Ditulis oleh 8:08 am SAINS

Aktivitas Sel Saraf Menunjukkan Tingkat Kepercayaan Diri

Terdapat kemungkinan bahwa manusia tidak hanya menyimpan keputusan yang dibuatnya, akan tetapi juga seberapa yakin diri kita di dalam mengambil keputusan tersebut.

Kita seringkali menghadapi berbagai macam keadaan dimana kita harus memilih antara melakukan ataukah tidak melakukan sesuatu, yang dimana hal ini terkadang membuat membuat ragu dalam mengambil keputusan. Dalam sebuah studi terbaru dari University of Bonn menunjukkan bahwa kepercayaan diri kita saat mengambil sebuah keputusan ternyata dapat dilihat dari aktivitas individu sel-sel saraf di otak. Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.

Seperti yang telah dikatakan, setiap hari kita selalu dihadapkan dan membuat suatu keputusan. Diantara banyaknya keputusan-keputusan tersebut, terdapat beberapa yang dimana kita jauh lebih percaya diri dalam memilihnya dibandingkan keputusan lainnya. Para peneliti dalam Rumah Sakit Universitas Bonn saat ini telah dapat mengidentifikasi sel-sel saraf dalam otak yang aktivitasnya menunjukkan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan. Untuk penelitian tersebut, para peneliti menggunakan relawan sebanyak dua belas pria dan wanita. Prof. Dr. Florian Mormann dari Department of Epileptology menjelaskan bahwa dalam percobaan para relawan ditunjukkan foto dua snack yang berbeda, sebagai contoh sebatang coklat dan sekantong keripik. Kemudian mereka diminta untuk menggunakan alat slider untuk menunjukkan pilihan mana yang lebih mereka sukai. Semakin mereka menggerakkan slider dari posisi awal di tengah ke kiri atau kanan foto, maka semakin yakinlah mereka dalam mengambil keputusan. Tingkat pengeluaran denyut dan kepercayaan diri saling berhubungan.

Para relawan kemudian harus menilai dari total 190 pasang makanan berbeda dengan cara tersebut. Pada saat yang sama, para peneliti mencatat aktivitas dari 830 sel saraf yang masing-masing di dalam tempat yang dinamakan lobus temporal. Alexander Unruh-Pinheiro yang merupakan rekan peneliti Mormann mengatakan bahwa mereka menemukan frekuensi denyut listrik dalam beberapa neuron, yang dengan kata lain ‘laju pengaktifan’ mereka, berubah seiring dengan meningkatnya kepercayaan terhadap suatu keputusan. Dirinya memberi contoh, ketika denyutannya lebih sering, maka orang yang dites tersebut lebih yakin dengan pilihan yang dibuatnya.

Ini adalah kali pertama korelasi antara aktivitas dalam sel-sel saraf otak dan kepercayaan dalam keputusan diidentifikasi. Neuron yang terpengaruh berada pada wilayah otak yang berperan dalam proses penempatan memori. Mormann berspekulasi bahwa terdapat kemungkinan bahwa manusia tidak hanya menyimpan keputusan yang dibuatnya, akan tetapi juga seberapa yakin diri kita di dalam mengambil keputusan tersebut. Dirinya menambahkan bahwa kemungkinan proses pembelajaran tersebut dapat menyelamatkan diri kita dari keputusan yang salah di masa depan.

Alasan etis biasanya menghambat dan melarang studi tentang keadaan neuron individu pada manusia yang hidup. Akan tetapi, para relawan dalam penelitian ini menderita suatu bentuk epilepsi yang parah. Dalam bentuk penyakit ini, kejang khas selalu dimulai di area otak yang sama. Oleh karena itu, salah satu pengobatan yang mungkin adalah menghilangkan fokus epilepsi ini melalui pembedahan. Untuk menentukan lokasi yang tepat dari situs yang rusak, para dokter dari Klinik Epileptologi menanamkan beberapa elektroda pada pasien. Elektroda tersebut didistribusikan ke seluruh area yang berpotensi terkena dampak penyakit. Dan secara bersamaan, alat ini juga dapat memberikan wawasan tentang fungsi sel saraf individu dalam otak.

Para peneliti dari Universitas Bonn pada awalnya mencari suatu fenomena yang berbeda dari yang sekarang mereka teliti. Fenomena tersebut adalah: ketika kita membuat keputusan, maka kita memberikan nilai subjektif pada setiap alternatif yang ada. Mormann mengatakan bahwa terdapat juga bukti bahwa nilai subjektif ini juga tercermin dalam aktivitas neuron individu. Fakta bahwa Mormann dan peneliti lainya justru menemukan hubungan antara perilaku pengeluaran denyutan listrik dan keyakinan dalam keputusan justru menjadi kejutan yang baik bagi mereka.

Sumber:
Disadur dari situs sciencedaily. Materi berasal dari University of Bonn. Note: Naskah telah mengalami penyesuaian gaya dan panjang.

(Visited 3 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 17 Oktober 2020
Close