Agama Fitrah

Agama - Khamim
Setiap manusia lahir dalam kondisi fitrah (diberi watak suka menerima ajaran agama yang benar yang mengajarkan tauhid yang mutlak). Dalam pertumbuhan jiwanya ia bergantung lingkungannya (Hadits).

Dalam Al-Quran kita jumpai penegasan-penegasan tentang unsur universalitas dan keabadian Islam yang benar-benar meyakinkan. Dan dalam waktu yang sama merupakan ciri-ciri khusus agama Islam sebagai agama pembawa rahmah.

Pertama, Islam adalah agama fitrah, yaitu agama yang sesuai dengan tuntutan pembawaan watak manusia (QS, Ar-Rum, 30: 30). Fitrah manusia adalah makhluk yang ber-Tuhan. Islam bukan agama tradisi sosial, bukan pula agama hasil pemikiran manusia. Setiap manusia lahir dalam kondisi fitrah (diberi watak suka menerima ajaran agama yang benar yang mengajarkan tauhid yang mutlak). Dalam pertumbuhan jiwanya ia bergantung lingkungannya (Hadits). Lingkungan yang baik akan mengantarkan manusia kepada kehidupan yang sesuai dengan fitrah penciptaannya. Sebaliknya, lingkungan yang buruk dan kurang kondusif akan menghambat pengembangan potensi ilahiyah yang dimiliki seseorang.

Kedua, Islam adalah agama yang menempatkan akal manusia pada tempat yang sebaik-baiknya dan setinggi-tingginya. Akal merupakan nikmat karunia Allah yang merupakan unsur utama bagi manusia. Bila ia tidak difungsikan secara baik berarti menurunkan martabat kemanusiaannya. Neraka jahannam bagi mereka yang tidak mau memikirkan ayat-ayat Allah SWT (QS, Al-A’raf, 7: 179). Mereka berkata : seandainya dulu kita mau mendengarkan dan memikirkan (ajaran-ajaran agama Islam yang disampaikan kepada kita) niscaya kita tidak menjadi penghuni neraka (QS, Al-Mulk, 67: 10).

Islam adalah agama yang menempatkan manusia sebagai makhluk yang berkepribadian (mempunyai harga diri), bebas bertanggung jawab atas perilakunya. Manusia adalah makhluk mulia dan sesuai dengan kemuliaannya itu ia diberikan fungsi yang mulia pula sebagai “khalifah Allah” di muka bumi. Untuk tugas itu manusia diberi potensi dan kemampuan akal dan jiwa atau hati nurani untuk mempertinggi martabatnya sebagai makhluk yang mulia. Manusia tidak terbebani tanggungjawab atas perbuatan orang lain.

Secara garis besar, Islam sebagai agama fitrah terbagi atas empat ajaran: Pertama, aqidah (kepercayaan). Ajaran tentang aqidah Islam bersumber kepada al-Quran dan Sunnah Rasul. Dalam bidang ini akal tidak diberi kesempatan untuk merubah hal-hal yang telah ada dalam al-Quran dan sunnah Rasul guna menghindari penyelewengan.

Kedua, ibadah. Dalam Islam ada dua macam ibadah yaitu ibadah dalam pengertian umum (ghairu mahdah) dan ibadah dalam pengertian khusus (mahdhah). Aspek ibadah (khusus) di sini adalah dalam pengertian khusus yang merupakan upacara pengabdian yang bersifat ritual. Yang telah diperintahkan dan diatur cara-cara pelaksanaannya dalam al-Quran dan Sunnah Rasul.

Di sini akal tidak diberi kesempatan untuk menambah, mengurangi atau merubah ketentuan yang telah dinyatkan di dalam al-Quran dan Sunnah Rasul. Kecuali dalam ibadah yang aspek sosialnya sangat menonjol (ibadah sosial), maka akal diberi kesempatan memperluas bentuknya dengan jalan ijtihad.

Ketiga, akhlak. Akhlak adalah tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari yang normanya ditetapkan dalam al-Quran, Sunnah Rasul dan hati nurani manusia. Umat Islam dalam kehidupan sehari-hari hendaklah mencontoh perjalanan hidup Rasul (QS, Al-Ahzab, 33: 21). Rasulullah diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia (Hadits).

Keempat, mua’amalah (kemasyarakatan). Aspek ini merupakan pengaturan hidup manusia di atas bumi, misalnya bagaimana pengaturan tentang harta benda, perjanjian, ketatanegaraan, hubungan antar negara dan lain sebagainya. Dalam mu’amalah ini pada umumnya al-Quran memberikan pedoman-pesoman secara garis besar, Sunnah Rasul memberikan penjelasannya.

Untuk selanjutnya, menghadapi perkembangan kehidupan umat manusia, yang tidak pernah berhenti itu, Islam memberikan kesempatan kepada akal dan fikiran manusia untuk melakukan ijtihad berdasarkan kepada semangat atau jiwa al-Quran dan Sunnah Rasul. Semoga kita digolongkan sebagai umat yang kembali kepada fitrah dan banyak menebarkan salam kepada lingkungan sekitarnya. Aamiin.

Baca juga: Mendidik dengan Keteladanan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020