Ditulis oleh 8:20 am KABAR

Benang Merah Hari Kebangkitan Nasional 1948 & 2020

Jika dahulu, semua orang mengangkat senjata, mengorbankan seluruh tumpah darahnya untuk mempertahan kemerdekaan Indonesia dari ancaman Belanda yang berkeinginan menjajah kembali Indonesia.

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di peringati setiap tanggal 20 Mei. Peringatan Harkitnas merujuk pada kelahiran organisasi perhimpunan kebangsaan yang pertama yaitu Boedi Oetomo. Organisasi Boedi Oetomo sendiri mempunyai tujuan untuk menyatukan rakyat, agar dapat mewujudkan suatu bangsa yang besar dan kuat. Namun, pada tahun 2020 ini, peringatan Harkitnas bisa kita maknai kembali dengan merujuk pada kondisi bangsa dan negara Indonesia yang sedang bekerja bersama melawan pandemi corona.

Jika kita melihat kembali sejarah bangsa Indonesia, dengan membuka lembaran demi lembaran saksi bisu perjalanan bangsa. Kita akan mengetahui bahwa peringatan pertama kali Harkitnas terjadi pada tahun 1948. Peringatan 40 tahun harkitnas (saat itu istilahnya Kebangunan Nasional) digelar pada 20 Mei 1948 di Istana Kepresidenan, Yogyakarta, yang dipimpin langsung oleh Presiden Sukarno.

Pada pidato 40 tahun Harkitnas, Presiden Sukarno menegaskan perlu adanya kekuatan massa untuk mendukung perjuangan politik, dan juga menggalang persatuan nasional. Dua hal itu perlu dilakukan lantaran di tahun-tahun paska proklamasi kemerdekaan, Indonesia yang masih seumur jagung dalam keadaan bahaya.

Belanda yang membonceng sekutu berusaha kembali menjajah Indonesia. Melalui Agresi Militer I dan II sebagai upaya penjajahan kembali. Namun, para pemimpin bangsa Indonesia, yang salah satunya menggunakan momentum pendirian Boedi Oetomo dengan menjadikannya Hari Kebangkitan Nasional, membuat kita sampai detik ini merasakan kemerdekaan Indonesia.

Perayaan Kebangkitan Nasional 1948 itu juga menjadi simbol, ketika terdapat ancaman terhadap kedaulatan bangsa, jalan satu-satunya untuk menggagalkan ancaman tersebut adalah adanya persatuan nasional. Kekuatan dari anak semua bangsa menjadi kunci keberhasilan Indonesia menggagalkan Agresi militer Belanda paska kemerdekaan tersebut.

Terdapat benang merah antara perayaan pertama kali Harkitnas di tahun 1948 dengan kondisi bangsa dan negara Indonesia hari ini. Benang merahnya adalah bangsa ini sedang mengalami “ancaman”. Jika di tahun 1948, ancamannya nyata di hadapan kita, yang terlihat di depan mata, dan dirasakan oleh indera kita. Sementara ancaman di tahun 2020 ini adalah adanya virus bernama virus corona atau yang lebih dikenal dengan Corona Virus Disease 19 (Covid-19).

Ancaman Covid-19 yang tidak nampak oleh indera kita ternyata memberikan bahaya, yang bisa jadi sama namun tak serupa dengan ancaman penjajahan kembali di masa lalu tersebut.  Dimana bangsa kita sedang berjuang melawan pandemi corona yang sudah berdampak pada berbagai macam sendi kehidupan. Dari dampak yang dirasakan oleh negara sampai dampak bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung kita sudah merasakan dampak dari adanya pandemi corona.

Lalu bagaimana kita sebagai bagian dari masyaraat Indonesia untuk berperan di tengah pandemi corona? Pertanyaan ini yang sekiranya bisa saya jawab sebagai seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Atas, sekaligus sebagai ibu rumah tangga. Apalagi ketika berbicara dalam posisi sebagai ibu rumah tangga mestinya memiliki peran yang signifikan di tengah pandemi corona.

Jika dahulu, semua orang mengangkat senjata, mengorbankan seluruh tumpah darahnya untuk mempertahan kemerdekaan Indonesia dari ancaman Belanda yang berkeinginan menjajah kembali Indonesia. Maka sekarang Ibu rumah tangga, juga bisa mengambil peran di tengah pandemi, bahkan perannya juga akan cukup sentral dengan menjaga keluarganya.

Selama pandemi, seorang ibu rumah tangga termasuk saya, mencoba untuk memberikan pendidikan kepada keluarga tentang arti penting dari sikap waspada selama corona. Apalagi ketika kita menilik pemberitaan tentang pandemi, baik itu oleh media nasional maupun media lokal yang hampir setiap saat selalu memberitakan tentang Covid-19. Media seperti televisi, koran, media online, sampai sosial media seperti di Facebook, Instagram, Youtube, Whatsapp, dan platfom lainnya juga tidak ketinggalan memberitakan tentang corona.

Informasi yang cukup banyak dan beragam isinya dari berbagai media, membuat kita merasa cemas dan cenderung was-was lantaran “overdosis” informasi. Akibatnya adalah pikiran terlalu fokus pada Covid-19. Sebagai seorang ibu rumah tangga, tentunya harus menginisiasi bahwa pandemi ini memang membahayakan, namun jangan terlalu dipikirkan.

Meredamkan pikiran kepada anggota keluarga lainnya bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga seperti saya ini. Bagaimana menjelaskan kepada anggota keluarga lainnya, bahwa corona itu tidak membahayakan, asalkan kita bisa menjaga kesehatan, kebersihan, disiplin terhadap anjuran pemerintah, dan mengkonsumsi informasi tentang corona secukupnya saja.

Sebagai garda terdepan dalam menjaga keluarga di tengah pandemi, ibu rumah tangga tentunya harus bersikap bijak dalam memberikan penjelasan, misalnya saja memberikan teladan bagi anak-anak dan anggota keluarga lainnya untuk selalu menjaga kebersihan, menggunakan masker, dan mengontrol asupan makanan.

Kesadaran tentang ibu rumah tangga yang bisa berperan serta di tengah situasi pandemi perlu kita gelorakan bersama. Seperti halnya ketika tahun 1948, semua rakyat Indonesia bersatu padu untuk mengusir Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia, kali ini gerakan ibu rumah tangga menjaga keluarga di tengah pandemi harus dikobarkan.

Sudah saatnya ibu rumah tangga bersatu, dan memiliki kesadaran melawan Covid-19. Jika ibu-ibu rumah tangga sudah bersatu untuk memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga keluarga di tengah Covid-19 niscaya bisa melihat Indonesia terlepas dari bahaya pandemi Covid-19. Maka momentum Hari Kebangkitan Nasional 2020, bisa kita ambil saripati spiritnya dari perayaan Hari Kebangkitan Nasional 1948, dimana kita sama-sama berjuang, bersatu, membebaskan Indonesia dari bahaya yang mengancam kedaulatan bangsa.

(Visited 136 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 20 Mei 2020
Close