Apa yang Dapat Diberitahu Fisiologi Manusia Mengenai Bagaimana Hewan Mengatasi Stres?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Martin mengatakan bahwa stres mempengaruhi sistem kekebalan hewan, yang kemudian mengubah cara mereka memompa keluar patogen ke lingkungan.

Peneliti telah lama mempelajari bagaimana manusia menanggapi stress. Bahkan penelitian mengenai hal tersebut telah ada sejak istilah stres diperkenalkan lebih dari 70 tahun yang lalu. Meski telah didapat banyak pengetahuan mengenai bagaimana manusia menghadapi stres berdasarkan berbagai macam analisis, sebuah studi terbaru dari University of South Florida menawarkan sebuah perspektif baru tentang bagaimana vertebrata lain dapat mengatur fleksibilitas dalam mengatasi stres.

Ketika seseorang mengalami atau merasakan stres, berbagai macam respon fisiologis terjadi melalui kombinasi dari regulasi molekular, sekresi hormon dan aktifasi axis adrenal hipofisis hipotalamus. Respon-respon tersebut mengarah pada perubahan karakteristik fisik tertentu, seperti peningkatan tekanan darah dan juga detak jantung, serta respon pikiran yang mempengaruhi bagaimana seseorang melihat dan menghadapi keadaan stres.

Pola fisiologis ini dipelajari secara baik dalam manusia dan telah memberikan kemajuan yang pesat dalam pemahaman kita tentang tubuh manusia, serta juga dampak jangka panjang dari stres untuk kesehatan mental manusia. Hal inilah yang diharapkan oleh peneliti postdoctoral USF Cedric Zimmer sebagai langkah maju untuk meneliti bagaimana vertebrata lain menghadapi berbagai macam kondisi stres yang disebabkan oleh lingkungan alam.

Zimmer, yang merupakan penulis utama dari studi baru tersebut, yang akan dipublikasikan di jurnal BioScience, meneliti peran dari molekul khusus, FKBP5, yang membantu regulasi fleksibilitas dari respon stres.

Fokus studi pada fleksibilitas, oleh karena hal tersebut berkaitan dengan stres, merupakan komponen kunci dari proyek terbaru USF ini dan mewakili sebuah bidang penelitian mengenai stres yang masih berkembang. Fleksibilitas mengacu kepada kemampuan organisme untuk menghasilkan dan menerapkan strategi terbaik untuk menanggulangi stres berdasarkan situasi sekarang dan pengalaman yang lalu. Para peneliti percaya bahwa molekul tersebut, FKBP5, memiliki peran yang mendasar dalam proses tersebut.

Zimmer mengatakan bahwa molekul tersebut memainkan peran penting dalam kemampuan seseorang untuk menghadapi stres dan fleksibilitas dari respons ini guna merespon situasi stres yang tengah dihadapi dengan tepat. Sehingga apa yang sebenarnya dilakukan oleh para peneliti adalah menyatukan sejumlah besar penelitian untuk mengembangkan kerangka baru mengenai bagaimana vertebrata manapun menghadapi stres dan kecenderungan mereka untuk secara fleksibel mengatasi penyebab stres. Studi tersebut dipublikasikan melalui kerja sama dari beberapa kelompok peneliti dari USF College of Public Health yang dipimpin oleh Lynn “Marty” Martin, Monica Uddin dan Derek Wildman.

Meski publikasi ini memberikan kerangka awal untuk melanjutkan penelitian, Martin percaya studi tersebut penting untuk memahami dampak yang lebih luas dari pengaruh manusia terhadap lingkungan. Ketika manusia dan hewan berinteraksi di luar kebiasaan mereka, hal tersebut dapat berdampak secara jelas pada alam, dan juga terdapat kemungkinan kita mendapatkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Martin mengatakan bahwa stres mempengaruhi sistem kekebalan hewan, yang kemudian mengubah cara mereka memompa keluar patogen ke lingkungan. Dan ketika patogen tersebut juga menginfeksi manusia, seperti kasus virus West Nile, Salmonella, dan masih banyak lagi misalnya, maka penting untuk memahami stres pada hewan agar tidak hanya untuk menjaga kesehatan mereka, namun juga diri kita.

Para peneliti berharap studi tersebut dapat membantu untuk lebih jauh memahami tentang peran molekul FKBP5 dalam mengatur fleksibilitas respons stres dan dampak jangka panjang yang berpengaruh kepada kemampuan vertebrata untuk mengatasi stres.

Sumber:
Disadur dari situs sciencedaily. Materi berasal dari University of South Florida (USF Innovation). Naskah telah mengalami penyesuaian gaya dan panjang.

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti