Bangkitlah Dari Dampak Corona

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Hidup adalah masalah. Tidak ada orang hidup yang bebas dari masalah.

Hidup dan masalah bagaikan badan manusia dengan dakinya. Seberapa pun sehari mandi, badan masih menyisakan daki.

Masalah ada 2 katagori, yaitu:

1. Masalah Terduga

Masalah terduga, pada umumnya tidak terlalu menjadi beban pikiran karena sudah diduga sebelumnya dan sudah diketahui jalan keluarnya. Misalnya penghasilan yang lebih kecil dibanding kebutuhan yang harus dikeluarkan. Walaupun masalah jenis ini terkadang berat dirasakan, tetapi karena kemunculan masalah sudah diketahui sebelumnya, maka daya tahan mental lebih siap sehingga tidak terlalu menggoncangkan pikiran karena sudah mempersiapkan diri cara mencari solusi.

2. Masalah Tidak Terduga

Masalah tidak terduga adalah datangnya selalu tiba-tiba dan di luar perkiraan.

Masalah tidak terduga pasti mengejutkan. Karenanya bagi yang sedang tertimpa, sering kali tidak siap mental.

Dampak terkecil adalah munculnya penyesalan dan kecewa, kesedihan mendalam. Dampak yang lebih besar adalah stres, depresi, hingga putus asa.

Jenis masalah tidak terduga antara lain tertimpa musibah apa pun bentuknya, termasuk yang sedang terjadi saat ini yaitu munculnya pandemi covid-19.

Pandemi covid-19 adalah musibah nasional bahkan dunia. Dampak negatifnya luar biasa. Yang paling masif dampak buruk musibah covid-19 adalah terguncangnya sendi-sendi ekonomi masyarakat.

Entah ada berapa banyak korban ekonomi yang dialami masyarakat akibat pandemi yang datangnya tak disangka sangka.

Saat ini dan beberapa waktu ke depan akan bermunculan korban musibah guncangnya ketahahan mental masyarakat yang kehilangan penghasilan akibat corona.

Ke depan jumlah masyarakat yang mengidap gangguan mental seperti sikap pesimistis, stres, depresi dan putus asa akibat kesulitan ekonomi pasti akan semakin bertambah.

Karenanya bertepatan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), saya akan memberikan tips agar selamat melewati krisis ekonomi bagi yang terdampak dari wabah corona.

JANGAN KECIL HATI, MESKI SEDANG KESULITAN REZEKI

“Sungguh Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki” QS 34: 36

Ayat di atas sebagai penegasan bahwa kaya miskinnya seseorang, luas sempitnya rezeki manusia BUKAN DITENTUKAN OLEH KEMAMPUAN yang bersangkutan. Tapi mutlak ketentuan Allah. Manusia hanya mampu berusaha, tapi tidak akan mampu menentukan, apakah kerja kerasnya membuahkan hasil atau justru sebaliknya.

Karenanya, jangan lupa diri ketika diluaskan rezeki, dan jangan kecil hati pada saat disempitkan rezeki seperti saat ini.

Yang namanya ujian dari Allah berupa musibah corona datang secara tiba-tiba dan di luar perhitungan. Bagi yang tidak siap mental menghadapi, pastilah penderitaan memenuhi isi hati sehingga putus asa akan menghampiri.

Ujian kehidupan ibarat melintasi kubangan jalan berlumpur dalam sebuah perjalanan. Seberat apa pun medan berlumpur, jika dijalani dengan tenang, senang, lapang maka rintangan pasti bisa ditaklukkan.

Tapi jika dihadapi dengan pesimistis, sesal dan mencari kambing hitam, maka selain batin tersiksa, risiko gagal pun sudah terjadi.

Begitulah kiranya apabila sedang menghadapi ujian kehidupan berusaha bersikap tenang, senang, lapang penuh keyakinan, pastilah semuanya akan terselesaikan dengan nyaman.

Tapi jika diratapi dan disesali maka dijamin pasti menderita.

Ingatlah janji Allah di dalam QS 94 “maka sesungguhnya bersama kesulitan ADA KEMUDAHAN sesungguhnya bersama kesulitan ADA KEMUDAHAN

Allah juga mengingatkan lewat QS 2 : 216 yang artinya “Tetapi boleh jadi kamu MENYUKAI sesuatu padahal itu TIDAK BAIK bagi kamu dan boleh jadi kamu MEMBENCI sesuatu padahal itu BAIK bagi kamu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”

Guncangnya stabilitas ekonomi keluarga merupakan kesulitan dan tidak disukai oleh siapa pun. Tapi jangan terlalu kecewa dan jangan putus asa. Karena Allah berjanji akan memberikan kemudahan di balik kesulitan.

Kesulitan ekonomi memang tidak disukai siapa pun. Tapi Allah Maha Penyayang. Dari yang tidak kita sukai itu, yakinlah bahwa Allah pasti menyiapkan rahmat yang akan dihadiahkan.

Waspadalah. Virus “Sesal” Perusak Bahagia

Penyebab hati menderita pada umumnya bukan sumber masalah yang menimpa, tapi sikap menyesali penyebab ujian terjadi yang menjadi penyebab hati menderita.

Cara Cerdik dan Cerdas Menghadapi Kesulitan Ekonomi

Bersandarlah pada 3 tiang penopang yang kokoh kuat karunia Allah yang diberikan kepada setiap manusia.

Tiga tiang penopang itu ialah : SABAR, SYUKUR, IKHLAS (SASYUIK)

SABAR

Adalah kemampuan mengendalikan emosi dan penyesuaian diri terhadap keadaan yang sedang dialami.

Caranya, pandanglah jauh ke depan bahwa kesulitan yang sedang terjadi adalah proses yang harus ditempuh menuju pertolongan Allah.

Allah berjanji. Orang yang SABAR akan DITOLONG Allah.

SYUKUR

Wujud sikap syukur adalah merasa senang terhadap nikmat Allah yang dialami. Kesulitan ekonomi secara lahir memang tidak menyenangkan. Tapi secara batin, sesungguhnya besar manfaatnya dan perlu disambut syukur dan senang.

Kalau ingin merasakan manisnya gula, minumlah lebih dulu pahitnya jamu.

Untuk memunculkan rasa syukur pada saat dalam kesulitan, pandanglah ke bawah. Bahwa di sekitar Anda masih jauh lebih banyak orang yang hidupnya lebih menderita dibanding Anda.

Allah berjanji akan menambah-nambah nikmat Nya bagi orang yang bersyukur.

IKHLAS

Adalah kemampuan untuk mengosongkan hati dari gejolak hawa nafsu dan pamrih yang berlebihan.

Sikap berlebihan menyesali keadaan serta kecewa mendalam dalam menghadapi kesulitan keuangan, justru sangat merugikan diri sendiri.

Ketahuilah bahwa perasaan negatif seperti kecewa, sesal, kesal, pesimistis, dan putus asa akan menjadi magnet quantum untuk menarik sesuatu dari alam semesta yang sama sifatnya. Akibatnya yang akan datang dalam kehidupan adalah keburukan dan penderitaan.

Kesulitan bukan untuk dipikirkan karena akan menambah berat derita yang dirasakan. Supaya kesulitan berubah menjadi kemudahan, tak usah dipikirkan. Jalani saja yang sedang terjadi, niscaya kesulitan selain akan terasa ringan, juga tak terasa akan mempercepat mendapatkan kemudahan.

Alihkan suasana pikiran dari memandang negatif terhadap kesulitan diubah ke arah positif, bahwa kesulitan yang sedang dihadapi sesungguhnya dibutuhkan sebagai tebusan untuk mendapatkan kemudahan.

Hadapilah kesulitan ekonomi seperti kemampuan menahan haus dan lapar menjalankan ibadah puasa.

Tak dipikirkan, tak dirasakan haus laparnya, dan memanfaatkan waktu diisi dengan berbagai kegiatan, percaya deh seolah waktu berbuka begitu cepat tiba. Allah akan menjamin bagi yang ikhlas akan diberikan kesuksesan.

Bersemangatlah menghadapi ujian kehidupan pasca wabah yang melanda, yakinlah di balik kesulitan ADA KEMUDAHAN. Di balik wabah corona, akan Allah berikan hadiah istimewa. Asal mampu bersikap sabar, syukur, ikhlas (sasyuik) menjalani ujian kehidupan. Insya Allah

Salam Sasyuik

Kampung Sasyuik, 20 Mei 2020

Hamka Suyana

Hamka Suyana

Motivator Dengan Manajemen Sasyuik.

Terbaru

Ikuti