Bukan 350 Tahun Dijajah, Diskusi Buku Minggu Ini

WhatsApp Image 2019-12-26 at 11.10.50

Berapa tahun Indonesia dijajah oleh Belanda? Sebagian besar akan menjawab 350 tahun. Ya, begitulah yang diajarkan buku sejarah. Namun, G.J. Resink tidak setuju dengan itu. Indonesia tidak dijajah selama 350 tahun.

Indonesia dijajah selama 350 tahun merupakan mitos belaka. Melalui buku Bukan 350 Tahun Dijajah, G.J. Resink membantah hal tersbeut. Resink yang merupakan sejarawan dan ahli hukum internasional sekaligus penyair memaparkan bukti-bukti betapa semua itu merupakan konstruksi politik kolonial. Kebohongan 350 tahun dijajah dipopulerkan politisi Belanda dan buku-buku pelajaran sekolah kolonial, dan semakin kuat dipercaya sebagai kebenaran sejarah ketika Sukarno dan para pejabat juga politisi kerap menggunakannya dalam pidato-pidato. Tak terkecuali sejarawan.

Celakanya lagi, pemerintah malah memasukkan mitos 350 tahun dijajah itu ke dalam kurikulum pelajaran di sekolah-sekolah sampai akhirnya diterima dan tertanam sebagai kebenaran absolut di masyarakat.

Dalam buku ini Resink memberikan bukti-bukti kuat yang menggambarkan betapa banyak kerajaan dan negeri di Indonesia yang belum pernah takluk dan di bawah cengkeraman tangan besi hukum kolonial Negara Hindia Belanda. Resink siap dengan segudang sumber, terutama detail fakta hukum yang membuat argumennya bukan saja fokus dan kukuh, tetapi punya validitas dalam memperlihatkan wilayah-wilayah Indonesia yang berdaulat selama kekuatan kolonial bercokol.

Hitungan Resink, paling-paling Hindia Belanda sebagai negara hanya ada selama 40 tahun, tetapi itu pun tidak benar-benar seluas wilayah Republik Indonesia hari ini, meskipun Belanda sudah benar-benar mengusahakan penaklukan selama 350 tahun.

Buku yang menarik ini akan didiskusikan dalam forum diskusi buku Yayasan Abdurrahman Baswedan minggu ini, Jum’at, 27 Desember 2019, Pukul 15.30 di Sekretariat Yayasan Perumahan Timoho Asri IV, No. B9C, Muja Muju, Yogyakarta. Akan hadir sebagai pembicara adalah Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.Ag (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga), Muhammad Yuanda Zara, MA., Ph.D ( Dosen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta) dan Lukman Hakiem (Penulis Sejarah). Diskusi terbuka untuk umum.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Close