34.8 C
Yogyakarta
18 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
SAINS

Berapa Lama Suatu Spesies Bertahan Sebelum Akhirnya Punah?

Seperti yang diketahui dari berbagai macam fosil yang ditemukan, bahwa banyak spesies yang pernah tinggal di Bumi ini yang telah menuju kepunahan. Bahkan di era modern banyak hewan yang juga tengah di ambang kepunahan. Bila kita melihat contoh seperti paus biru, mamalia terbesar di Bumi. Hewan ini telah mengarungi lautan Bumi selama kurang lebih 4.5 juta tahun lamanya. Sedangkan Neanderthal, salah satu spesies manusia purba hanya hidup selama beberapa ratusan ribu tahun sebelum masuk ke jurang kepunahan. Apakah rentang hidup dari dua spesies ini juga mencerminkan spesies lain? Berapa lamakah suatu spesies bertahan hidup sebelum punah?

Jawaban pertanyaan tersebut mungkin akan berbeda sekarang daripada dahulu. Dengan adanya kerusakan lingkungan, perubahan iklim dan berbagai macam faktor lainnya, banyak tanaman dan hewan yang telah menuju ke pintu kepunahan dengan kecepatan yang tinggi. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa kita terlah berada pada kepunahan ke enam. Akan tetapi, bahkan pada waktu dimana bumi masih tenang tanpa semua kerusakan tadi, jawaban atas pertanyaan tersebut juga beragam untuk setiap spesies. Berdaraskan jurnal People & the planet, untuk mamalia, rata-rata suatu spesies hidup selama 1 juta hingga 2 juta tahun lamanya. 

Rata-rata tersebut, namun demikian, tidak berlaku selama semua periode geologi dan untuk semua mamalia. Rata-rata mamalia yang hidup dalam era Kenozoikum (65 juta tahun yang lalu hingga saat ini) adalah 3,21 juta tahun, dengan mamalia yang lebih besar bertahan lebih lama daripada mamalia yang lebih kecil. Untuk spesies invertebrata, memiliki ketahan yang jauh lebih besar, mereka rata-rata bertahan antara 5 juta hingga 10 juta tahun.

Meski demikian, angka-angka yang dikeluarkan ini mengandung kontroversi. Para ilmuwan tidak sepakat mengenai lamanya waktu rata-rata sebuah spesies dalam kategori apa pun bertahan hidup sebelum punah. Catatan fosil memberikan dokumentasi mengenai kapan suatu spesies muncul dan juga kapan spesies tersebut punah. Akan tetapi margin of error-nya sangat lebar oleh karena kondisi fosil tersebut haruslah sempurna untuk membentuk fosil, sedangkan kondisi tersebut tidak selalu ada saat spesies tersebut muncul. Dan statistik umur panjang tersebut tidak terlalu berguna. Para ahli lebih suka memikirkan kepunahan sebagai berapa banyak spesies yang punah setiap hari, atau bulan, atau tahun, oleh karena hal tersebut dianggap lebih mudah. Hal ini dikarenakan terdapat spesies yang dapat berusia sangat tua dan ada juga yang berusia pendek.

Tingkat kematian spesies tersebut, disebut sebagai tingkat kepunahan latar belakang (background extinction rate), juga diperdebatkan para ahli. Para ahli menempatkan angka bersejarah, angka tersebut mencakup seluruh masa, tidak termasuk kepunahan massal, pada sekitar satu kepunahan spesies per 1 juta spesies per tahun. Apa maksudnya? Artinya jika terdapat satu juta spesies di planet ini, satu spesies akan punah setiap tahun. Untuk perbandingan, dalam sebuah studi di jurnal PLOS Biology, ada sekitar 8,7 juta spesies di planet ini saat ini. Namun, para ahli lainnya memberi perkiraan yang berbeda.

Tingkat kepunahan saat ini dihitung lebih tinggi daripada prediksi manapun tentang masa lalu, yakni sekitar 1.000 kali lebih banyak dari perkiraan tingkat kepunahan latar belakang yang ada. Akan tetapi, tidak semua ahli setuju mengenai bagaimana kepunahan spesies dipercepat sekarang. Beberapa ahli memperkirakan bahwa tingkat kepunahan saat ini hanya 100 kali lebih cepat atau, di sisi lainnya, 10.000 kali lebih cepat.

Terdapat beberapa alasan mengapa terdapat banyak variasi perkiraan tingkat kepunahan. Para ahli berpendapat bahwa tingkat kepunahan didasarkan pada berapa banyak spesies di Bumi dan seberapa cepat mereka punah, dan tidak ada yang benar-benar tahu jawaban untuk dari pertanyaan tersebut. Sekitar 90% spesies hidup, sebagian besar serangga, kemungkinan tidak dimasukkan dalam tingkat ini. Dan jika para peneliti tidak mengetahui bahwa suatu spesies ada, mereka juga tidak akan tahu bahwa spesies tersebut punah. Komplikasi lainnya adalah sulinyat untuk mengetahui kapan suatu spesies mati. Tidak diamatinya suatu spesies tidak berarti mereka telah punah. Perhitungan untuk hal ini menjadi lebih sulit ketika suatu spesies punah di alam liar, akan tetapi masih ada di kebun binatang.

Namun, satu hal yang disepakati para ahli adalah bahwa tingkat kepunahan modern terlalu tinggi. Setiap spesies beradaptasi secepat yang mereka bisa dengan perubahan, akan tetapi mereka akan segera kalah jika tidak beradaptasi cukup cepat. Dan mereka akan punah.

Sumber:
Disadur dari situs livescience. Materi berasal dari Live Science. Naskah pertama kali ditulis oleh Tara Santora. Note: Naskah telah mengalami penyesuaian gaya dan panjang.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA