Ditulis oleh 11:17 am KABAR

Bersiap-siap Kembali Normal

Bagaimana kita mempersiapkan normalisasi kehidupan tersebut?

Siapa yang tidak ingin segera kembali kepada kehidupan normal? Masa menunggu tanpa kejelasan, telah menimbulkan ketidakpastian. Dan ketidakpastian merupakan sarang berbagai masalah. Oleh sebab itu, sangat wajar jika kabar tentang masa akhir dari wabah, mendapatkan sambutan dan rasa senang.

Pertanyaan yang perlu dijawab adalah bagaimana kita mempersiapkan normalisasi tersebut? Tentu agar persiapan yang diselenggarakan adalah persiapan yang benar, sehingga kedatangan normalitas tidak tertunda atau bahkan batal.

Apa yang perlu dilakukan?

Pertama, dari segi pengertian. Kehidupan normal yang akan datang, pasti bukan kehidupan normal yang dulu. Karena waktu tidak bergerak mundur, melainkan maju. Yang lalu tetap akan berada di sana. Kita akan mendapatkan kehidupan normal yang baru.

Kehidupan normal yang baru, belum pernah kita temui, karena baru akan terjadi. Meskipun demikian, kita dapat mempengaruhi bentuk yang akan terjadi. Baik buruknya kehidupan normal yang baru, akan ditentukan oleh apa yang kita lakukan saat ini.

Baik buruknya kehidupan normal yang baru, akan ditentukan oleh apa yang kita lakukan saat ini.

Keuntungan yang ada pada kita adalah bahwa hal yang buruk di masa normal yang dulu, dapat diganti dengan keadaan yang lebih baik. Salah satunya adalah kedisiplinan, kepedulian pada kesehatan masyarakat dan kebersihan diri serta lingkungan (lahir maupun batin). Kita punya kesempatan untuk menghadirkan kebiasaan baru, sebagai bagian dari kehidupan normal yang baru.

Kedua, syarat mencapai kehidupan normal yang baru. Pertama-tama harus disadari bahwa wabah bukan datang secara tiba-tiba. Dan bukan wabah yang bisa menyebar di sembarang keadaan. Artinya perlu menjadi bahan refleksi bersama, mengapa kita (umat manusia sedunia) begitu lambat mengetahui keberadaan virus pembawa wabah.

Wabah tidak akan menjadi wabah, jika sedari awal diketahui keberadaan virus dan sedari awal “protokol kesehatan” telah menjadi bagian dari cara hidup masyarakat. Jika protokol kesehatan telah menjadi kebiasaan, maka dengan sendirinya kesadaran menjaga jarak fisik, menjaga kebersihan dan lain-lain, tidak perlu dikampanyekan, karena telah hidup ditengah-tengah masyarakat.

Syarat bagi datangnya kehidupan normal yang baru, adalah berakhir wabah, atau dalam hal ini berhentinya penyebaran Covid-19. Apakah mungkin menghentikan 100 persen? Tentu tidak mungkin. Yang dapat dilakukan adalah sejauh mungkin memutus mata rantai penyebaran. Hal ini yang dapat terjadi jika seluruh isi protokol kesehatan pencegahan wabah Covid-19, menjadi cara hidup masyarakat.

Apa artinya? Yakni bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19, secara disiplin dengan penuh rasa tanggungjawab. Bagaimana dengan yang tidak mampu? Tentu, dengan rasa tanggungjawab bersama, maka masalah-masalah tersebut akan dibicarakan secara bersama dan dipikul bersama. Pemerintah dalam hal ini telah antisipasi dengan memberikan bantuan sosial, agar warga dapat menjalankan protokol kesehatan secara baik.

Jadi menjalankan protokol kesehatan secara benar, disiplin dengan penuh tanggungjawab merupakan syarat mutlak untuk dapat mengakhiri penyebaran wabah. Hasil dari kerja bersama tersebut, yakni hasil dari disiplin warga dalam menjalankan protokol kesehatan adalah menurunnya angka positif Covid-19. Jadi penurun angka positif Covid-19, menjadi petunjuk bahwa keadaan cenderung membaik.

Penurunan drastis angka positif Covid-19, merupakan syarat bagi datangnya kehidupan normal yang baru. Jika angka positif masih tinggi, bahkan telah terjadi transmisi lokal, maka kewaspadaan harus ditingkatkan. Kewaspadaan bukan jenis kepanikan. Kewaspadaan adalah langkah untuk memeriksa apakah protokol kesehatan telah benar dijalankan, ataukah bersifat setengah hati. Hanya dengan kejujuran hal tersebut dapat diketahui.

Jika ternyata penyebabnya adalah tidak disiplinnya pelaksanaan protokol kesehatan, maka harus dilakukan koreksi cepat dan mendasar. Pentingnya koreksi cepat dan mendasar, merupakan cara agar akhir dari wabah tidak tertunda. Karena tanpa mengakhiri wabah, kehidupan normal yang baru, belum dapat dihadirkan.

Baca juga: Self Discipline Di Tengah Pandemi Covid-19

Ketiga, langkah kongkrit. Keinginan kita bersama untuk segera mendapatkan kehidupan normal yang baru, harus diikuti dengan langkah yang kongkrit. Seperti pelajar yang hendak lulus dengan baik, maka wajib baginya untuk membuat langkah yang tepat. Belajar merupakan salah satu langkah yang harus. Atau seperti pedagang atau semua jenis usaha, yang ingin berhasil, maka pasti harus adalah langkah kongkrit yang sesuai dengan tujuannya.

Demikian juga dengan kehidupan normal yang baru. Keadaan tersebut pada dasarnya merupakan produk dari tindakan-tindakan kongkrit. Oleh sebab itu, sangat perlu disusun langkah kongkrit, agar apa yang dibayangkan akan segera datang, dapat tiba tepat pada waktunya. Adapun langkah yang perlu adalah:

  1. Jalankan protokol kesehatan Covid-19 secara disiplin dengan penuh rasa tanggungjawab.
  2. Jaga diri, keluarga dan lingkungan, agar benar-benar menjalankan protokol kesehatan Covid-19, secara benar dan disiplin.
  3. Saling bantu jika dimungkinkan, terutama untuk membantu mereka yang membutuhkan, agar protokol kesehatan Covid-19, dapat berjalan secara baik.
  4. Hindari kesalahan dengan bertindak gegabah. Kehidupan normal yang baru, bukan keputusan orang per orang, tetapi merupakan keputusan publik, yang didasarkan pada kebenaran bahwa memang angka positif Covid-19 telah menurun secara drastis, dan tetap turun.
    Jangan sampai ketergesaan membuat penurun drastis diikuti dengan kenaikan drastis pula. Intinya adalah kesabaran, kita yakin bahwa waktunya akan datang. Dengan keyakinan itulah kita bersabar, sambil secara baik, disiplin dengan penuh tanggungjawab, menjalankan protokol kesehatan Covid-19.
  5. Sebagai umat beragama, marilah kita senantiasa berdoa, agar Covid-19 cepat pergi dari muka bumi. Kita percaya pada kekuatan doa, yang disertai upaya sungguh-sungguh atas dasar keyakinan bahwa doa akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Demikian itulah cara kita bersiap-siap secara benar menyambut datangnya kehidupan normal yang baru.

(Visited 89 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 10 Mei 2020
Close