Apakah Ikan Tidur?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Apakah ikan tidur? Pertanyaan ini kedengarannya seperti pertanyaan yang kecil, atau  bahwa bisa dibilang bermain-main. Akan tetapi, memecahkan misteri ‘apakah ikan tidur?’ menuntut suatu “penyelaman” yang mendalam dan mengejutkan ke dalam biologi akuatik.

Untuk jawaban pertanyaan tersebut, ya: di tingkat permukaan, banyak ikan yang terkadang nampak seperti sedang tertidur. Mereka menjadi kurang responsif, dengan detak jantung melambat dan gerakan secara keseluruhan terbatas. Namun istirahat ini tidak sama dengan menutup mata manusia. Sebagai permulaan, ikan tidak bisa benar-benar menutup mereka mata, oleh karena mereka tidak memiliki kelopak mata.

Kedua, terdapat satu perbedaan neurologis yang besar antara ikan dan manusia. Dr Michael Webster, ahli biologi kelautan di Universitas St Andrews menjelaskan bahwa wilayah otak menjadi kurang aktif saat manusia tidur, terutama di neokorteks, wilayah yang memproses kognisi paling tinggi. Tetapi ikan tidak memiliki neokorteks, sehingga kedua otak tersebut sangat sulit untuk dibandingkan.

DIrinya menambahkan juga sangat sulit untuk mengetahui apa yang terjadi di otak ikan selama tidur. Kita tidak bisa begitu saja memasukkan ikan mas ke dalam pemindai CT. Sebagian besar dari apa yang para ilmuan ketahui tentang topik ini telah ditemukan mempelajari satu jenis ikan, ikan zebra. Kulit mereka yang tembus pandang berarti bahwa dengan mikroskop yang cukup kuat, maka kita dapat memperbesar setiap sel otak dan melihat bagaimana mereka menanggapinya.

Meskipun ini berarti meneliti topik tidak selalu berjalan lancar, sains masih menjaring beberapa temuan luar biasa tentang tidur di air dalam beberapa tahun terakhir.

Apakah Ikan Tidur Pada Malam Hari? Apakah Mereka Punya Siklus Tidur?

Jawabanya adalah ya. Banyak ikan tampak memiliki siklus tidur dan umumnya tidur di malam hari. Dalam sebuah studi dari Stanford University School of Medicine, ditunjukkan bahwa mirip dengan manusia, ikan juga menghasilkan hormon yang mengatur pola tidur dan mengkalibrasi jam tubuh internal.

Webster menjelaskan bahwa hal ini berarti bahwa ikan yang hidup di gua-gua yang gelap, bahkan spesies yang berevolusi tidak memiliki mata, dapat tidur dalam pola harian yang teratur.

Hal yang menarik, adalah jika ikan terpapar terlalu banyak cahaya dan tetap terjaga dalam waktu lama, mereka akan tidur lebih lama keesokan harinya. Seperti manusia, mereka menikmati beristirahat setelah bekerja keras.

Hebatnya, banyak spesies ikan dapat dengan mudah membalikkan pola tidur mereka jika diperlukan. Sebagai contoh, seperti yang ditemukan dalam penelitian penting dalam Canadian Journal of Zoology, ikan pengisap putih dapat menjadi nokturnal ketika terpisah dari kelompoknya. Mengapa? Meskipun terlalu berbahaya untuk berenang sendirian di siang hari, lebih kecil kemungkinannya bagi mereka untuk diburu oleh predator di malam hari.

Hal yang mungkin telah diketahui, adalah bahwa siklus tidur manusia bisa terganggu ketika awal menjadi orang tua. Namun, spesies seperti stickleback membuat pengorbanan itu terlihat seperti bukan apa-apa. Webster mengatakan untuk mencegah telurnya mati lemas, pejantan harus terus-menerus mengipasi air yang mengandung oksigen ke atasnya, seringkali selama beberapa hari atau minggu, sehingga sangat umum bagi bapak ikan baru untuk mati karena kelelahan.

Dapatkah Ikan Tidur Secara Terbalik? Dimanakah Mereka Tidur?

Jawabannya bervariasi antara spesies ikan yang tersebar di seluruh dunia (diperkirakan 33.230, menurut badan terkemuka FishBase).

Karena itu, banyak ikan telah diketahui berenang ke dasar dasar laut yang dinamai tepat, atau dasar tangki ikan atau sungai, untuk tidur secara miring. Spesies seperti loach, bagaimanapun, telah diketahui tidur terbalik juga (dan menyebabkan banyak pemilik ikan tersebut panik yang tidak seharusnya).

Beberapa melangkah lebih jauh. Untuk menghindari terbawa arus laut, sejumlah ikan karang, seperti damselfish, menyelip di antara cabang-cabang karang. Namun, saat berada di tempat yang pas, mereka tidak mampu untuk tetap diam sepenuhnya saat tidur: untuk bernapas, mereka harus mengepakkan sirip hingga dua kali kecepatan normal untuk menghasilkan aliran air beroksigen ke seluruh insang mereka.

Menariknya, ikan lain diketahui untuk membangun tempat tidur mereka sendiri, tetapi bukan jenis yang seperti kita pikirkan untuk bersantai setelah seharian bekerja keras. Webster mengatakan bahwa hal ini mungkin terdengar kotor, tetapi spesies seperti ikan kakatua mengeluarkan kantong lendir di sekitar diri mereka sebelum tidur.

Hal ini tidak hanya berarti mangsa akan lebih sulit untuk menciumnya, tetapi kepompong tersebut juga melindungi mereka dari parasit seperti kutu. Ikan Ini sangat pintar, akan tetapi bukan sesuatu yang saya sarankan untuk dicoba oleh manusia di rumah.

Sumber:

Situs sciencefocus. Naskah pertama kali di tulis oleh Thomas Ling.

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti