Awal Revolusi Pendidikan Tinggi Ditengah Pandemi Virus

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pihak kampus dan para dosen perlu bersiap diri menghadapi perubahan cara belajar dimasa depan yang barangkali akan mengalami proses revolusi dalam pendidikan tinggi.

Oleh: Prof. Dr. Bambang Cipto, MA

Pandemi virus yang menyerang hampir seluruh negara di dunia saat ini mendorong lembaga-lembaga pendidikan tinggi untuk melakukan kuliah daring atau kuliah online dimana dosen dan mahasiswa tidak saling bertatap muka satu sama lain.

Beberapa tahun sebelum wabah coronavirus ini meledak sesungguhnya tradisi kuliah daring sudah mulai bermunculan dinegara-negara maju maupun negara yang sedang tumbuh-berkembang (emerging). Walaupun jumlah kuliah daring hanya sebagai pelengkap dalam arti tidak seluruh mata kuliah diajarkan secara online.

Akan tetapi merebakmya pandemi saat ini memaksa hampir seluruh kampus didunia melakukan kuliah daring. Sudah tentu ada perkecualian, misalnya, Taiwan tidak sama sekali menutup kampusnya. Proses belajar-mengajar di Taiwan tetap berjalan dengan ketentuan ketat untuk memotong penyebaran coronavirus. Mahasiswa masuk kelas tapi dengan jarak tertentu sehingga tidak duduk saling berdekatan sebagaimana pada waktu normal tanpa ancaman virus. Akan tetapi mayoritas perkuliahan di Indonesia pada umumnya berlangsung secara online dengan berbagai media online seperti zoom dan lain-lainnya.

Peralihan secara mendadak dari kuliah offline ke online pada awalnya menimbulkan ketidakpuasan dari masing-masing pihak baik dosen maupun mahasiswa. Namun dalam waktu singkat, karena tekanan keadaan, baik dosen maupun mahasiswa memilih kuliah daring sebagai pilihan terbaik karena kuliah tetap jalan dan mereka bebas dari ancama coronavirus. Saat ini dosen dan mahasiswa mulai menikmati, kuliah, bimbingan, skripsi, ujian skripsi maupun tesis dan disertasi secara online. Mereka mulai merasa biasa dengan model pembelajaran daring yang tanpa harus hadir secara fisik dan cukup tinggal dirumah.

Kesadaran baru ini pada awalnya mungkin akan diterima sebagai bentuk kedaruratan. Akan tetapi jika pandemi ini berjalan dalam waktu lama atau lebih dari setahun kemungkinan besar akan mengubah citra model kuliah tradisional selama ini. Mereka secara bertahap akan mulai menilai baik-buruk dari kedua jenis model kuliah tradisional dan model kuliah daring. Bukan tidak mungkin jika mereka merasa diuntungkan oleh model kuliah daring maka kedepan model ini akan menjadi pilihan yang dapat mengubah status kampus fisik saat ini. Jika tanpa kehadiran fisik mereka puas dan ada pengakuan dari pemerintah maka dalam waktu tak lama lagi mungkin model kuliah daring akan meluas di Indonesia.

Jika ini menjadi kesepakatan bersama antara mahasiswa dan pengelola kampus maka yang terjadi adalah revolusi pendidikan tinggi. Kampus-kampus besar terancam bangkrut karena tidak mungkin mengelola kampus tanpa kehadiran mahasiswa secara fisik di kampus. Minimal biaya kuliah akan menjadi lebih murah karena tanpa hadir fisik pun mahasiswa tetap dapat belajar dari manapun ia berada. Bagaimana pun bukan tidak mungkin ini akan menjadi masa depan perguruan tinggi di Indonesia maupun di dunia ketika kuliah daring secara bertahap menggantikan kuliah tradisional. Pihak kampus dan para dosen perlu bersiap diri menghadapi perubahan cara belajar dimasa depan yang barangkali akan mengalami proses revolusi dalam pendidikan tinggi.

Dengan biaya kuliah lebih murah dan tanpa kehadiran fisik di kampus sebenarnya juga akan semakin banyak generasi muda yang dapat menikmati pendidikan tinggi. Mereka yang tidak mampu berinvestasi jutaan rupiah dapat menikmati kuliah online yang murah meriah. Disatu sisi ini menolang memperbanyak lulusan perguruan tinggi yang memang sangat dibutuhkan oleh setiap bangsa. Walaupun sudah barang tentu ada prodi-prodi yang tetap menuntut kehadiran fisik mahasiswa seperti kedokteran, farmasi, industri dan teknik yang memerlukan praktek di laboratorium. Akan tetapi prodi-prodi ilmu sosial kemungkinan merupakan prodi yang bakal paling banyak terimbas oleh revolusi pendidikan tinggi dimasa depan.

Prof. Dr. Bambang Cipto, MA

Prof. Dr. Bambang Cipto, MA

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Terbaru

Ikuti