16.4 C
Yogyakarta
17 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
Ragam SAINS

Bagaimana Rupa Kesepian Dalam Otak?

Tidak terasa musim liburan sebentar lagi akan tiba. Namun, kali ini terdapat perbedaan, mana kala dunia masih dilanda oleh pandemi global COVID-19. liburan kali ini mungkin akan menjadi liburan yang sepi bagi banyak orang oleh karena masih diperlukannya melakukan pembatasan jarak sosial. Kesepian ini tentunya bukan merupakan persoalan sederhana dan penting untuk memahami bagaimana kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan kita. Didalam sebuah studi terbaru, ditunjukkan bahwa terdapat semacam tanda tangan di otak mereka yang merasakan kesepian yang membuat mereka berbeda secara mendasar, berdasarkan variasi volume wilayah otak yang berbeda serta berdasarkan bagaimana wilayah tersebut berkomunikasi satu sama lain di seluruh jaringan otak.

Para tim peneliti dalam studi tersebut memeriksa data dari magnetic resonance imaging (MRI), genetika dan penilaian diri psikologis dari sekitar 40.000 orang dewasa paruh baya dan lansia yang secara sukarela memasukkan informasi mereka ke dalam UK Biobank, yang merupakan sebuah database akses terbuka yang tersedia untuk ilmuan kesehatan di seluruh dunia. Mereka kemudian membandingkan data MRI para relawan yang dalam laporanya, sering merasa kesepian dengan mereka yang tidak.

Para peneliti menemukan bahwa terdapat beberapa perbedaan dalam otak mereka yang merarasakan kesepian. Manifestasi otak ini berpusat pada apa yang disebut sebagai jaringan default, yakni sekumpulan wilayah otak yang terlibat dalam pemikiran dalam batin seperti mengenang, merencanakan masa depan, membayangkan dan memikirkan orang lain. Para peneliti menemukan bahwa jaringan default mereka yang kesepian terikat secara lebih kuat dan yang mengejutkan, volume materi abu-abu mereka di wilayah jaringan default lebih besar. Kesepian juga berkorelasi dengan perbedaan di forniks, yaitu ikatan serabut saraf yang membawa sinyal dari hipokampus ke jaringan default. Pada orang yang kesepian, struktur saluran serat ini lebih terjaga.

Manusia menggunakan jaringan default ini ketika mengingat masa lalu, membayangkan masa depan atau memikirkan masa kini. Fakta bahwa struktur dan fungsi jaringan ini secara positif terkait dengan kesepian mungkin oleh karena mereka yang kesepian lebih cenderung menggunakan imajinasi, ingatan masa lalu atau harapan masa depan untuk mengatasi isolasi sosial mereka.

Dengan tidak adanya kegiatan sosial yang dibayangkan dan diinginkan, individu yang kesepian mungkin bias terhadap pikiran yang diarahkan secara internal seperti mengenang atau membayangkan kegiatan sosial. Para peneliti mengerahui bahwa  tahu kemampuan kognitif tersebut dimediasi oleh wilayah jaringan otak default. Sehingga fokus yang meningkat pada refleksi diri, dan kegiatan sosial yang mungkin dibayangkan akan secara alami melibatkan fungsi berbasis memori dari jaringan default.

Kesepian kini semakin diakui oleh banyak ahli sebagai masalah kesehatan utama. Dalam suatu penelitian sebelumnya, ditunjukkan bahwa orang lansia yang mengalami kesepian memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penurunan kognitif dan demensia. Memahami bagaimana kesepian memanifestasikan dirinya di otak bisa menjadi kunci untuk mencegah penyakit saraf dan mengembangkan perawatan yang lebih baik. Kini para peneliti baru mulai memahami dampak kesepian pada otak. Dengan memperluas pengetahuan di bidang tersebut, para peneliti dapat lebih memahami urgensi untuk mulai mengurangi tingkat kesepian di dalam masyarakat saat ini.

Sumber:

Situs sciencedaily. Materi awal berasal dari McGill University

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA