Apakah Semua Makanan Vegetarian Sehat?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Produk nabati yang sehat pada dasarnya adalah makanan yang paling sedikit diproses, seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan teh/kopi.

Sebagai anak-anak kita tentunya sering kali diingatkan oleh orang tua kita untuk memakan sayur mayur agar kita lebih sehat. Lebih jauh dari itu, terdapat juga orang-orang yang juga berusaha menjalani hidup sehat dengan cara hanya mengkonsumsi sayur mayur serta buah-buahan, kelompok orang ini bernama vegetarian. Kebanyakan orang cenderung menganggap makanan yang dimakan oleh vegetarian pastilah sehat, mengingat di dalamnya terdapat beragam sayur dan buah. Namun demikian menurut sebuah studi terbaru, hal ini belum tentu tepat.

Studi tersebut, yang ditulis oleh Dr. Matina Kouvari dari Harokopio University, Athena, Yunani, menyoroti variabel kualitas nutrisi dari makanan nabati. Dirinya mengatakan bahwa temuan penelitian ini lebih terlihat pada wanita. Dari penelitian terdahulu, ditunjukkan bahwa wanita cenderung makan lebih banyak makanan nabati dan lebih sedikit produk hewani bila dibandingkan pria. Penelitian dari Dr. Kouvari menunjukkan bahwa hal tersebut tidaklah menjamin pilihan makanan yang lebih sehat dan lebih jauh lagi, kesehatan yang lebih baik.

Kebanyakan studi pola makan mendefinisikan pola makan nabati hanya sebagai “vegetarian” atau “rendah daging”, dan oleh karenanya segala bentuk makanan nabati diperlakukan atau dilihat memperlakukan sebagai sama. Aspek unik dari studi terbaru ini adalah studi ini meneliti jenis makanan nabati yang dikonsumsi, selain jumlah konsumsinya secara keseluruhan.

Produk nabati yang sehat pada dasarnya adalah makanan yang paling sedikit diproses, seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan teh/kopi. Produk nabati yang “tidak” sehat diantaranya adalah jus, minuman manis, biji-bijian olahan, kentang, dan segala jenis manisan (cokelat, makanan penutup tradisional Yunani, dll).

Studi terbaru ini meneliti hubungan antara jumlah dan kualitas makanan nabati dan kesehatan jantung selama periode 10 tahun.

Pada tahun 2001 dan 2002, studi ATTICA secara acak memilih sampel orang dewasa bertempat tinggal di Athena yang tidak memiliki penyakit kardiovaskular atau kondisi kronis lainnya. Analisis yang dilakukan studi saat ini menggunakan sample 146 peserta obesitas dengan tekanan darah normal, lipid darah, dan gula darah. Pola makan dinilai menggunakan kuesioner tentang kebiasaan yang biasa dilakukan pada tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 156 makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi di Yunani, dengan foto untuk membantu menentukan ukuran porsinya.

Dalam waktu satu dekade, hampir setengah dari peserta obesitas ini telah mengalami tekanan darah, lipid darah, dan gula darah yang tinggi, kombinasi yang sangat berisiko bagi kesehatan jantung.

Pria yang mengonsumsi lebih banyak makanan nabati cenderung mengalami penurunan kesehatan. Tren tersebut juga terlihat pada wanita, akan tetapi tidak mencapai signifikansi yang tinggi.

Mengenai kualitas makanan nabati, pilihan yang lebih sehat biasanya dikaitkan dengan jenis yang dapat menjaga tekanan darah, lipid darah, dan gula darah tetap normal. Sebaliknya, untuk makanan nabati yang tidak sehat dikaitkan dengan mengkonsumsi makanan yang membuat tekanan darah, lipid darah, dan gula darah yang tinggi. Hubungan ini lebih jelas terlihat pada wanita dibandingkan dengan pria.

Dr. Kouvari mengatakan bahwa: “Makan lebih sedikit daging bermanfaat untuk kesehatan jantung, terutama bila diganti dengan makanan nabati bergizi seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.”

Dirinya juga mengatakan bahwa analisis yang dilakukan pada individu yang mengalami obesitas dan temuannya tidak boleh diperluas ke kategori berat badan lainnya. (Disadur dari sciencedaily)

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti