Bagaimana Super Flares Mempengaruhi Kemampuan Planet untuk Dapat Ditinggali

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Penelitian dari para peneliti tersebut memperluas dari studi yang sebelumya pernah dilakukan yang befokus sebagian besar pada suhu dari flare dan radiasi yang berasal hanya dari segelintir super flare dari beberapa bintang.

Sinar Ultraviolet yang berasal dari stellar flares besar dikatakan dapat menghancurkan kemampuan planet untuk dapat ditinggali. Suatu studi baru dari University of North Carolina di Chapel Hill akan membantu para astrobiologists untuk mengerti seberapa besar radiasi yang diterima oleh sebuah planet ketika terjadi super flares dan apakah dimungkinkan untuk kehidupan untuk ada pada dunia di luar tata surya milik kita.

Super flares merupakan suatu ledakan energi yang memiliki ukuran 10 hingga 1,000 kali lebih besar bila dibandingkan dengan ledakan terbesar dari matahari kita. Flares ini dapat menghujani sebuah planet dengan sinar ultraviolet yang cukup besar hingga dapat menghancurkan kesempatan untuk sebuah bentuk kehidupan bertahan di planet tersebut.

Para peneliti dari UNC-Chapel Hill untuk pertama kalinya melakukan pengukuran temperatur dari sampel besar dari super flares dari bintang, dan flares tersebut memiliki kemungkinan besar mentransmisikan sinar ultraviolet. Temuan dari penelitian tersebut, yang telah dipublikasikan pada 5 Oktober yang lalu di Astrophysical Journal, memungkinkan para peneliti untuk memberikan batas dari planet yang dapat ditinggali yang telah menjadi target misi pencarian planet.

Penulis utama studi, Ward S. Howard, seorang mahasiswa doktoral di Departemen Fisika dan Astronomi di UNC-Chapel Hill mengatakan bahwa dirinya dan para peneliti lain menemukan bahwa planet-planet yang mengorbit bintang muda mungkin mendapatkan tingkat radiasi UV yang menghalangi untuk tumbuhnya kehidupan, meskipun beberapa mikro-organisme mungkin dapat bertahan hidup.

Howard dan peneliti-peneliti lainya di UNC-Chapel Hill menggunakan susunan teleskop Evryscope UNC-Chapel Hill dan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) NASA untuk secara bersamaan mengamati sampel terbesar super flares.

Penelitian dari para peneliti tersebut memperluas dari studi yang sebelumya pernah dilakukan yang befokus sebagian besar pada suhu dari flare dan radiasi yang berasal hanya dari segelintir super flare dari beberapa bintang. Dalam usaha guna memperluas penelitian, para peneliti menemukan suatu hubungan statistik antara ukuran super flare dan suhu darinya. Temperatur tersebut dapat memprediksi jumlah radiasi yang memiliki potensi untuk menghalangi terbentuknya kehidupan di permukaan planet.

Super flares biasanya akan memancarkan sebagian besar radiasi UV mereka selama periode puncak cepat yang berlangsung hanya lima hingga 15 menit. Pengamatan dari Evryscope dan TESS secara simultan diperoleh pada interval dua menit, yang memastikan beberapa pengukuran dilakukan selama puncak setiap super flares.

Ini adalah kali pertama suhu sampel super flares sebesar itu dipelajari. Frekuensi dari pengamatan memungkinkan tim untuk menemukan jumlah waktu super flares untuk dapat “memasak” suatu planet yang mengorbit dengan radiasi UV yang intens.

Flares yang diamati telah memberikan informasi pada TESS Extended Mission untuk menemukan ribuan exoplanet di orbit sekitar bintang kerdi yang paling terang di langit. TESS sekarang menargetkan bintang flare dengan prioritas tinggi dari sampel UNC-Chapel Hill untuk dilakukan pengamatan yang lebih sering dan lebih teliti.

Nicholas M. Law, profesor fisika dan astronomi di UNC-Chapel Hill dan peneliti utama teleskop Evryscope yang merupakan rekan penulis mengatakan bahwa jangka panjang dari hasil tersebut dapat menginformasikan pilihan sistem planet yang akan diamati oleh James Webb Space Telescope NASA berdasarkan aktivitas flaring dari sistem tersebut.

Sumber:
Disadur dari situs sciencedaily. Materi berasal dari University of North Carolina at Chapel Hill. Note: Naskah telah mengalami penyesuaian gaya dan panjang.

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti