Ditulis oleh 2:27 pm KABAR

Asri Rumahku, Daulat Negeriku

Aksesibilitas rumah tangga terhadap pangan merupakan faktor kunci bagi ketahanan pangan di Indonesia.

Ketahanan pangan merupakan aspek penting dalam pemenuhan kesejahteraan masyarakat karena akan menentukan kestabilan ekonomi, sosial, dan politik suatu negara. Sebuah negara dikatakan sudah memiliki ketahanan pangan jika rakyatnya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan.

Saat ini ketahanan pangan merupakan masalah global terutama di Indonesia. Hal ini disebabkan beberapa hal di antaranya adalah laju pertumbuhan penduduk yang tinggi sehingga berimplikasi pada tingkat konsumsi. Di saat konsumsi meningkat terutama pada kebutuhan dapur justru masyarakat menjadi sangat konsumtif tanpa berusaha menjadi produktif, sehingga apabila harga sayuran dan kebutuhan dapur lainnya mahal akan sangat berdampak pada ekonomi rumah tangga.

Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan menyebabkan permasalahan ini menjadi lebih kompleks. Masalah pangan ini harusnya ditangani oleh semua kalangan bukan hanya pemerintah. Hal ini bisa dimulai dari skala rumah tangga.  Aksesibilitas rumah tangga terhadap pangan merupakan faktor kunci bagi ketahanan pangan di Indonesia. Program aksesibilitas pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan upaya pembangunan pertanian.

Pembangunan pertanian penting dilakukan mengingat sektor pertanian merupakan sektor yang menyokong banyak aspek. Hal ini harus dilakukan sebagai bentuk upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan bentuk antisipasi terhadap bencana yang tidak diinginkan. Contoh kasusnya adalah pada tahun 2020 seluruh dunia mengalami guncangan berbagai aspek yang sangat luar biasa diakibatkan virus Covid-19.

Salah satu di antaranya adalah Indonesia. Sehingga berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus korona ini diantaranya : (i) diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar); (ii) WFH (Work From Home); (iii) Larang mudik;  (iv) Lockdown untuk beberapa daerah; dan (v) Kegiatan harus dilakukan sesuai protokol kesehatan. Dari bencana ini tidak sedikit karyawan yang diPHK dan buruh yang dirumahkan tanpa gaji. Sedangkan kita ketahui kebutuhan terhadap pangan tetap harus dipenuhi tanpa mengenal kondisi dan situasi.

Dari masalah ini kita belajar bahwa dalam kondisi apapun kebutuhan terhadap pangan harus tetap terjamin adanya. Oleh karena itu pemenuhan pangan dapat dilakukan dari skala rumah tangga dengan memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam tanaman kebutuhan dapur seperti cabai, terong, tomat dan TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Usaha untuk meningkatkan aksesibilitas rumah tangga terhadap pangan ini bertujuan untuk : (i) meningkatkan akses rumah tangga terhadap pangan dalam jumlah, kualitas, merata dan terjangkau, dan (ii) meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui keanekaragaman konsumsi pangan yang bergizi dan berimbang.

(Visited 33 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 8 Juni 2020
Close