21.8 C
Yogyakarta
27 Juli 2021
BENTARA HIKMAH
KABAR

Berita Gembira Bagi yang Berada di Zona Ujian

Perjalanan kehidupan setiap orang bagaikan episode sinetron. Antara susah dan senang, dipuja dan dihina, bahagia dan menderita selalu datang bergantian. Tak ada yang abadi dalam kehidupan ini.

Karena keadaan selalu berganti, mestinya bagi yang sedang berada di zona ujian justru bersuka hati. Jika sudah tiba limit waktu atau batas waktu, niscaya kehidupan akan berganti. Yang susah berganti senang. Yang menderita berganti bahagia. Kegagalan berganti kesuksesan. Dan lain sebagainya.

Kemudian ada yang nanya, kalau bertahun-tahun menderita dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda ujian akan berakhir, terus kapan limit waktu akan tiba?

Kita maklum. Siapa pun yang pernah mengalami beratnya ujian kehidupan, secara manusiawi pasti akan berpikir begitu. Oke, supaya tidak berlarut-larut bersikap negatif terhadap irama kehidupan yang sedang suram, bacalah uraian berikut.

Rentang waktu pengorbanan maupun kejayaan, sudah diatur rapi oleh Sang Maha Pengatur.

Agar tidak kecil hati ketika sedang mengalami masa sulit penuh ujian dan kesulitan, ada baiknya membaca kisah sabar syukur ikhlasnya (sasyuiknya) para nabi.

Nabi Adam dan Hawa diturunkan dari surga ke dunia berada di benua berbeda. Keduanya tidak serta merta berjumpa. Setelah mengalami perjuangan berat saling mencari selama 300 tahun, barulah bisa berjumpa.

Ingat, rentang waktu ujian dengan bekal sabar syukur ikhlas (sasyuik) selama tiga ratus tahun, barulah sukses dan bahagia.

Keinginan Nabi Zakaria ingin punya putra selalu tertunda. Umur sudah sangat tua, tapi doanya meminta putra belum terkabulkan juga. Setelah sangat renta dan sabar syukur ikhlas (sasyuik) menunggunya, barulah mendapat kabar gembira. Dari istrinya yang sama-sama sudah tua, diperolehnya seorang putra yang diberi nama Yahya.

Nabi Ya’kub lain lagi ujian sasyuik kehidupannya. Ia kehilangan putra tercinta, Yusuf namanya. Karena saking sedihnya kehilangan putra tercinta, sehingga buta matanya. Namun setelah 40 tahun menunggu, barulah datang berita bahagia. Yusuf yang dirindukan ternyata masih hidup dan bahkan menjadi penguasa. Hari bahagia pun tiba. Pertemuan haru campur bahagia tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Lebih membahagiakan lagi, Nabi Ya’kub sembuh dari buta.

Nabi Yusuf memang terkenal tampan tanpa tandingan. Tapi karena ketampanannya itulah menjadi penyebab masuk penjara selama 7 tahun lamanya. Menderita dalam penjara dijalaninya dengan sabar syukur ikhlas (sasyuik) saja.
Setelah rentang waktu ujian terlewatkan, berubah total nasibnya. Nabi Yusuf yang terhina dalam penjara, berubah menjadi menjadi penguasa berwibawa. Lebih bahagia lagi mendapat istri cantik jelita yang sangat dicinta bernama Zulaikha.

Nabi Ayub yang semula kaya raya, tiba-tiba mendapat ujian berat yang tak disangka-sangka. Semua hartanya musnah sehingga jatuh miskin. Ujian tak hanya sampai di situ. Seluruh tubuhnya terjangkit penyakit kulit yang membusuk.
Nabi Ayub kehilangan segalanya yang berupa dunia. Miskin dan papa, penyakit kulit tak ada obatnya, hidup terasingkan, bahkan istrinya pun tega meninggalkannya hidup sendirian.
Rentang waktu menjalani ujian dilakoni Nabi Ayub dengan sabar syukur ikhlas (sasyuik) selama 7 tahun. Akhirnya tibalah limit waktu pergantian nasib.
Nabi Ayub sembuh dari penyakit, berkumpul kembali dengan istri tercinta, dan harta benda diberikan lagi oleh Allah sehingga kembali kaya raya.

Mungkin ada yang protes begini, “Ya iyalah, mereka kan para nabi, wajar dong, kalau mampu super sasyuik! Lha, saya ini manusia biasa yang gak akan mampu sasyuik seperti para nabi!”

Oke, karena kita (saya dan Anda) adalah manusia biasa, agar percaya bahwa sasyuik itu modal untuk meraih bahagia, cobalah baca kisah berikut ini.

Fenomena Habibi Afsyah, Si Pemuda Lumpuh Peraup Rupiah.
Habibi Afsyah yang dilahirkan pada bulan Januari 1988, ditakdirkan lumpuh total sejak bayi. Seluruh anggota badan tidak bisa digerakkan, kecuali pergelangan tangan. Karenanya, hidupnya sangat tergantung belas kasih sang ibu.
Endang Setyati tipe seorang ibu yang luar biasa sasyuiknya menghadapi cobaan berat. Habibie yang seolah-olah tidak ada gunanya dan hanya menjadi beban hidupnya, dicintai sepenuh jiwa. Uji sasyuik dilakoni Bu Endang tidak hanya setahun atau dua tahun, tetapi hampir 20 tahun. Selama kurun waktu itu, Habibie belum menunjukkan dirinya bisa berarti.
Kasih sayang dan pengorbanan (SEDEKAH) Bu Endang, tertabung semua ke dalam kotak Tabungan Energi Positif (TEP). Singkat cerita, bakat Habibie Afsyah terasah dan jadilah dia jawara bisnis internet dan berhasil meraup rupiah beratus-ratus juta rupiah. Tidak hanya sukses materi, yang lebih membanggakan lagi, dia sukses prestasi dan reputasi.
(Kisah selengkapnya, silakan baca di internet).

Gimana? Sudah percaya bahwa zona ujian itu ada rentang waktunya? Jika sasyuik menjalani, niscaya akan digantikan dengan bahagia?

Penting untuk diingat! Lama tidaknya rentang waktu ujian, mutlak rahasia Allah. Apakah cuma sebulan, setahun, atau bertahun-tahun, tentu hanya Allah Yang Mahatahu. Tapi pada intinya, agar tidak terasa berat menjalani rentang waktu kesulitan, maka wajib bersikap mental sasyuik.

Ciri-cirinya senantiasa bersikap TENANG, SENANG, LAPANG dalam segala kondisi. Sikap tersebut sangat bermanfaat untuk meringankan beban batin. Lebih luar biasanya lagi akan berfungsi menjadi jurus kunci untuk memancing pertolongan, kemudahan, dan percepatan terhadap perubahan nasib.

Tapi, harap hati-hati juga dengan yang satu ini. Rentang waktu kesulitan akan menjadi panjang, bahkan kadarnya akan bertambah berat jika disikapi dengan kecil hati dan putus asa.

Ciri-cirinya pengeluh, peratap, penyesal, pemurung, penyedih, penyinggung, pemarah yang menjadi penyebab mudah patah semangat dan selalu berprasangka buruk.

Nah, bagaimana dengan Anda?
Seberapa berat kadar ujian yang Anda alami? Seberapa lama rentang waktu ujian yang terjadi?

Semoga kisah sasyuiknya para nabi tadi menjadi inspirasi dan motivasi untuk meneguhkan hati dan rasa percaya diri agar segera bangkit lagi.

Semoga dalam menanti pergantian rentang waktu ujian dijalani dengan ringan perasaan.

Salam Sasyuik

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA