Ditulis oleh 3:38 pm KABAR

Baznas Kota Yogyakarta Raih WTP Sembilan Tahun Berturut-turut

Pungutan ZIS dan DSKL tahun 2019/1440 meningkat 11,49% menjadi Rp. 5.965.358.058.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2011-2019, mendapatkan opini wajar/WTP dalam pengelolaan zakat, infaq, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS DSKL). Pengelolaan ZIS DSKL Baznas Kota Yogyakarta telah diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP). Sedangkan sejak tahun 2018 telah dilakukan pendampingan audit syariah oleh Kementerian Agama dan mendapat predikat “A” nilai “98”.

Sesuai dengan ketentuan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, diharuskan kepada pengelola ZIS, setiap akhir tahun melakukan audit syariah oleh Kementerian Agama dan Audit Keuangan oleh Kantor Akuntan Publik.

BAZNAS Kota Yogyakarta pertama kali melakukan pengelolaan ZIS DSKL tahun 2010. Dalam kurun waktu sepuluh tahun (2010-2019) capaian kinerja terus mengalami peningkatan. “Pungutan yang awalnya sekitar Rp. 2,1 milyar tahun 2010, menjadi Rp. 5,9 milyar pada 2019,” jelas Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta, Drs. H. Syamsul Azhari.

Menurut Syamsul Azhari, pada tahun 2019/1440, pungutan dan pentasharufan/pendistribusian ZIS dan DSKL terlaksana dengan baik. ZIS dan DSKL terkumpul sejumlah Rp. 5.965.358.058 (lima milyar sembilan ratus enam puluh lima juta tiga ratus lima puluh delapan ribu lima puluh delapan rupiah), dengan rincian, zakat Rp.4.735.104.276, infaq/sedekah Rp.1.169.326.782 dan DSKL Rp. 60.927.000.

“Mengalami kenaikan sebesar 11,49% dibandingkan dengan pungutan tahun 2018/1439,” ujarnya.

BAZNAS Kota Yogyakarta mengarahkan pentasharufan/pendistribusian ZIS dan DSKL pada lima program pokok yakni: Pertama, program Yogya taqwa. Pentasharufan zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) diarahkan untuk peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengalaman ajaran Islam. Meningkatkan ketersediaan sarana prasarana tempat ibadah/madrasah dan penguatan syiar Islam. Prioritas pentasharufan yakni pemberian bantuan jariah/SPP santri kurang mampu TKA/TPA/MADIN.

Kedua, program Yogya Cerdas. Pentasharrufan ZIS untuk mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas peserta didik kurang mampu tingkat TK/RA s.d. SMA/MA/SMK. Ketiga Program Yogya Sejahtera.Pentasharrufan ZIS untuk peningkatkan ekonomi jamaah, khususnya yatim, dhuafa, difabel, ustadz, penyuluh, penjaga masjid dan mualaf kurang mampu.

Keempat, Program Yogya Sehat. Pentasharufan ZIS DSKL untuk membantu masyarakat kurang mampu yang terkenan musiban. Kelima, Program Yogya Peduli. Pentasharrufan ZIS untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu yang terkena musibah. Prioritas pentasharrufan pada kepala keluarga kurang mampu yang terkena musibah sakit.

Lebih lanjut, Syamsul Azhari mengatakan bahwa pengelolaan ZIS DSKL dilakukan sesuai azas BAZNAS Kota Yogyakarta. Azas tersebut yakni amanah, pengelolaan ZIS DSKL dilakukan sesuai tuntunan syar’i dan regulasi. Profesional yaitu pengelolaan ZIS DSKL dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang benar. Kemudian azas transparan, sehingga masyarakat dapat mengetahui ketentuan dan informasi dengan cepat dan mudah.

“Terakhir yakni azas akuntabel. Pengelolaan ZIS DSKL dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan perundangan,” tandas Syamsul Azhari.

(Visited 66 times, 1 visits today)
Last modified: 18 April 2020
Close