Ditulis oleh 7:24 pm COVID-19

CORONA

Oleh: Drs. Heru Marwata, M.Hum

Konon bermula dari Wuhan
Empat belas hari setelah perhelatan
Tak ada yang telah mengaku membawa
Bahkan saling tuding menjadi penyebabnya
Awalnya seperti pelan mobil tahun 70-an
Kemudian melesat bagaikan F-One
Menjelajah penjuru dunia
Membawa sebar petaka

Covid-19 melanda wilayah yang luas
Seperti novel best seller ranking teratas
Menerabas jalur melontar tanpa batas
Menciptakan kepanikan di mana-mana
Memicu portal dan tabir penutup kota
Menggiring curiga atas nama sesama

Masker menghilang tak ditemukan
Sanitizer dicari betapa sulitnya
Berbondong orang belanja kebutuhan
Mencoba menimbun segala rupa
Takut besok gang-gang terkunci
Persediaan habis tak bisa beli

On line on line, daring daring
Work from home kerja dari rumah
Banyak sektor bagai terbanting
Sepi, macet, jatuh, dan lungkrah

Jalan-jalan kampung ditutup rapat
Tempat ibadah kehilangan jemaat
Tak ada pertemuan tak ada rapat
Penduduk pun saling menyekat

Corona telah menelan butiran waktu
Entah sampai kapan akan meraja
Ibarat badai semoga segera berlalu
Berganti cerita yang penuh asa

Mari, mari, kita berupaya dan berdoa
Memohon pertolongan pada Sang Maha
Mari, mari, kita galang toleransi hati
Menyemai empati menyebarkan simpati
Mengembangkan sikap saling menghargai
Lancarkan komunikasi eratkan silaturahmi
Tetap saling menyapa dan saling jaga
Lewat segala rupa media
Mari, mari, kita seia sekata
Mengatasi penyebaran corona
Memutus rantai dan menghapusnya
Dari berbagai belah bumi tercinta

Salam tahu bulat dari #pondokilusikatatanpaarti
Ngayogyakarta Hadiningrat, 15 April 2020

Penulis: Dosen FIB UGM


Sumber foto: http://herumarwata.blogspot.com/

(Visited 42 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 19 April 2020
Close