30.9 C
Yogyakarta
24 September 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Cinta, Keluarga dan Kebangkitan Bangsa

Cinta adalah inti dari rasa yang disematkan Alloh SWT dalam jiwa manusia.

Bahagia,duka, senang ,benci, iba, tak peduli, semangat dan putus asa..jika diperas keluarlah cinta.

Dengan Cinta manusia melukis mimpi kemudian mengejarnya, sehingga hidupnya menjadi dinamis penuh warna.

Karena Cinta juga..dua manusia mengikat janji untuk hidup bersama menjadi ‘Keluarga’. Dan lahirlah Buah Cinta yang menjadi belahan jiwa.
Dan bersilanglah buah buah cinta hingga hingga terus berbuah dan menjadi Komunitas Cinta bernama ‘Bangsa’.

CINTA, Tera Kemuliaan.

Setiap sesuatu pasti memiliki tera(tanda). Dan tera kemuliaan manusia adalah cinta.

Maka jika manusia kehilangan cinta hilanglah kemanusiaannya dan hilanglah haknya untuk disebut sebaagi manusia.

Alloh SWT berfirman:

“Sungguh Aku telah menciptakan manusia dalam sebaik baik ciptaan. Kemudian kami kembalikan ke tempat yang serendah rendahnya. Kecuali orang yang beriman dan beramal sholih…”.
(Qs. At tin4-6).

“Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi (celaka) kecualai orang2 yang iman,dan beramal sholih dan saling mengingatkan dalam kebenaran. dan kesabaran”. (Qs Al ‘Asr).

Iman adalah rasa Cinta hamba kepada Rabbnya, yang menjadikan manusia ikhlas memenuhi segala keinginan dan kesenanganNya dan meninggalkan setiap laranganNya, bahkan membenci setiap apa yang dibenciNya.

Sedang Amal Sholih dan nasehat adalah wujud interaksi produktif mutualism yang dilandasi oleh rasa Cinta sesama, sehingga selalu ‘rasa ingin’ agar orang lain bahagia dan selamat serta tidak rela orang lain menerima kerugian dan kehancuran.

Demikianlah, kita bisa lihat dalam sejarah,
‘cinta’ telah menjadiakan ummat di masa Rasululolloh bangkit dari titik nadzir peradaban (jahiliyyah) menjadi masyarakat mulia yang jaya hingga masa tabi’in dan tabi’t tabi’in.

Juga kita saksikan ‘Cinta’ telah menghacurkan bangsa hingga tak tersisa seperti Romawi, Yunanai,Sodom dll.

Juga kita saksikan..bagaimana Cinta (dunia) telah menghancurkan pemujanya : Pejabat korup , Penguasa dzolim dan Pengusaha hitam bwralhir hi a di penjara.

CINTA Yang
Menghancurkan.

Mungkin anda bertanya: emang ada cinta yang menghancurkan? Bukankah cinta selalu beriring keindahan dan kesenangan?

Inilah yang harus diluruskan.
Alloh SWT telah mengingatkan betapa besarnya potensi kerusakan yang ditimbulkan oleh Cinta. Cinta yang salah arah dan tak imbang untuk Rabb dan makhluqNya.
Cinta yang muncul dari nafsu rendah dan merendahkan. Yang menalarkan keindahan dan kenikmatan dari pandangan dan pendengaran tanpa nurani dan hati. Seperti senangnya Kerbau dan monyet kepada tanaman,buah buahan dan lawan birahi.

Sebagaimana Alloh menghabarkan: “sungguh Aku jadikan bahan bakar neraka jahanam dari jin dan manusia. (Sebab) Mereka mempunyai hati tapi tidak digunakan untuk merenungkan ayat Alloh. Mereka mempunyai mata tapi tidak digunakan untuk melihat kebesaran Alloh. Mereka mempunyai telinga tapi tidak digunakan untuk mendengarkan ayat Alloh. Mereka seperti binatang bahkan lebih keji lagi..mereka itulah orang orang yang lalai.

BANGSA Indonesia, Defisit Cinta.

Bangsa ini tengah mengalami Defisit Cinta.

Mungkin anda akan bertanya:
Bangaimana bisa bangsa Indonesia defisit cinta, padahal
Cinta selalu kami tanamkan. Cinta keluarga, cinta bangsa dan negara.

Betul memang cinta selalu ditumbuh suburkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
melalui pendidikan di sekolah, di keluarga, di masyarakat dan media.

Tapi Cinta yang ditanam hanya
Cinta semu yang tak berasa.
Cinta dunia untuk dunia.
Cinta dunia tanpa penciptanya.
Cinta manusia tanpa agama.
Sehingga menguaplah cinta sejati dari mangkuk mangkuknya.

Keluarga dan masyarakat sebagai mangkuk cinta, dimana suami,istri dan anak,tetangga kaya miskin, rakyat dan pejabat menuang dan mereguk cinta, kering tak ada isinya.

Sekulairism, Matrialism, individualistme telah berfusi dalam sistem pendidikan dan interaksi yang panas mengeringkan Cinta dari mangkuk mangkuknya.

Maka jadilah bangsa ininhanya serupa kerumunan manusia tanpa tara kemuliaan. yang hidup saling memangsa

Bangsa ‘besar’ ini, yang hidup di alam besar nan subur dan kaya ; minyak,emas,perak,tembaga,nikel,mutiara, ikan dan hutan semua ada di buminya,
sekarang terpuruk di ceruk terdalam dalam peradaban.

Miskin jadi ghorimin, tidak ada marwah, selalu keluh kesah dengan tangan tengadah. Hari harinya dipenuhi dengan caci maki penuh benci seolah tak punya lagi hati.

Modal alam yang Alloh karuniakan, bak senjata makan tuan, hanya menjadi bancakan orang dengan nafsu saling menghancurkan .

Kenapa ini bisa terjadi ? Sekali lagi,karena Defisit Cinta.

CINTA Untuk Kebangkitan Bangsa.

Sekarang bangsa ini sudah begitu terseok. Kita harus mulai kebangkitan sekarang juga. Tidak nanti atau esok.

Kita harus mulai menyemai Cinta sejati untuk Kebangkitan Bangsa ini.

Cinta kepada manusia dan kepada Khaliqnya.
Cinta suci yang tumbuh dari lubuk Nurani .
Cinta suci yang mencucikan.
Cinta mulia yang memuliakan.
Cinta tanpa hasrat penguasaan.
Cinta yang menumbuhkan semangat pengorbanan,
Cinta yang memerdekakan.

Cinta Penguasa tanpa hasrat kekuasaan.
Cinta ‘Kaya’ tanpa hasrat memperkaya.
Cinta sahaya tanpa rasa terperdaya.
Cinta dunia untuk membagikannya.
Cinta alam untuk melestarikan.
Cinta sesama untuk memerdekakan,mbahagiakan dan memuliakan.
Cinta yang bisa dirasakan oleh siapa saja.

Cinta yang berbuah manfaat dalam setiap kehadiran kita.
Sebagaimana Rasululloh mengisyaratkan :
“Orang Yang paling mulia adalah orang yang paling manfaat untuk manusia”

Inilah Cinta yang harus kita semaiakan..agar bangsa ini bangkit menuju kemuliaan sejati. Di depan manusia dan Khaliqnya.

Cinta Yang Maha Cinta untuk damai di sisiNya.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA