21.4 C
Yogyakarta
22 November 2021
BENTARA HIKMAH
SAINS

Al-Khwarizmi

Bila kita berbicara tentang sains dan matematika, akan segera terlintas nama-nama besar seperti Johannes Kepler, Isaac Newton, Gottfried Wilhelm Leibniz, René Descartes, John Wallis, atau Einstein. Masih banyak saintis yang bisa disebutkan, dengan sumbangan yang sangat penting bagi perkembangan ilmu. Apa yang jarang terungkap adalah nama-nama ilmuwan Muslim, yang juga punya sumbangan besar dan penting, baik dalam meletakkan dasar-dasar ilmu maupun yang memperkembangkannya. Laporan sederhana kali ini, hendak menampilkan salah satu tokoh yang dikenal sebagai ahli astronomi dan matematika: Al-Khwarizmi

Abu Ja’far Muḥammad ibn Musa al-Khwarizmi, (lahir 780 M— meninggal 850 M), atau yang lebih dikenal sebagai Al-Khwarizmi, merupakan matematikawan dan astronom, yang berasal dari keluarga Persia, disebutkan lahir di Khwarazm. Sayangnya, sangat sedikit informasi yang diketahui tentang kehidupan pribadinya. Ekspos tentang Al-Khwarizmi, lebih banyak tentang karya dan pemikirannya.

Al-Khwarizmi membuat sebagian besar karya-karyanya pada periode antara 813 dan 833 M. Setelah penaklukan Islam di Persia, Baghdad menjadi pusat studi ilmu dan perdagangan. Banyak pedagang dan ilmuwan, dari Cina hingga India, melakukan kunjungan ke kota tersebut. Demikian halnya dengan Al-Khwarizmi.

Ketika Al-Khwarizmi tinggal di Baghdad, kota itu relatif baru, namun lokasinya strategis. Baghdad merupakan lokasi pertemuan rute perdagangan dari India, Persia, dan kota-kota lain, serta pelabuhannya berada di Laut Mediterania, yang membuatnya tumbuh dengan cepat. Dari 813 hingga 823, Baghdad diperintah oleh Khalifah Al-Ma’mun.

Al-Ma’mun merupakan seorang sarjana dan filsuf yang antusias. Kepemimpinannya membawa perubahan penting untuk Baghdad. Kota segera menjelma menjadi pusat intelektual yang berpengaruh. Dia mendirikan “Rumah Kebijaksanaan” (Bayt al-Hikma), yang memungkinkan para ilmuwan terlibat dan berkiprah, termasuk Al-Khwarizmi yang bekerja dan belajar disana, untuk menerjemahkan teks-teks Yunani klasik ke dalam bahasa Arab. Salinan buku-buku ini berada di pusat-pusat pembelajaran Muslim di Spanyol dan Sisilia yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan diteruskan ke universitas di seluruh Eropa.

Kontribusi besar Al-Khwarizmi adalah dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, geografi, dan kartografi yang memberikan fondasi untuk inovasi yang lebih luas di aljabar, trigonometri, dan bidang lainnya.

Karya Al-Khwarizmi tentang aljabar dasar, Al-Kitab al-mukhtaṣar fi hisab al-jabr waʾl-muqabala (“Buku yang berisi tentang Penghitungan dengan Penyelesaian dan Penyeimbangan”), yang dibuatnya sekitar 830 dan diterjemahkan ke dalam bahasa Latin sebagai Liber Algebræ et Almucabola pada abad ke-12, merupakan asal dari kata aljabar.

Aljabar (al-jabr) merupakan bidang studi yang merupakan bagian matematika, bersama dengan bidang lain, seperti aritmatika, geometri, dan lain-lain. Aljabar adalah ilmu yang mempelajari simbol-simbol matematika dan sejumlah aturan untuk “memanipulasi” simbol-simbol tersebut. Ada pula yang menganggap bahwa aljabar merupakan suatu kompilasi aturan, dengan demonstrasi untuk menemukan solusi persamaan linear dan kuadratik berdasarkan argumen geometri intuitif.

Pendekatannya yang sistematis dan demonstratif membedakannya dari cara-cara sebelumnya. Didalamnya juga terdapat bagian tentang penghitungan luas dan volume benda geometris dan tentang penggunaan aljabar untuk memecahkan masalah pewarisan menurut proporsi yang ditentukan oleh hukum Islam. Elemen-elemen dalam karya ini dapat ditelusuri dari matematika Babilonia pada awal milenium ke-2 SM melalui risalah Hellenistik, Ibrani, dan Hindu.

Karya kedua adalah buku On the Calculation with Hindu Numerals yang ditulis sekitar 825, pada prinsipnya perluasan angka-angka Hindu-Arab di Timur Tengah serta memperkenalkan angka-angka tersebut dan aritmatikanya ke Barat. Dapat dikatakan bahwa Al-Khwarizmi yang memperkenalkan dan menyebarkan bilangan nol. Buku Al-Khwarizmi tersebut juga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke- 12, Algoritmi de numero Indorum. Dari nama penulis inilah, yang diterjemahkan dalam bahasa Latin sebagai Algoritmi, merupakan asal dari kata algoritma.

Karya besar ketiganya adalah Kitab surat al-Ard, “Buku tentang Penampilan Bumi” atau “Gambar Bumi” yang diterjemahkan menjadi Geografi, pada 833. Ini adalah revisi dan versi lengkap dari Geografi Ptolemy, terdiri atas daftar 2402 koordinat kota dan fitur geografis lainnya.

Hanya ada satu salinan Kitab surat al-Ard, disimpan di Perpustakaan Universitas Strasbourg. Terjemahan bahasa Latin disimpan di Biblioteca Nacional de España di Madrid. Judul lengkap diterjemahkan sebagai Book of the appearance of the Earth, with its cities, mountains, seas, all the islands and rivers, written by Abu Ja’far Muhammad ibn Musa al-Khwārizmī, according to the geographical treatise written by Ptolemy the Claudian.

Buku ini dibuka dengan daftar garis lintang dan bujur, dalam urutan “zona cuaca,” artinya dalam blok lintang dan, di setiap zona cuaca, berdasarkan urutan bujur. Seperti yang ditunjukkan oleh Paul Gallez, sistem yang luar biasa ini memungkinkan kita untuk menyimpulkan banyak garis lintang dan garis bujur di mana satu-satunya dokumen yang kita miliki berada dalam kondisi buruk sehingga membuatnya praktis tidak terbaca.

Baik salinan Arab maupun terjemahan Latin tidak menyertakan peta dunia itu sendiri, namun Hubert Daunicht mampu merekonstruksi peta yang hilang dari daftar koordinat yang disajikan. Daunicht membaca garis lintang dan bujur dari titik-titik pesisir dalam naskah, atau menyimpulkannya dari konteks di mana mereka tidak dapat dibaca. Dia memindahkan titik-titik ke kertas grafik dan menghubungkannya dengan garis lurus, memperoleh perkiraan garis pantai seperti di peta aslinya. Dia kemudian melakukan hal yang sama untuk sungai dan kota.

Al-Khwarizmi juga menulis Zīj al-sindhind atau “tabel astronomi”. Karya ini terdiri dari sekitar 37 bab tentang perhitungan kalender dan astronomi dan 116 tabel dengan data kalender, astronomi, dan astrologi, serta tabel nilai-nilai sinus. Ini adalah salah satu dari banyak zije Arab yang didasarkan pada metode astronomi India yang dikenal sebagai sindhind.

Versi Arab asli (ditulis sekitar 820) telah hilang, tetapi versi yang ditulis oleh astronom Spanyol Maslama al-Majriti (1000 M) bertahan dalam terjemahan Latin, yang kemungkinan dilakukan oleh Adelard dari Bath pada 26 Januari 1126. Keempat manuskrip terjemahan Latin disimpan di Bibliothèque publique (Chartres), Bibliothèque Mazarine (Paris), Bibliotheca Nacional (Madrid) dan Perpustakaan Bodleian (Oxford). Tentu masih banyak karya lain yang belum terungkap. (disadur dari situs newworldencyclopedia).

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA