27.4 C
Yogyakarta
21 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KALAM

Ciri-ciri Orang Bertakwa dan Buah Takwa

Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang selalu memelihara diri dari siksaan Tuhan Allah dengan cara mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta orang-orang yang percaya akan Rukun Iman diikuti dengan Ketundukan dan penyerahan jiwa. Firman Allah SWT : “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yag telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (Kehidupan) akhirat”. (QS. Al-Baqarah, 2 : 3-4).

Untuk lebih memahami makna takwa secara utuh bisa kita kaji satu persatu kata-kata pokok di dalam QS. Al-Baqarah, 2 ayat 3 dan 4; yakni : Pertama, Ghaib. Percaya kepada yang ghaib karena ada dalil yang menunjukkan kita percaya kepada Allah dan Rasul-Nya, malaikat-Nya dan Hari Kiamat. Kedua, Shalat. Shalat adalah doa. Shalat merupakan ibadah yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Mendirikan shalat artinya mengerjakannya dengan teratur, mengikuti syarat, rukun dan adabnya yang baik yang lahir maupun yang batin, termasuk khusuk dan memperhatikan apa yang dibacanya.

Ketiga, Rizki. Rizki adalah segala apa yang dapat diambil manfaatnya. Menafkahkan sebagian rizki memberikan sebagian harta yang telah diberikan Allah kepada yang berhak menerimanya berdasar syariat-Nya; seperti kepada orang fakir, miskin, kaum kerabat, anak yatim, dan sebagainya. Keempat, Kitab. Mempercayai Kitab-kitab yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW adalah Kitab sebelum diturunkan Al-Quran seperti Taurat, Zabur, Injil, dan Shuhuf yang tersebut di dalam Al-Quran yang diturunkan kepada para Rasul melalui malaikat Jibril.

Kehidupan akhirat adalah kehidupan sesudah di dunia ini berakhir.

Kelima, Yakin. Yakin adalah kepercayaan yang kuat yang tidak dicampuri dengan keraguan sedikitpun. Akhirat adalah bukan dunia. Kehidupan akhirat adalah kehidupan sesudah di dunia ini berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat adalah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia ini berakhir.

Banyak sekali buah takwa yang akan dinikmati baik ketika masih di dunia ini maupun kelak di akhirat, sebagaimana dijanjikan Allah SWT dalam Al-Quran maupun Sabda-sabda Nabi Muhammad SAW. Di antara buah takwa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya itu adalah : Pertama, tidak takut dan tidak bersedih hati. Orang-orang yang bertakwa dalam mengarungi kehidupannya tidak ada kekhawatiran dan kesedihan di dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan. Mereka sangat yakin apapun yang menimpa pada diri mereka adalah atas kehendak-Nya, karenanya mereka tidak pernah merasa takun dan bersedih atas segala sesuatu yang menimpanya. Allah SWT berfirman : “Barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Al-A’raf, 7 : 35).

Kedua, terpelihara dari gangguan syetan. Orang yang bertakwa senantiasa dalam lindungan Allah SWT dari godaan syetan yang terkutuk, serta dengan cepat introspeksi diri untuk melakukan evaluasi diri atas berbagai dosa dan kesalahan yang telah dilakukannya. Firman Allah SWT : “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”. (QS. Al-A’raf, 7 : 201).

Sungguh sangat beruntung bagi orang-orang yang bertakwa, karena Allah SWT selalu bersamanya.

Ketiga, selalu bersama dengan Allah SWT. Sungguh sangat beruntung bagi orang-orang yang bertakwa, karena Allah SWT selalu bersamanya. Apapun aktifitas yang dilakukannya, Allah senantiasa membersamainya dan menjaganya dari hal-hal yang tidak diperbolehkan untuk dilakukannya. Sehingga Allah SWT menjanjikan kepadanya bahwa telinganya, matanya, tangannya, kakinya merupakan bagian dari aktifitas-Nya. Firman Allah SWT : “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS. An-Nahl, 16 : 128).

Keempat, diterima amalnya. Setiap amalan yang dilakukan seseorang dengan landasan takwa, maka seluruh amalannya diterima oleh Allah SWT dan itu adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Firman Allah SWT : “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Maidah, 5 : 27).

Kelima, masuk surga. Hal ini merupakan tujuan akhir dari orang-orang yang bertakwa yang merupakan buah yang termanis dari segala amal salehnya. Hidup abadi di akhirat akan dirasakannya sebagai sesuatu yang membahagiakan, menyenangkan, dan penuh dengan keabadian. Firman Allah SWT : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran, 3 : 133).

Keenam, selamat dari siksa neraka. Allah SWT akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa di akhirat dan mengampuni dosa-dosanya, sebagaimana firman-Nya : “Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut”. (QS. Maryam, 19 : 72).

Buah takwa yang dijelaskan di atas adalah sebagian kecil saja dari apa yang disebutkan dalam al-Quran dan Al-Hadits, tetapi sudah mencakup untuk kehidupan dunia dan akhirat, sebagaimana doa sapujagat yang kita ucapkan setiap hari : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Al-Baqarah, 2 : 201).

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA