Ditulis oleh 7:31 am COVID-19

Berharap Hanya Pada Sang Kholiq Allah SWT

Ujian berupa wabah COVID-19, harusnya membuat kita bersama-sama menginstropeksi diri dan muhasabah diri pada Allah SWT.

Oleh. Murgiyanto, M.Pd.I

Dalam suasana saat ini, banyak orang yang tidak percaya ada suatu kejadian dapat merubah dan mempengaruhi kehidupan secara luas. ini merupakan ujian dan peringatan Allah SWT. Padahal semestinya kita harus bersyukur pada Allah, karena Allah pasti akan memberikan sesuatu dibalik musibah besar yang melanda  sekarang  ini. Namun kadang kita tidak  berpikir persoalan yang menimpa itu akibat perilaku kita sendiri. Mengapa demikian? Setidaknya ada babarapa faktor sebagai  berikut :

1.  Faktor keadilan yang belum  setabil. Semestinya bisa dilakukan oleh pemimpin  yang adil sebagai pengayom, peneduh dan pelindung pada rakyatnya.

2. Faktor  ekonomi, kehidupan dan segala kebutuhan yang ada kadang menjadikan persoalan yang sangat rumpit. Sehingga belum bisa bersyukur pada Allah.

3. Faktor sumber daya manusia, yang kadang kala pemihak menginginkan kehidupan yang sama dimata pemegang perananan dalam masyarakat, pada sumber daya manusia penentu dalam kehidupan manusia.

Tiga hal ini sebenarnya yang membuat mengapa Allah memberikan suatu ujian dan musibah yang bisa mempengaruhi pola pikir manusia.

1. Mengapa Keadilan. Salah satu persoalan yang besar bisa menimpa dalam kehidupan kita berpikir rasional dengan setiap masalah yang dihadapi apapun diakhir kalimat menyudutkan salah satu kalimat yang semestinya tidak sepantasnya diucapkan oleh manusia, dan manusia punya watak dan tabiat kurang puas, jika kita berpikir demikian apa yang akan terjadi kita saling adu argumentasi adu mulut bahkan orang tua dan anak bertengkar hanya masalah sepele, mungkin anak demam pada partai ini sedang orang tuanya senang pada partai yang ini.

2. Ekonomi adalah persoalan soko guru kehidupan yang semestinya menjadikan tolak ukur dari sendi kehidupan manusia. Ekonomi sering membuat seorang tergelincir. Apalagi jika orang dalam keadaan lapar.  Jika perut kenyang semua masalah menjadi lancar. Namun bukan semata kenyangnya perut, namun yang harus diperhatikan adalah hati dan nurani.

3. Sumberdaya Manusia.
Persoalan ini adala faktor yang sangat berat dilakukan oleh manusia, kadang kita tidak berpikir kecerdasan manusia akan dikalahkan oleh kemuliaan budi baik Manusia. Sebaiknya kebaikan seseorang akan dikalahkan oleh kekuasaan, dan kekuasaan akan dikalahkan oleh akal manusia? Jika pikiran manusia demikian maka jelas kita harus sadar dan mawas diri bahwa setiap ujian dan coban manusia yang ada didunia ini adalah karena kesombongan dan keangkuhan manusia. Kalau kita demikian, selanjutnaya sebagai tanda akan datangnya musibah, padahal dengan musibah ini semua sumber kehidupan sudah lumpuh karena keagkuhan dan kesombongan manusia.

Langkah yang kita tempuh untuk selamat dari ujian Allah SWT adalah:

1. Membaca doa sebelum datangnya Bala’
Dari Utsman bin Affan Radhi Allah, anhu ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda. Siapa yang membaca doa Bismillahil ladzii laa yadhuurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis- samaa’ wa huwas- sami’ul ‘aliim (Dengan menyebut nama Allah yang dengan namaNya segala sesuatu, yang ada di langit dan di bumi, tak akan membahayakan, dan Dia Maha mendengar lagi maha mengetahui) sebanyak  3X  maka kita tidak akan tertimpa bala’ secara tiba-tiba hingga tiba waktu pagi. Dan siapa yang mengucapkan diwaktu pagi sebanyak 3 X maka ia tidak akan tertimpa bala’ yang dating tiba-tiba  hingga  tiba waktu sore (HR  Imam Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi).

2. Membaca Doa Laa illaa hailla Anta Subhaanaka Inni Kuntum Mina zh -Zdholimin. QS Al -An biya’ 87- 88. Dan ingatlah, kisah Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu kami menyangka tidak akan mempersempit (dalam perut ikan), maka ia menyeru dalam keadaan gelap: bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau. Maha suci  Engkau, sesungguhnya kau adalah termasuk orang-orang yang zalim “Maka kamu telah memperkenalkan doanya  dan menyelamatkan dari kesedian, dan demikian itulahkami menyelamatkan orang–orang yang beriman.

3. Memohon perlindungan dari Allah dari bala’ yang berat seperti Virus Covid 19. Dasar hadits : HR Bukhori  sebagai berikut:

Rosulullah SAW bersabda: berlindunglah dari dari bala’ yang berat, sebab, lupa salat zakat Infak dan ibadah-ibadah yang lain. Kesengsaraan dan kegembiraan adalah takdir Allah SWT pada umat manusia. Disinilah sisi pelajaran yang berharga bagi setiap muslim? Mengapa demikian? Manusia terlena mencari harta, mencari  pangkat atau kedudukan, rela mengorban Agama Allah. Akhirnya ujian Allah tiba yaitu wabah COVID-19. Maka sempantasnya kita bersama-sama menginstropeksi diri dan muhasabah  diri pada Allah SWT.

4. Membiasakan doa ketika keluar rumah. Dari Anas Bin Malik Radia Allahuanhu, Rasulullah SAW  bersabda: Apa bila kita hendak keluar rumah ucapkan bismillaahi tawakaltu’alallahil, laa haula walaa quwwata illa billahi. (Dengan menyebut nama Allah aku bertawakal hanya pada Allah SWT, tiada daya dan kekuatan hanya  pertolongan pada Allah semata)

Maka kita akan diberikan petunjuk, diberikan kecukupan, diberikan penjagaan dan setan-setan pun menjahuinya. Dan setan yang lain berkata pada mereka bagai mana bisa  “Engkau menyesatkan orang yang telah mendapat petunjuk, kecukupan dan penjagaan,” (HR Abu Dawud)

5. Mohon keselamatan pagi dan sore hari.
Dari Abdullah bin umar radhi Allahuanhu ia berkata Rasulullah SAW bersabda Rasulullah tidak pernah meninggalkan doa bila tiba waktu pagi dan sore. “Allahumma  innii  as alukal a afiyah  fid -dunya  wal-akhirah.”

Allahumma inni as ‘alukal af waa wal afiyah fii dinii  fidunyaa  wa ahlii wal maali. Allahummas- tur ‘aurootil wa aamin rou’ atii. Allohumma fashnii min baiina yadayya  wamin  kholfii,  wa’an syimaali wa min fauqii,wa’auudzu bi’azhomatika an ughtaala min tahtii. Artinya. (ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu keselamatan dunia dan akhirat. Ya allah sesunggunya aku memohon ampunan keselamatan  pada agamaku, duniaku keluargaku dan hartaku. Ya Allah tutuplah aurotku dan berilah keamanan pada rasa takutku. Belakangku, kananku, kiriku dan dari atasku, dan aku berlindung dengan ke agungan-Mu agar terhindar dari bahaya  secara tiba-tiba dari arah bawahku). (HR  Ahmad dan lainya)

6. Memperbanyak pahala dengan  isti’far dan mengeluarkan zakat infak, dan shaadaqoh pada fakir miskin dan saudara kita yang saat ini terkena musibah wabah Covid-19. Itu adalah kunci diangkatnya segala kesusahan dan kesulitan hidup kita oleh Allah.

7. Setelah kita berikhtiar dengan sekuat tenaga maka langkah selanjutnya bertawakal pada  Allah dengan cara memperbaiki segala kekurangan kita dan tidak mencari dan mengorek kesalahan orang lain.

8. Selalu merendahkan diri pada Allah karena manusia sangatlah lemah tidak ada artinya dan pertolongan Allah dan hidup manusia akan sia-sia dan tidak berguna.

9. Mendekatkan diri pada sang Pencipta Allah SWT dan selalu berlindung dengan cara membaca ayat-ayat Allah untuk menenangkan diri dibalik musibah ini.

10. Merenungkan ayat -ayat Allah sebagai pelajaran dan yakin dibalik musibah pasti ada hikmah dan pelajaran, ilmu pengetahuan bagi umat manusia. Dan mari berfastabikul khairah (berlomba-lomba dalam kebaikan) untuk mencari ridha Allah SWT. Semoga selalu diberikan segala kemudahan dari segala musibah dan segera diangkat musibah besar ini. Aamiin.

Penulis: Ketua PCM Banyuurip Purworejo/PAY Danukusumo Purworejo

(Visited 311 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 16 April 2020
Close