Antara Prediksi dan Harapan

icon catatan redaksi
Prediksi penuh dengan pengandaian-pengandaian. Apabila ada pengandaian yang tidak sesuai, maka dengan segera prediksi diubah, karena variabelnya berubah.
Catatan Redaksi

Dalam “tata sosial jaga rasa”, yakni tatanan yang peduli dengan “rasa batin” dan harmoni sosial, maka yang berlangsung adalah keadaan yang senantiasa ingin menjaga perasaan sesamanya. Setiap langkah harus terintegrasi dengan upaya menjaga harmoni sosial. Interaksi akan dipastikan menjadi proses yang menjaga kualitas relasi sosial.

Jika ada pertanyaan yang datang kepada seseorang, maka yang bekerja pertama-tama bukan akal pikiran, tetapi nurani. Ada kewaspadaan yang terus berjaga. Jawaban atas pertanyaan tidak mengabdi pada pertanyaan tersebut, tetapi pada rasa batin yang bertanya.

Oleh sebab itu, jawaban selalu bukan merupakan pernyataan tertutup, tetapi merupakan pernyataan terbuka. Misalnya, ada pertanyaan, apakah kamu sudah makan? Jawabannya bukan pernyataan lugas: sudah. Tetapi perkataan “sudah” dengan intonasi tertentu. Apabila, yang mendapatkan jawaban terlihat kurang berkenan, maka yang menjawab, bisa menambahkan keterangan. “Tapi, tadi hanya makanan kecil”. Dst.

Atau ambil contoh lain, seorang pebisnis yang ditanyakan berapa pendapatannya. Jawaban yang diberikan bukan jawaban “tertentu”, tetapi jawaban “tak tentu”. Suatu jawaban yang disesuaikan dengan keadaan. Jika keadaan menginginkan jawaban kurang, maka akan dikatakan kurang. Jika yang dikehendaki jawaban tidak kurang dan tidak lebih, maka akan dijawab cukup.

BACA JUGA:
Wabah dan Masa Depan Kita

Bahkan dalam ketidaktahuan, suatu jawaban akan tetapi diberikan. Karena ketidaktahuan dipandang sebagai hal yang akan mengganggu suasana batin. Oleh sebab itu, diupayakan jawaban, yang sesungguhnya merupakan teknik tidak menjawab.

Tatanan jenis ini, sesungguhnya merupakan tatanan yang mensyaratkan kecerdasan yang tinggi. Karena yang dimilikinya, bukan hanya kemampuan menemukan jawaban, tetapi juga kemampuan membaca pikiran dan perasaan orang lain.

Bagaimana cara tatanan tersebut menjawab pertanyaan publik? Yakni apabila publik bertanya tentang apa yang akan terjadi di depan? Apakah jawaban yang diberikan merupakan jawaban yang sesungguhnya?

Suatu jawaban yang dapat dikategorikan sebagai jawaban yang sesungguhnya, merupakan jawaban yang mengandalkan pengetahuan yang komprehensif. Suatu pengetahuan persis tentang apa yang terjadi dan mengapa hal tersebut terjadi. Dengan pengetahuan tersebut, dipelajari pola dari kejadian.

Suatu jawaban yang dapat dikategorikan sebagai jawaban yang sesungguhnya, merupakan jawaban yang mengandalkan pengetahuan yang komprehensif.

Apabila jawaban diberikan, maka jawaban tersebut berdasarkan pada informasi dan pola yang telah ditemukan. Hasil adalah jawaban yang merupakan prediksi tentang apa yang akan terjadi di depan. Prediksi penuh dengan pengandaian-pengandaian. Apabila ada pengandaian yang tidak sesuai, maka dengan segera prediksi diubah, karena variabelnya berubah.

Apakah prediksi selalu tepat? Tentu tidak. Namun pandangan tersebut dapat dipertanggungjawabkan cara berpikirnya. Prediksi tentu bukan target kerja. Ketidaktepatan prediksi, akan diperiksa cara berpikir dan data yang digunakan. Sedangkan jika merupakan target, maka yang akan diperiksa adalah kinerja.

Dalam hal menjawab pertanyaan publik tentang apa yang akan terjadi di depan, ketika informasi tidak cukup tersedia dan ada keinginan menjaga perasaan publik, maka yang diberi bukan jawaban dalam kategori prediksi, tetapi jawaban dengan bobot harapan. (care)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Close