Belajar dari Covid-19: Refleksi Hardiknas 2020 dan Permasalahan Pembelajaran Daring

Oleh: Dr. Rasto, M.Pd.

Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari Covid-19

Pernyataan diatas adalah kutipan pidato yang disampaikan oleh Meteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya dalam rangka peringatan hari pendidikan nasional tahun 2020. Pernyataan tersebut tentunya sudah mewakili gambaran kondisi pendidikan terkini di Indonesia yang penuh keprihatinan. Pernyataan Pak Menteri juga mengandung sebuah harapan besar, khususnya bagi para guru untuk terus melakukan inovasi dan bereksperimen dalam pembelajaran, salah satunya dengan memanfaatkan IT, sehingga peserta didik tetap belajar walaupun sedang diuji dengan adanya pandemi Covid-19.

Negara-negara di dunia juga mulai pertengah Februari 2020 menghadapi masalah yang sama dengan negara Indonesia, yaitu sedang diuji dengan adanya pandemi Covid-19. Pandemi yang berawal dari kota Wuhan-China ini telah menewaskan puluhan ribu orang di tiap negara, sebagai contoh di Amerika Serikat kematian akibat Covid-19 telah tembus 62.000 orang. Sedangkan data terbaru di Indonesia yang disampaikan oleh ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19, Sabtu (2/5/2020) terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif menjadi 10.843 orang, sedangkan yang dinyatakan sembuh menjadi 1.665, dan yang meninggal 831 orang.

Baca juga: Tiap Rumah Adalah Sekolah

Dampak adanya Covid-19 sangat dirasakan oleh semua elemen masyarakat dan seluruh bidang kehidupan, salah satunya dalam bidang pendidikan. Pada bidang pendidikan, mulai awal bulan Maret kegiatan belajar mengajar sudah tidak dilaksanakan lagi secara tatap muka di sekolah. Peserta didik harus berada di rumah (stay at home) dan belajar dari rumah (learn from home) melalui pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online. Guru-guru juga harus bekerja dari rumah (work from home) dalam upaya mengurangi dan mencegah penularan Covid-19, hal ini juga sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah dan pusat.

Kegiatan daring juga, dilaksanakan dalam peringatan “Hari Pendidikan Nasional tahun 2020” dilaksankan dengan penuh kesederhanaan dan diberbagai daerah melaksanakan upacara hardiknas dalam keperihatinan. Contohnya di Provinsi Jawa Barat, peringatan hari pendidikan nasional tingkat Provinsi Jawa Barat dengan dilaksanakannya video conference dengan tema “Belajar dari Covid-19”. Pemateri dalam kegiatan tersebut, Gubernur, wakil Gubernur, Sekretaris daerah dan kepala dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Covid-19 telah merubah segalanya, dalam kegiatan belajar mengajar yang awalnya dilaksanakan secara tatap muka di sekolah, kemudian diubah dengan pembelajaran secara daring. Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran daring diantaranya, ada sebagaian peserta didik yang belum memiliki hand phone, masalah jaringan internet, dibeberapa daerah masih banyak peserta didik belum terbiasa dengan pembelajaran daring, masalah kompetensi guru yang belum menguasai IT dan ada sebagian orang tua yang terkendala dengan keuangan untuk membeli kuota internet serta ketidaksabaran orang tua ketika mendampingi anak-anaknya belajar di rumah.

Ada sebagian orang tua yang terkendala dengan keuangan untuk membeli kuota internet.

Sesuai tema Hardiknas tahun 2020 “Belajar dari Covid-19”, maka Solusi yang bisa saya sarankan dari permasalahan pembelajaran daring antara lain: Pertama, Pemerintah punya kewajiban untuk memenuhi delapan standar minimal pendidikan di seluruh wilayah Republik Indonesia, khususnya standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan dan standar pendidik dan tenaga pendidikan.

Kedua,  Peran aktif masyarakat dan perusahaan di sekitar lingkungan sekolah sangat dibutuhkan, khususnya dalam memenuhui kekurangan keuangan sekolah dalam pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, hal ini karena anggaran dari pemerintah pusat untuk bidang pendidikan terbatas.

Ketiga,  Pihak Sekolah, Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di sekolah dalam pembuatan anggaran belanja sekolah, didorong untuk pengadaan sarana dan prasarana pemenuhuan pembelajaran berbasis IT.  

Keempat, Tenaga pendidik, yaitu guru harus terus belajar dan meningkatan kompetensi pengetahuan dan ketrampilannya tentang berbagai metode dan strategi pembelajaran berbasis daring dan berbagai aplikasi yang menunjang untuk pembelajaran. Peningkatan yang dilakukan oleh guru,  bisa dilakukan dengan melalui diklat-diklat daring, ataupun belajar secara mandiri melalui youtube

Kelima, Peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar harus sudah terbiasa menggunakan metode daring, seperti dalam kegiatan proses kegiatan belajar mengajar dan pengumpulan  tugas–tugas peserta didik.

Di balik musibah Covid-19, ada banyak hal yang bisa kita ambil hikmahnya. Pentingnya kolabarasi yang sinergi antara pemerintah, sekolah dan masyarakat, menjadi sangat penting untuk terus ditingkatkan guna peningkatan mutu pendidikan. Wabah ini juga, menyadarkan orang tua bahwa tidak mudah untuk menjadi guru di sekolah dan bagi guru sendiri, wabah ini menjadi evaluasi diri tentang penting peningkatan kompetensi dan penguasaan berbagai model dan strategi pembelajaran, khususnya pembelajaran daring.

(Visited 571 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020