Berdamai dengan PJJ bagi Orangtua dan Siswa

1.10.3. Berdamai - Reza
Peran orangtua sangat penting dalam proses pembelajaran secara online. Oleh karena itu kesiapan mental dari orangtua harus dibangun secara mandiri.

Banyak hal yang bisa terjadi saaat pelajaran jarak jauh untuk pendidikan anak di rumah. Keadaan yang tak pernah dibayangkan dan dipersiapkan sebelunya tentang belajar di runah oleh guru maupun orang tua. Ketidaksiapan inilah yang nengakibatkan banyak stres terjadi baik guru, orangtua maupun siswa.

Stres tak hanya dialami oleh anak ketika melakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online. Atau bersekolah di rumah yang diterapkan dalam masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini. Orang tua pun bisa mengalami hal serupa. Bahkan lebih stres dari yang dialani anaknya.

Orang tua bisa stres? Karena dalam diri orangtua tidak punya kesiapan untuk melakukan pendampingan kepada putra putrinya. Pada diri orangtua timbulnya rasa gengsi jika harus belajar dengan anaknya, karena merasa sudah ada guru. Ada kalanya orang tua tidak terlalu memahami pelajaran yang dihadapi anak. Namun terkadang mereka memilih untuk menyembunyikan ketidaknapuan dan bersikap tidak jujur kepada sang anak.

Pendidikan disiapkan dan didapat tidak hanya dari guru atau di sekolah. Peran orangtua sangat penting dalam proses pembelajaran secara online. Oleh karena itu kesiapan mental dari orangtua harus dibangun secara mandiri. Supaya mendampingi anak dalam proses belajar online dapat berjalan dengan efektif dan menyenangkan.

PJJ bagi orangtua merupakan keadaan kontroversi yang dialami oleh orangtua saat ini. Saat sebelum adanya wabah, orang tua hanpir tak peduli dengan beban guru saat nenyampaikan pelajaran di sekolah. Bagaimana guru mendidik anak anak yang terkadang bandel. Orangtua selalu menuntut guru dengan hal-hal terlalu protektif terhadap anaknya.

Keadaan berbalik dengan belajar secara online. Beban orangtua tidak lagi harus menjadi ayah dan ibu. Tetapi juga harus bisa berperan sebagai guru. Bahkan sebagai teman untuk curahan hati sang anak. Bisa berlaku seperti sahabat, saudara, bahkan teman sebaya dengan anaknya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anaknya saat belajar ketika mengalami kesulitan belajar jarak jauh secara daring (online). Menurut keterangan KPAI, anak mendapatkan beberapa perlakuan yang tidak bisa dijadikan contoh dalan pendidikan. Ada beberapa orang tua di antaranya menggunakan kekerasan verbal, berbicara kasar bahkan kekerasan fisik seperti memukul saat belajar online.

Kesabaran orangtua menjadi modal utama agar anak tetap semangat belajar dan senang belajar. Yang perlu diperhatikan oleh orang tua, yang utama adalah keteraturan belajar. Tidak harus dituntut bisa semua mata pelajaran dan tugas untuk diselesaikan dengan benar atau sempurna.

Banyaknya pengeluaran untuk membeli quota internet merupakan masalah keuangan yang membebani pengeluaran. Hal ini juga bisa dengan mudah dapat membuat orangtua merasa bahwa anak-anak mereka membebani mereka. Ini menciptakan ketegangan, kemarahan, dan frustrasi. Dalam fase ini, orangtua rentan untuk menyalahgunakan perlakuan terhadap anak-anaknya.

Kita berdamai dengan keadaan seperti ini. Perlu diingat bahwa masalah yang ada tidak akan selesai hanya dengan melakukan kekerasan terhadap anak. Hal tersebut justru hanya akan menambah masalah, menambah beban psikologis bagi anak-anaknya.

Dampak PJJ bukan hanya terasa pada anak, tapi juga pada orangtua. PJJ memicu peningkatan biaya untuk sistem belajar daring. Orangtua merasa kesulitan dalam mendampingi anak belajar. Terutama bagi orang tua yang bekerja dan tetap ke kantor. Orangtua merasa kesulitan membuat anak disiplin. Orangtua sering merasa lelah memotivasi anak yang kehilangan semangat belajar.

Akan tetapi ada dampak positifnya pada anak. Mereka tidak menghabiskan waktu di luar runah sehingga waktu belajar lebih efektif. Mereka juga lebih aman dari situasi yang serba belum jelas. Dampak positif pada orangtua, mereka jadi lebih mudah mengobservasi atau memantau proses belajar anak.

Orangtua jadi lebih mengenal anaknya sendiri, terutama dalam hal akademik. Orangtua jadi tahu, bidang atau kompetensi apa yang dikuasai anak dan yang kurang dikuasai. Ayah dan ibu jadi tahu bagaimana mengembangkan kompetensi anak ke depannya. Ayah dan bunda dapat merasa aman karena anak ada di rumah.

Bagaimana Berdamai dengan PJJ.

Saat tidak bisa mengatasi keadaan yang rumit, sebaiknya orang tua cari bantuan yang bisa membantu keadaan terhadap anaknya. Orangtua tidak boleh memperlakukan anaknya saat di rumah dengan beban belajar seperti di sekolah. Orangtua harus bisa menahan emosi. Jangan galak saat menjadi guru di rumah, karena akan berdampak bagi rasa tak nyaman untuk anak dalam proses belajar jarak jauh.

Perlu ditumbuhkan adanya kesadaran orang tua, bahwa pendidikan terhadap anak tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lebih mengenal kepribadian anak menjadi strategi untuk menciptakan pola komunikasi yang baik dan efektif. Orangtua harus paham belajar dengan metode yang digemari sang anak gembira ketika melakukan proses belajar jarak jauh.

Orangtua juga diharapkan bisa menciptakan, menambah, dan menemukan suasana belajar yang menyenangkan. Sehingga anak tidak merasa bosan. Tapi merasa senang dan betah untuk belajar sendiri di rumah.

Baca juga: Apakah Ada yang Salah dalam PPDB 2020?

(Visited 127 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020