Ditulis oleh 2:11 pm COVID-19

Contact Tracing, Langkah Penting Hentikan Penyebaran Covid-19

Penelusuran kontak ini penting untuk mengendalikan pergerakan orang yang sudah berpotensi tertular tadi.

Salah satu upaya untuk menekan perluasan Covid-19 adalah dengan pemisahan antara yang sakit dan yang tidak sakit. Apabila seseorang telah dinyatakan positif maka akan dilakukan apa yang disebut sebagai penelusuran kontak atau contact tracing.

Menurut Journal Healthcare Management Science, seperti yang dilansir CNNIndonesia.com, penelusuran kontak merupakan sarana utama pengendalian perluasan penyakit menular. Tidak hanya seperti Covid-19, tetapi dilakukan pula pada penyakit STDs, Ebola dan Tuberkolisis. Penelusuran kontak digunakan untuk mendeteksi jumlah orang yang berpotensi terinfeksi setelah melakukan kontak dekat dengan orang yang positif.

Pada kasus Covid-19, penyebaran virus bisa melalui percikan partikel liur dari batuk, bersin atau saat berbicara (droplet), membuat orang yang kontak dekat dengan orang yang terinfeksi memiliki potensi besar tertular. Yang dekat dengan orang terinfeksi inilah yang berpotensi menyebarkan lagi virus saat berada di kerumunan. Tak jarang di antara mereka tak menyadari telah membawa virus di tubuhnya.

Penelusuran kontak ini penting untuk mengendalikan pergerakan orang yang sudah berpotensi tertular tadi. Konsep pelacakan kontak dimaksudkan untuk memberikan respons cepat ke orang yang baru atau diduga terinfeksi dan mengawasi mereka dengan cermat. Sebagai langkah pencegahan penyebaran virus lebih lanjut.

Ada tiga langkah dalam penelusurah kontak menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pertama, melakukan identifikasi kontak. Di sini, orang yang terinfeksi diminta untuk merunut kegiatannya sejak timbulnya gejala penyakit dan jumlah orang yang telah mereka kunjungi atau kontak. Misalnya, keluarga, teman, kerabat, kolega atau petugas kesehatan. Kedua, mendaftar kontak. Dalam proses ini, siapapun yang telah melakukan kontak langsung dengan pasien positif akan didata. Individu yang terinfeksi juga diberikan informasi mengapa perlu melakukan karantina mandiri pada tahap awal ini. Perlu diberitahukan bahwa karantina mandiri penting dilakukan untuk menghentikan penyebaran infeksi ke tingkat masyarakat.

Ketiga, tindak lanjut kontak. Di sini, tindak lanjut rutin dilakukan ke seluruh orang yang sudah didaftar. Pemantauan gejala pun dilakukan rutin dan berkala. Mereka juga diminta melakukan karantina mandiri untuk pencegahan penyakit.

Pada Covid-19, masa inkubasi diperkirakan sekitar tujuh hingga 14 hari baru muncul gejala. Pelacakan kontak merupakan pekerjaan yang cukup rumit, sebab harus merunut kembali kontak pasien positif dengan orang-orang lain, yang jumlahnya tentu bisa jadi banyak.

Walau demikian yang didata adalah orang yang melakukan kontak dekat atau kontak erat. Kontak dekat itu bukan berarti setiap orang yang mereka temui di jalanan. Kontak dekat berarti kontak tatap muka dengan orang yang terinfeksi, menghabiskan waktu lebih dari 15 menit dalam jarak dua meter.

Kontak erat ini juga dikategorikan menjadi kontak dekat tinggi dan rendah. Keduanya sama-sama harus diberi tahu soal penyebaran virus corona lantas diminta untuk melakukan karantina mandiri, apalagi bagi yang mengalami gejala.

Setelah melalui pendataan, kontak dekat ini, memungkinkan dilakukan pengujian laboratorium terutama bagi yang telah menunjukkan gejala. Berdasar penelitian yang diterbitkan jurnal Lancet, wabah Covid-19 penyebarannya bisa dikontrol hingga 90 persen hanya jika 80 persen kontak-kontak tersebut berhasil dilacak, lantas diisolasi.

Sumber: CNNIndonesia.com

(Visited 223 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 3 April 2020
Close