16.4 C
Yogyakarta
17 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KALAM

Berbahagialah Bagi yang Sedang Menerima Ujian, Karena Ujian Itu Investasi

Saya doakan semoga semua pembaca yang sedang menjalani beratnya ujian, diberikan kemampuan sabar syukur ikhlas. Postingan ini secara khusus saya tujukan kepada yang sedang mengalami kejadian yang mengecewakan atau menyedihkan sehingga gamang memandang kehidupan.

Namun bagi sedang berada di zona nyaman pun ada baiknya ikut membaca, barangkali ada gunanya. Karena sudah menjadi sunatullah kehidupan seperti roda yang berputar. Saat ini mungkin di atas, tapi ke depan ada waktunya berganti di bawah.

Ujian kehidupan berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, suasana rumah tangga yang sedang tertimpa prahara, kesempitan rezeki sehingga hidup seolah terjepit, kegagalan datang menghantam, atau sedang mengalami buruknya nasib, kehilangan yang dicintai, dan berbagai macam ujian lainnya, memang berat memikulnya.

Jangan kecil hati, jangan putus asa. Semua ada nilai dan harganya. Semua kesulitan adalah bernilai investasi.

Semua kesedihan akan dibayar dengan kebahagiaan.
Tapi tunggu waktu, jangan tergesa-gesa ingin melihatnya.
Semua ada prosesnya.
Tunggulah tiba limit waktu penderitaan tergantikan kebahagiaan.

Mungkin ada yang bilang, “Ujianku datang silih berganti. Ujian yang satu belum ada titik terang, disusul kemudian ujian lain datang menghantam. Nasibku kok begitu malang.”

jangan terlalu larut dalam kesedihan dan kekecewaan.

Wajar dan sangat manusiawi jika yang sedang mengalami bertubi-tubinya ujian akan menyebabkan gamang memandang masa depan dan nyaris putus harapan.

Bolehlah sedih dan duka menghadapinya. Tapi jangan terlalu larut dalam kesedihan dan kekecewaan.

Hidup tidak hanya sekarang. Masa depan masih panjang. Di sana cahaya terang benderang sudah menanti yang perlu disambut dengan semangat dan penuh harapan.

Jika Anda merasa, ujian datang silih berganti, berarti Anda sudah banyak berinvestasi.

Analoginya seperti petani menanam padi. Kalau sawahnya sempit, biaya, tenaga, dan waktu yang tersita tak seberapa. Tapi jika sawahnya luas dan tersebar di beberapa tempat, maka biaya, tenaga, waktu untuk berinvestasi jauh lebih besar.

Ingatlah pula investasi ala petani. Untuk menikmati hasil jerih payahnya, petani harus sasyuik menunggu beberapa bulan.

Dalam kurun waktu perkembangan tanaman, sang petani selalu bersikap tenang, senang, lapang meski jerih payahnya seolah hilang selama berbulan-bulan.

Jika tiba panen tiba, semua padi menguning pada masa yang sama.

Cuma ada bedanya. Bagi yang sawahnya sempit, panen padi cuma sedikit. Bagi yang sawahnya luas, panen padinya melimpah ruah. Semua tergantung besar kecilnya investasi yang ditanam.

Semoga analogi di atas mampu dipahami. Bahwa ujian berat yang menghantam bertubi-tubi. Bersyukur dan berbahagialah, nilai dan nominal kebahagiaan yang akan Anda panen pasti luar biasa, sebanding dengan pengorbanan yang Anda lakukan.

Cuma ingat. Syarat tetap berlaku yaitu jalani saja proses investasi dengan sabar syukur ikhlas (SASYUIK). Yakni berusaha bersikap tenang, senang, lapanglah menjalani ujian.

Anda pasti bisa! Semoga bahagia sukses selalu

Salam Sasyuik

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA