Ancaman Kepunahan Burung Yang Tak Bisa Terbang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Telah diketahui bahwa terdapat dua jenis burung, yaitu burung yang dapat terbang dan burung yang tidak dapat terbang. Dalam studi terbaru dari University of Gothenbur, dikatakan bahwa spesies burung yang kehilangan kemampuan terbang karena evolusi lebih mungkin untuk punah daripada burung yang mempertahankan kemampuannya untuk terbang.

Dengan semakin banyaknya jumlah manusia di Bumi ini, pengaruh terhadap lingkungan telah menyebabkan banyak tumbuhan dan hewan yang mengalami kematian. Dampak manusia telah mengubah ekosistem secara mendasar dan, secara global, telah menyebabkan ratusan spesies hewan punah. Salah satu akibat dari perbuatan kita adalah pola biologis menjadi terdistorsi. Hal tersebut pada gilirannya, berarti bahwa para peneliti memiliki waktu yang lebih sulit untuk menafsirkan data terkini tentang keanekaragaman spesies, yaitu variasi spesies dalam suatu ekosistem atau wilayah.

Søren Faurby, penulis senior di balik studi baru dan peneliti di Universitas Gothenburg mengatakan bahwa dengan mempelajari kepunahan spesies yang disebabkan oleh manusia dapat memengaruhi pemahaman kita tentang evolusi dan membantu kita lebih memahami hilangnya spesies yang tidak disebabkan oleh kebetulan.

Faurby dan peneliti lainya telah mempelajari transisi evolusioner yang lebih besar: perkembangan tidak dapat terbang di antara burung. Untuk pertama kalinya, sebuah studi tentang transisi ini mencakup data dari semua spesies burung yang tak bisa terbang yang diketahui punah oleh manusia. Mereka telah menemukan bahwa, dalam banyak kasus, kepunahan memiliki asal-usul antropogenik, yang merupakan efek yang dapat ditelusuri kembali ke aktivitas manusia

Burung tak dapat terbang lebih umum dari yang sebelumnya diduga

Dalam penelitian terbaru ini dikatakan bahwa burung yang kehilangan kemampuannya untuk terbang merupakan suatu fenomena yang lebih umum daripada yang diasumsikan oleh penelitian sampai sekarang. Spesies ini kemudian terpengaruh oleh aktivitas manusia.

Ferran Sayol, penulis utama di balik penelitian ini dan sebelumnya peneliti pasca-doktoral di Universitas Gothenburg mengatakan bahwa banyak spesies burung dapat mengalami perubahan yang membuat mereka tak dapat terbang di lingkungan tanpa predator besar, seperti di sebuah pulau. Akan tetapi mereka juga menjadi mangsa yang lebih mudah bagi manusia dan hewan, seperti tikus dan kucing. 

Dalam studi tersebut, para peneliti telah mengumpulkan daftar 581 spesies burung dari 85 keluarga berbeda yang telah punah selama 126.000 tahun terakhir. Peneliti mengatakan bahwa berdasarkan deskripsi morfologi, mereka telah menetapkan bahwa 166 spesies ini tidak memiliki kemampuan terbang. Ini setara dengan 29 persen spesies burung yang punah. Saat ini, hanya ada 60 spesies burung yang tidak bisa terbang yang masih hidup. Jika para peneliti menambahkan 166 spesies. yang telah punah, ini total 226 spesies burung yang ada dan punah yang tidak bisa terbang.

Studi tersebut menunjukkan bahwa dengan menambahkan burung-burung yang punah ini ke dalam gambaran global keanekaragaman burung, menjadi jelas bahwa burung deng ketidakmampuan untuk terbang setidaknya empat kali lebih mungkin terjadi.

Ferran Sayol mengatakan bahwa mereka menunjukkan bahwa perkembangan burung yang tidak bisa terbang adalah fenomena yang tersebar luas. Jika manusia tidak menyebabkan sebagian dari kepunahan ini, kita masih akan berbagi planet dengan lebih dari 150 kelompok burung yang tidak bisa terbang.

Sumber:

Situs sciencedaily. Materi pertama berasal dari University of Gothenburg

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti