22.7 C
Yogyakarta
20 September 2021
BENTARA HIKMAH
PENDIDIKAN

Andil Syawalan dalam Mencerdaskan Bangsa

Kegiatan syawalan di masyarakat setelah berakhirnya Bulan Ramadhan memberikan makna yang mendalam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Saat syawalan inilah kehidupan bangsa ini mulai ditata kembali dengan membangun sikap saling hormat menghormati dan menjaga kerukunan. Dari sini, bangsa ini dicerdaskan kembali menjadi juru damai yang efektif dalam memoderasi dan merawat tradisi dan kultur guyub, rukun dan membangun sikap tenggang rasa.

Tapi yang perlu menjadi perenungan, introspeksi dan pertanyaan kita adalah: bagaimanakah mengambil secara cerdas menata kehidupan kembali yang lebih baik itu? Yang harus kita miliki dan rasakan haruslah mengoptimalkan pengistimewaan secara cerdas dalam rangka menggapai taqwa, persatuan dan kesatuan bangsa. Biasa juga dikatakan bahwa, dengan hadirnya Syawalan berarti kita sebagai bangsa yang majemuk kembali bersama-sama menata kehidupan berbangsa dab bernegara dengan hikmah yang baru, hati yang suci kembali, saling maaf memaafkan adalah salah satu momentum terbaik bagi peleburan dosa dan penghapusan noda yang mengotori hati dan jiwa kita serta membebani diri kita selama ini sebagai bangsa yang Asih, Asah, Asuh.

Bagaimana andil Syawalan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa? Objek yang dicerdaskan bukan hanya manusianya, tetapi secara keseluruhan yakni kehidupannya. Menyangkut budaya, sistem, dan lingkungan sehingga luas cakupannya dalam perikehidupan kebangsaan. Mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara bukan sekadar menyangkut intelektualitas anak bangsa, tetapi lebih jauh dan mendalam menyangkut pengembangan perikehidupan kebangsaan yang luas. Juga menjadi bangsa yang berkebudayaan dan membentuk peradaban maju. “Baldatun Thayyibatun Warabbun ghafur.”

Dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Sudah disebutkan “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, …” Boleh jadi kita sebagai bangsa secara kolektif abai dengan warisan para pendiri negeri yang sangat berharga ini, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa! Sehingga yang muncul ke permukaan ialah mungkin bisa disebut tindakan yang tidak mencerdaskan bangsa. Provokatif, adudomba, ujaran kebencian.

Selama Ramadan, suasana dan nuansa kebersamaan serta persatuan umat begitu kental, begitu terasa dan begitu indah. Sebagai bangsa yang sudah kenyang dengan segala penderitaan, bangsa ini selalu diajari oleh Makna Syawalan yang setiap tahun kita peringati. Bangsa Indonesia mesti melangkah ke depan dengan basis pendidikan dan rekonstruksi nasional yang “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang kokoh.

Syawalan membawa kita pada Revolusi Mental yang dimulai dari pendidikan “Bangsa yang cerdas“. Syawalan mengajak bangsa ini semakin cerdas dalam menghadapi masa depan. Bukan mengajari bangsa pencari pekerjaan namun harus berani menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam jangka panjang bangsa ini jangan kehilangan jiwa, pikiran, dan cita-cita “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Memperingati Syawalan harus mampu menyadarkan dan membuka mata hati bangsa ini bahwa hidup di negeri yang besar dengan ribuan pulau dengan kekayaan alam yang melimpah merupakan anugerah sekaligus amanat dari Allah. Berbagai suku dan agama hidup di negeri khatulistiwa ini yang merupakan sunatullah (realitas) dan harus terus dijaga agar tidak terjadi perselisihan karena kita memang sedang menjaga amanat. Jangan sampai berkhianat.

Hikmah dalam peringatan Syawalan mengingatkan kita bahwa bangsa ini memiliki peradaban luhur harus memiliki fondasi keyakinan, jiwa dan akhlak yang kuat. Oleh karena itu, momentum Syawalan harus mampu membangkitkan optimisme untuk berjuang agar kehidupan yang akan datang lebih baik lagi.

Syawalan harus membawa angin perubahan untuk kehidupan bangsa ini yang bermakna terhadap upaya menjadikan Indonesia bangkit dan melahirkan sikap solidaritas sosial yang tinggi dalam berjuang. Syawalan harus berhasil menghasilkan jiwa-jiwa yang siap berjuang bagi kemaslahatan umat dan bangsa karena memang membangun bangsa tidak akan berhasil jika tidak ada orang-orang yang rela berjuang dan berkorban.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA