Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sebagai seorang muslim, maka perwujudan keimanannya kepada kitab-kitab Allah, harus ditunjukkan dalam bentuk hidupnya berpegang teguh pada wahyu Allah tersebut.

Rukun Iman yang ketiga adalah beriman kepada Kitab-kitab Allah. Kitab-kitab Allah merupakan bagian dari petunjuk Allah bagi kehidupan manusia agar tidak tersesat. Setiap muslim harus mengimani adanya kitab-kitab Allah. Di antara kitab-kitan Allah tersebut antara lain: Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Quran.

Kesemua kitab suci tersebut memuat ajaran prinsip yang sama tentang ke-Esa-An Allah (Tauhid) dan berfungsi sebagai pedoman hidup atau petunjuk (hudan) bagi umat manusia. Firman Allah SWT : “Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.(QS. Al-Baqarah, 2: 4).

Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Quran yang diturunkan kepada para rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada malaikat Jibril AS, kemudian Jibril menyampaikannya kepada rasul.

Firman Allah SWT : “Dan kami Telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang Telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu[422], kami berikan aturan dan jalan yang terang. sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang Telah kamu perselisihkan itu. (QS. Al-Maidah, 5: 48).

Al-Quran merupakan kitab suci wahyu Allah yang diturunkan paling akhir, sekaligus sebagai penutup wahyu. Karena itu, Al-Quran adalah kitab suci yang paling sempurna. Di antara fungsi Al-Quran yang paling penting adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai nasikh
    yaitu bahwa semua kitab suci terdahulu dinyatakan tidak berlaku setelah turunnya Al-Quran. Satu-satunya kitab suci yang wajib diimani dan diikuti serta dilaksanakan petunjuk-petunjuknya adalah Al-Quran.
  2. Sebagai muhaimin
    artinya Al-Quran yang menjadi korektor terhadap perubahan-perubahan (pemalsuan dan pengubahan) yang terjadi pada kitab-kitab sebelumnya. Dengan demikian, hanya Al-Quranlah yang layak dijadikan pedoman hidup.
  3. Sebagai mushaddiq
    artinya Al-Quran menguatkan kebenaran-kebenaran yang masih terdapat pada kitab-kitab sebelumnya.

Beberapa keistimewaan Al-Quran adalah sebagai berikut:

1. Berlaku bagi seluruh umat manusia

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا.

“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam”.  (QS. Al-Furqan, 25: 1).

2. Ajaran-ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan (asy-syumul)

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ.

“Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”. (QS. Al-An’am, 6 : 38).

3. Mendapat jaminan pemeliharaan dari Allah dari segala perubahan atau pemalsuan.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ.

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. (QS. Al-Hijr, 15: 9).

4. Mudah dipahami, dihafal dan diamalkan

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (17)

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar, 54 :17).

5. Sebagai mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW.

Sebagai seorang muslim, maka perwujudan keimanannya kepada kitab-kitab Allah, harus ditunjukkan dalam bentuk hidupnya berpegang teguh pada wahyu Allah tersebut. Sebab di dalamnya, terdapat petunjuk-petunjuk hidup tentang kebenaran, keadilan, hidup bermasyarakat, berkeluarga, etika bergaul, berpolitik, berdagang, mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagainya. Orang yang hidup tidak berpedoman kepada kitab suci Allah SWT niscaya hidupnya akan tersesat.

Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si

Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si

Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga.