak sepertinya deret tambah tetapi sudah masuk pada karakter deret hitung. Bahkan bisa lebih cepat sebarannya apabila dibiarkan begitu saja tanpa upaya untuk membendungnya atau memusnahkannya.

Pandemi Covid 19 adalah tanggung jawab semua pihak, tidak hanya mengandalkan satu pihak yang dalam hal ini pemerintah misalnya. Sebaigamana 20 Mei adalah kebangkitan nasional, adalah momentum yang tepat untuk menghadirkan kembali kebangkitan untuk memusnahkan Rapid 19, karena dengan kebangkitan nasional dapat diartikan untuk menyusun kekuatan nasional secara terencana dan sistematis. Apabila dibandingkan antara jumlah yang terpapar dengan jumlah penduduk memang sangat kecil, sehingga masih optimis untuk menyusun kekuatan-kekuatan yang lebih hebat daripada ganasnya Covid-19. Persoalannya adalah bagaimana metode yang harus digunakan, agar dengan cepat atau tepat, Covid-19 tidak berubah menjadi monster yang tidak terkendali. Tetapi secara bertahap akan menjadi lumpuh dan pada akhirnya mengalami kemusnahan sehingga masyarakat akan menjadi aman dan tenang dalam menjalani aktivitasnya.

Walaupun Pemerintah telah menetapkan Pembatasan Sosial Sekala Besar (PSBB) namun tidak akan efektif apabila tidak didukung oleh pemerintahan provinsi, kabupaten/kota yang bahkan sampai pada tingkat desa/kelurahan yang kemudian dilanjutkan pada tingkat Rukun Tetangga (RT). Semua tingkat pemerintahan telah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk pengadaan fasilitas dan perlengkapan. Ditambah Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan lainnya untuk mendukung kebutuhan hidup khususnya pangan. Tidak terkecuali desa yang mampu telah menganggarkan sampai milyaran untuk kepentingan hal ini. Demikian adalah mengingat bahwa tidak sedikit warga masyarakat yang dikarenakan wabah Covid 19 menjadi kehilangan mata pencaharian sehingga tidak mempunyai penghasilan. Terutama para pekerja harian lepas pada masyarakat bawah dan juga yang terkena PHK dan pengusaha kecil yang sepi konsumen.

Yang seharusnya menjadi perhatian adalah bagaimana masyarakat dapat memahami bahwa Covid-19 adalah sangat membahayakan sehingga mengancam kehidupan seseorang. Sehingga tidak menganggap remeh atau enteng, agar dapat bersikap dan berpikir secara rasional karena Covid-19 tidak punya atau pilih-pilih terhadap orang. Dengan demikian dapat membangkitkan upaya secara sungguh-sungguh agar bagaimana usaha untuk dapat memusnahkan Covid-19. Sehingga terhindar dari ancaman yang menakutkan terhadap resiko mengganasnya Covid 19 yang dapat mengacaukan tatanan kehidupan. Walaupun jumlah penderita yang sembuh perbandingannya semakin bertambah besar daripada yang meninggal, bukan berarti Covid 19 menunjukkan semakin lemahnya kekuatan atau resiko medis terhadap masyarakat. Tidaklah mudah untuk mendeteksi begitu saja tanda-tanda terpapar Covid-19. Banyak orang yang terpapar tetapi tidak menunjukkan gejala atau disebut Orang Tanpa Gejala (OTG). Beberapa mekanisme yang dilakukan untuk menghancurkan Covid 19 adalah:

Mekanisme pertahanan

Mengingat bahwa sampai dengan saat ini belum ditemukan vaksin untuk Covid-19 yang benar-benar diakui secara medis. Dan banyaknya macam gangguan medis pada pasien yang tidak hanya menyerang paru-paru tetapi organ tubuh lainnya yang vital seperti jantung dan ginjal. Perlu upaya orang perorang untuk memelihara kesehatan secara optimal sehingga asupan gizi menjadi penting. Termasuk olahraga seperlunya dan menjaga agar tubuh tidak mengalami kelelahan yang berlebih. Faktor psikologis juga punya peran penting agar tidak terlalu pesimis sehingga menurunkan daya tahan. Atau sebaliknya terlalu optimis sehingga terlalu percaya diri yang mengakibatkan sikap kurangnya berhati-hati, tetapi disikapi secara rasional dan realistis. Dengan demikian imunitas tubuh akan mencapai tingkatan yang optimal untuk menghadapi serangan Covid-19. Secara mekanistis apabila Covid-19 masuk ke tubuh maka tubuh akan bereaksi untuk melawannya.

Mekanisme penyerangan

Dalam hal ini merupakan upaya untuk memberantas Covid-19 dengan menyemprot tempat dan ruangan menggunakan disinfektan. Terutama pada benda-benda yang sering disentuh atau tempat-tempat yang memungkinkan Covid-19 menempel atau bersarang. Mekanisme ini seharusnya dilakukan secara sporadis sehingga virus yang menempel pada benda dapat dimatikan. Juga penyemprotan pada ruang terbuka dan fasilitas publik yang dilakukan secara berkala untuk memastikan agar terbentuk kawasan yang steril. Tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan kebiasaan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun. Khususnya bagian telapak tangan, karena permukaan tangan yang berupa garis-garis sidik jari merupakan tempat yang ideal bagi Covid-19 dibandingkan permukaan kulit yang lainnya.

Mekanisme penghindaran

Dalam mekanisme ini merupakan suatu upaya untuk menghindari agar tidak terjadi penularan terhadap individu lainnya. Mengisolasi diri merupakan salah satu bentuk mekanisme ini termasuk yang paling penting adalah menghindari kerumunan dan sentuhan fisik. Dimaksudkan agar agar penularan dapat dicegah dengan mengatur jarak, mekanisme ini yang nampaknya tidak mudah untuk direalisasikan dan dipatuhi oleh semua masyarakat dengan alasan tertentu. Dengan demikian zona pandemi akan dapat dikontrol agar tidak menjadi lebih luas. Dapat dibayangkan apa yang akan terjadi apabila mekanisme ini diabaikan oleh masyarakat sehingga transmisi lokal akan lebih bertambah dan sulit untuk diukur. Kasus karyawan salah satu pabrik rokok dan toko swalayan yang ternyata menjadi transmisi lokal sangat mengejutkan, karena keduanya merupakan kegiatan yang bersifat massal sehingga harus dilakukan rapid test besar-besaran. Apabila mekanisme ini tidak dapat diberlakukan secara efektif maka kesulitan besar akan dihadapi oleh bangsa ini. Tidak mudah untuk memprediksi kapan makhluk yang disebut Covid 19 itu akan musnah sehingga tidak ada batas waktu yang terukur.

Aspek resiko

Apabila ketiga mekanisme tersebut tidak dipatuhi sehingga tidak efektif maka akan mengakibatkan resiko tidak terbatas, mengingat bahwa untuk menangani pasien yang selalu bertambah memerlukan fasilitas dan tenaga medis yan tidak sedikit. Yang harus dipertimbangkan secara manusiawi adalah situasi psikologis para tenaga medis agar tidak mengalami kelelahan dan keputusasaan dalam bertugas. Apalagi dengan keterbatasan perlengkapan yang seharusnya dimiliki seperti Alat Pelindung Diri (APD). Mereka juga adalah manusia biasa yang apabila dihadapkan pada situasi yang tidak terukur maka rasa lelah dan jenuh akan dapat dialami. Mereka telah bekerja tanpa kenal waktu tapi seolah pekerjaan semakin memberatkan tak pernah usai. Belum faktor kemungkinan lain bahwa mereka menghadapi resiko dapat tertular. Sungguh tanggung jawab moral yang tidak ringan karena mereka juga punya keluarga yang juga terbebani akan kemungkinan resiko yang dapat dialaminya.

Resiko yang lain adalah pada aspek ekonomi. Banyak yang mengalami kehilangan pekerjaan sehingga tidak punya penghasilan. Hal ini telah dipahami oleh pemerintah sehingga mengalokasikan dana yang tidak sedikit untuk diwujudkan dalam bentuk bantuan pangan maupun tunai. Perubahan anggaran dilakukan secara besar-besaran yang sebelumnya sudah dianggarkan untuk kegiatan yang lain. Belum lagi dari sektor pandapatan, khususnya pajak yang sudah diprediksi akan mengalami penurunan penerimaan yang signifikan. Yakni pajak pusat maupun daerah yang sebelumnya telah dirancang secara matang. Merupakan perkara yang tidak ringan bagi pemerintah dan masyarakat dengan adanya Covid-19 yang dampaknya mempengaruhi hampir semua aspek. Sudah tentu semua pihak seharusnya menyadari untuk bangkit secara bersama-sama memusnahkan Covid-19 ini dari bumi nusantara.

Semua yang telah dilakukan pemerintah tidak akan ada artinya, apabila masyarakat sendiri tidak menyadari apa yang harus dilakukan secara bersama-sama. Kebangkitan masyarakat merupakan prasyarat utama karena di dalamnya mengandung kekuatan yang besar untuk dapat memusnahkan Covid-19. Sehingga dapat menyuarakan slogan “rakyat sehat negara kuat”. Tetap bersatu padu penuh semangat dengan disertai doa upaya menghadapi Covid-19, akan mendapat kemenangan dalam waktu yang lebih singkat. Sehingga aktivitas sosial akan dapat normal bebas dari kekhawatiran atau ancaman dari makhluk yang disebut Covid-19. Bukanlah suatu impian bahwa Covid-19 akan segera musnah tetapi merupakan cita-cita bersama yang diupayakan secara bersama pula dan untuk kepentingan bersama.

(Visited 21 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 20 Mei 2020
Close