Ditulis oleh 9:00 am COVID-19

Ada Apa Dengan Pesan Politik Islam

Dengan prinsip berdasarkan geopolitik dan geostrategi Islam ialah “Rahmatan Lil Alamin” atau Rahmat bagi Alam Semesta.

Berbicara mengenai pesan politik Islam, maka ada tiga kata kunci yang harus dibahas terlebih dahulu. Pertama,  apa yang dimaksud dengan pesan?  Adapun yang dimaksud dengan pesan adalah suatu perintah dan amanat yang harus disampaikan kepada pihak lain. Dalam pengertian ini pesan memberi makna bahwa  ada suatu proses komunikasi yang harus tersampaikan kepada pihak lain. Proses komunikasi ini dapat berwujud lisan maupun tulisan. Proses komunikasi ini berlangsung dari suatu sumber, media perantara  dan penerima.  Oleh karena itu Pesan menjadi intisari suatu proses komunikasi.

Kedua, Politik adalah alokasi nilai yang mengikat masyarakat. Artinya politik bukan semata-mata persoalan kekuasaan, namun lebih penting dari itu ialah bagaimana kekuasaan digunakan. Hakikat kekuasaan adalah alokasi atau distribusi atau membagi secara  berkeadilan sumberdaya yang ada untuk kemaslahatan hidup manusia. Ketiga, Islam adalah suatu agama yang diterima oleh nabi Muhammad SAW yang mengajarkan ketauhidan atau keEsaan Tuhan, iman kepada wahyu, hari akhir dan bertanggungjawab atau amanah. Dalam pada itu, agama merupakan suatu sistem kepercayaan yang mengatur kehidupan manusia secara komprehensif-integral terhadap hubungannya dengan  Tuhan, Manusia, sesama manusia dan alam semesta.

Dengan demikian, secara sederhana politik Islam dapat dikatakan bahwa Islam yang tidak dapat dipisahkan dari persoalan sosial politik. Nilai-nilai keIslaman secara komprehensif integral menjiwai dan terealisir dalam setiap nadi kehidupan sosial politik. Dengan prinsip berdasarkan geopolitik dan geostrategi Islam ialah “Rahmatan Lil Alamin” atau Rahmat bagi Alam Semesta. Dasar geopolitik ini menggambarkan suatu karakter, watak atau prinsip utama sebagai agama yang mengayomi semua pihak dalam segala hal secara berkeadilan.  Artinya, membentuk insan berakhlak dan bermartabat, beradab dan demokratis yang insaf akan keadilan dan tanggung jawabnya terhadap  kesedjahteraan sosial masyarakat dunia menjadi tujuan utama dari politik Islam, titik berat terletak pada pembentukan karakter, watak.  

Dengan prinsip berdasarkan geopolitik dan geostrategi Islam ialah “Rahmatan Lil Alamin” atau Rahmat bagi Alam Semesta.

Prinsip dasar geopolitik  Islam  “Rahmatan Lil Alamin” ini memperlihatkan dengan jelas bahwa karakter keislaman tersebut bersifat universal yang menekankan pada pembentukan karakter manusia untuk menjadi insan kamil atau manusia seutuhya. Perlu diingat kembali bahwa agama Islam merupakan agama yang paripurna dari agama-agama sebelumnya, sehingga karakter Islam merupakan penyempurnaan dari karakter dari agama-agama terdahulu. Mengapa karakter, watak yang ditekankan dalam politik Islam? Karena Karakter adalah sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan sepanjang hayat manusia. Karakter merupakan suatu konstruksi mental yang berwujud dorongan, perasaan, naluri, dan energi dalam menanggapi kehidupan secara berkelanjutan. Karakter  kekuatan moral yang membentuk fungsi utama dari suatu tindakan manusia. Jadi dengan karakter yang tangguh suatu bangsa dapat melanjutkan secara berkesinambungan eksistensinya dalam percaturan antarbangsa di muka bumi ini.

Oleh karena itu, bagi setiap umat Islam karakter Islam ini perlu dipelajari dan kemudian dipahami dan direalisasikan dalam setiap aspek perilaku dan tindakan dalam kehidupannya di muka bumi ini. Geopolitik Islam pada hakikatnya mengatasi politik identitas dalam kehidupan sosial politik, karena geopolitik Islam bersifat universal. Hal ini dapat dilihat ketika pada masa Nabi Muhammad memimpin berdasarkan Konstitusi Madinah di daerah Yasthrib yang terdiri dari berbagai latar belakang primordial masyarakat yang berbeda. Nabi Muhammad membangun prinsip dasar geopolitik Islam  “Rahmatan Lil Alamin” yang mengatasi segala bentuk faham dan golongan, sehingga apa yang dilakukannya dalam politik Islam bersifat inklusif dan terbuka dalam masyarakat yang terbuka dengan prinsip kewarganegaraan.

Di samping itu, Islam juga memandang manusia dan alam sangat komprehensif integral yaitu Khalifah Fil Ardh yang dalam konsepsi geopolitik Islam dapat dikatakan  sebagai Khalifah Fil Ardh yang  Rahmatan Lil Alamin. Dengan demikian, geopolitik Islam bukan sebagaimana geopolitik Barat yang bersifat dan ekspansionis dan  eksploitatif yang mendominasi manusia dan alam semesta, sebagaaimana yang selama ini diajarkan, seperti dapat dilihat pada prinsip geopolitik Barat; gold, glory and  gospel. Prinsip dasar geopolitik Barat tersebut yang  melandasi praktik kolonialisme dan imperalisme bangsa-bangsa Barat, telah membuat kesengsaraan kehidupan umat manusia di belahan bumi Timur dan Selatan.

Kezaliman, ketamakan, kerakusan, keserakahan elit penguasa mengancam dan menghancurkan segalanya di muka bumi, seperti lingkungan hidup, peradaban manusia, martabat manusia, kebudayaan, demokrasi, kedaulatan negara. Manusia modern memisahkan dirinya secara sa­dar dari alam, sehingga ia dapat menguasai alam dan mengeksploitasinya secara zalim dan serakah. Kondisi ini mengancam eksistensi kemanusiaan secara global, karena pada gilirannya terjadi ketidak seimbangan ekosistem lingkungan hidup manusia (disequibrium) dan mengakibatkan terjadinya malapetaka (catastrophe) kemanusiaan global.

Sebagai mana  dunia saat ini mengalami malapetaka (catastrophe) kemanusiaan dengan adanya wabah pandemi virus Covid-19, negara-negara di belahan dunia manapun baik negara maju maupun berkembang sangat mengkhawatirkan atas keselamatan individu warga negara.

Mobilitas manusia dimuka bumi dalam kehidupan global tanpa mengenal batas negara di dunia saat ini, menyebabkan virus Covid-19 menyebar dengan begitu cepatnya antarmanusia dan antarnegara. Virus yang tidak terlihat secara kasat mata telah menyadarkan berbagai pihak dan umat manusia bahwa sesuatu yang tak terlihat tersebut dapat membunuh kelangsungan hidup umat manusia dalam waktu yang begitu singkat bahkan virus Covid-19 tidak memandang status sosial siapapun yang diserangnya baik dari kalangan elit maupun masyarakat awam. Virus Covid-19 telah memberikan dampak yang begitu besar terhadap negara-negara di dunia. Virus yang telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO ini tidak hanya berdampak pada masalah kemanusiaan, namun juga banyak persoalan lain, seperti pendidikan yang terpaksa harus diliburkan dan diganti dengan belajar di rumah, ekonomi yang akan mengalami penurunan pertumbuhannya. Dampak tersebut telah membuat terjadi transformasi dalam kehidupan umat manusia secara global.

Dalam konteks pesan politik Islam, Covid-19 ini menjadi ujian bagi umat Islam untuk meneguhkan dan membangun  kembali karakter keIslaman di tengah ancaman kemanusiaan global. Untuk itu, keuletan dan ketangguhan umat Islam untuk menjamin kelangsungan eksistensi kemanusiaan di muka bumi. Pesan geopolitik Islam manusia sebagai Khalifah Fil Ardh yang  Rahmatan Lil Alamin  merupakan suatu conditio sine qua non.

Yogya memang Istimewa

(Visited 104 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 17 Mei 2020
Close