24.1 C
Yogyakarta
16 September 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Benarkah Wabah Covid-19 Segera Akan Berakhir Pada Juni 2020?

Pemerintah memprediksi kasus virus corona Covid-19 di Indonesia selesai pada Juni 2020 mendatang. Tentu ini merupakan kabar baik yang ditunggu-tunggu. Masalahnya, apa dasar dari prediksi tersebut? Dan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat terhadap prediksi tersebut?

Tentu apa yang disampaikan oleh pemerintah, dalam hal ini melalui Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, perlu dibaca dengan cermat. Apa yang disampaikan bukan suatu harapan atau sekedar upaya untuk menghibur atau untuk menyenangkan warga yang berada dalam ketidakpastian, atau sekedar memberi optimisme pada dunia usaha yang sudah berada di ujung tanduk, melainkan suatu prediksi bersyarat.

Apa yang paling penting dibaca tentu adalah syarat pokoknya. Dengan demikian Gugus Tugas Penanganan Covid-19, bukan sekedar menyodorkan prediksi, tetapi mengajak seluruh warga untuk mewujudkan prediksi tersebut. Artinya, yang diajukan adalah target capaian. Dan target tersebut hanya bisa dicapai jika digunakan strategi yang tepat. Bukan hanya strategi yang tepat, tetapi juga implementasi yang penuh disiplin. Suatu taktik yang cerdas dan bijak. Secara diam-diam, hendak dikatakan bahwa tokoh utama penyelesaian wabah adalah warga sendiri.

Adapun langkah utama yang akan dilakukan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dan hal tersebut harus benar-benar mendapatkan dukungan penuh masyarakat adalah testing, tracing, dan isolasi. Pada yang pertama berarti upaya untuk memperluas tes Covid-19 melalui polymerase chain reaction (PCR), dengan cara diantaranya memperbanyak laboratorium dan memproduksi reagen sendiri. Kedua, melakukan pelacakan (contact tracing) berdasarkan data yang ada dan tentu membuat pemetaan yang kongkrit. Dan ketiga melakukan upaya isolasi untuk mengendalikan penyebaran. Strategi ini hanya akan punya makna jika dijalankan secara disiplin dan masyarakat juga secara disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Sangat disadari bahwa langkah menjalankan protokol kesehatan tidak mudah, oleh karena ada kebutuhan dasar sehari-hari yang harus dipenuhi. Pada titik inilah kita merasa penting suatu upaya bersama untuk mengatasi masalah kehidupan sehari-hari selama masa sulit ini. Apa yang kini tengah di rintis di Jakarta, melalui gerakan Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB), barangkali dapat menjadi solusi. Karena solusi atas pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari, akan makin memungkinkan dijalankan protokol kesehatan secara penuh disiplin dan tanggung jawab. Dengan itu semua, barangkali kita optimis bahwa wabah akan dapat dikendalikan dan dalam waktu tidak lama, kehidupan akan kembali normal. Suatu kehidupan baru yang penuh dengan nilai-nilai kebersamaan.

(t.red)

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA