Ditulis oleh 2:44 pm Uncategorized

Bukdikdamber, Metode Urban Farming Agar Tetap Produktif Selama Pandemi Covid-19

Selama pandemi Covid-19 sebagian besar masyarakat melakukan work from home (WFH) terutama di daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selama di rumah, banyak aktivitas produktif yang bisa dilakukan, ini salah satunya…

Sudah pernah mendengar Bukdikdamber alias budidaya kangkung dan pembesaran ikan lele dalam ember?

Seperti dilansir portal Covid19.go.id, Pegiat Urban Farming yang tergabung dalam Indonesia Against Covid -19 (IAC-19) menjadi salah satu pelaku yang ikut memperkenalkan budidaya kangkung dan pembesaran ikan lele dalam ember (Budikdamber).

Konsepnya sederhana serta tidak membutuhkan modal yang besar dan dapat dilakukan di lahan sempit. Cukup satu ember besar dengan kapasitas 60 liter atau lebih bisa untuk membesarkan sebanyak 60 ekor ikan lele.

Selain ember, hal yang juga dibutuhkan adalah beberapa pot yang terbuat dari plastik air mineral, media tanam seperti arang, sekam dan lainnya serta kawat jemuran untuk pengait pot ke ember, yang mudah didapatkan dari limbah rumah tangga.

Barang-barang pendukung tersebut juga dapat dibeli melalui situs belanja daring.

Putri Simorangkir, salah satu penggiat urban farming IAC-19, sudah mulai melakukan uji coba sebanyak 14 ember dengan bibit ikan dan kangkung kepada 14 RT di daerah Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

“Jika hasilnya bagus, program akan kita perluas ke daerah perkotaan lainnya”, ujar Putri saat mendampingi tim BNPB pada Kamis (14/5).

Program urban farming Budikdamber itu juga sangat cocok diterapkan oleh lintas masyarakat, khususnya bagi mereka yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri selama pandemi Covid-19 dan memberikan pengalaman baru.

Agnes Lourda Budhidarma Koordinator IAC-19 mengatakan apabila program urban farming diikuti oleh masyarakat banyak, maka dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kelangsungan hidup.

Selain bertujuan untuk ketahanan pangan, urban farming juga dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja juga mengatakan bahwa urban farming sangat mendukung dan memberikan apresiasi positif karena terbukti lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Selain untuk mengisi aktivitas, urban farming juga dapat menumbuhkan gotong-royong, serta memperkuat ketahanan pangan dan kebutuhan gizi masyarakat.

Wisnu berharap agar hal itu dapat melibatkan anak-anak sebagai generasi muda sehingga dapat menjadi bekal pengetahuan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

“Libatkan anak-anak sekolah juga untuk bagaimana mereka mencintai tanaman (pangan). Karena itu merupakan pembelajaran di alam, karena itu bagian dari pendidikan,” kata Wisnu.

Ke depannya, Deputi Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan terus mendukung upaya-upaya inovasi dan semangat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mengurangi penyebaran Covid-19.

“Saya kira idenya itu, sudah bagus sekali. Kami mendukung,” tutup Wisnu.

Sumber: Covid19.go.id

(Visited 52 times, 1 visits today)
Last modified: 15 Mei 2020
Close