18.1 C
Yogyakarta
18 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Covid-19 dari Bahaya Menjadi Teman

Saat ini, kita tengah dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Guncangan dampak pandemi Covid-19 juga sangat terasa dalam jajaran pemerintahan. Akses pelayanan publik dihadapkan pada tantangan tetap terjaganya kualitas layanan publik yang prima. Namun di sisi lain juga tetap harus memperhatikan aspek keselamatan penyedia dan pengguna layanan melalui penerapan social distancing dan physical distancing.

Sejalan dengan itu, maka di masa pandemi Covid-19 ini, Aparatur Sipil Negara menjadi terbiasa dengan istilah Work From Home (WFH), virtual meeting, e-Musrenbang, webinar, e-kinerja dan istilah lainnya. Sebagai salah satu contoh, dengan semakin meluasnya pelaksanaan rapat secara virtual, hingga pertengahan Mei 2020, aplikasi Zoom Cloud Meetings telah diunduh lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia. Jauh meningkat pesat dari sebelum pandemi Covid-19 melanda. Demikian juga dengan aplikasi serupa lainnya yang menyediakan layanan pertemuan secara virtual.

Pemanfaatan teknologi informasi baik melalui aplikasi maupun media sosial juga merambah di institusi pendidikan, dengan diberlakukannya belajar di rumah. Banyak sekali terekam di linimasa media sosial, bagaimana orang tua “berjibaku” memanfaatkan media sosial untuk membantu pelaksanaan tugas anak-anak mereka. Sesuatu yang bagi sebagian orang tua yang gaptek menjadi lebih melek.

Namun demikian, upaya mendorong tumbuh berkembangnya inovasi layanan publik di tengah pandemi ini juga masih menyisakan berbagai permasalahan. Seorang guru di pegunungan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara misalnya, mengeluhkan terbatasnya ketersediaan listrik dan sinyal telekomunikasi.

Di wilayah dengan akses 1 jam penerbangan dari ibu kota kabupaten, dan berbatasan dengan Sarawak, Malaysia itu, listrik hanya menyala pukul 06.00 – 12. 00. Listrik baru akan menyala kembali pukul 18.00 – 24.00 selebihnya padam. Jadwal yang sama juga dengan ketersediaan sinyal telekomunikasi. Itu juga dengan catatan tidak terkendala cuaca. Dalam beberapa liputan televisi, kita juga melihat para guru di daerah terpencil yang harus mendatangi siswanya, karena ketiadaan akses komunikasi.

Ada beberapa instansi yang belum sepenuhnya mengakomodir dokumen elektronik.

Pelayanan publik di instansi pemerintah dan pemerintah daerah juga belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Kebijakan sistem kerja dengan Shift dan WFH masih menyisakan pekerjaan rumah. Masih ada beberapa instansi yang belum sepenuhnya mengakomodir dokumen elektronik. Di bidang perizinan misalnya. Meskipun sudah ada layanan One Single Submission (OSS), masih ada kendala di daerah terpencil dalam penyampaian dokumen secara daring.

Prof Rhenald Kasali dalam bukunya “Let’s Change” mengungkapkan bahwa “seberapa pun jauh jarak yang ditempuh, perubahan tetap harus dimungkinkan. Itulah prinsip manajeman perubahan.” Setiap upaya yang diambil dalam situasi pandemi Covid-19 ini, harus dimaknai sebagai breaktrough pemerintah dan pemerintah daerah mengatasi persoalan yang ada.

Kini, pemerintah tengah menawarkan konsep New Normal. Kita patut menyambut era New Normal itu sebagai sebuah momentum untuk memperbaiki diri. Dalam konteks pengembangan inovasi pelayanan publik, New Normal adalah momentum bagi semua stakeholders untuk berbenah. Praktik baik inovasi pelayanan publik di masa pandemi harus menjadi pelajaran dan tolok ukur untuk menyusun strategi yang lebih komprehensif dalam implemetasi kebijakan inovasi disemua sektor. Kesadaran dan pengalaman selama pandemi harus didorong menjadi satu pembelajaran untuk melahirkan praktik baik.

New normal sendiri bukan berarti sebuah kebebasan untuk kita melakukan segala hal seperti biasanya tanpa memikirkan protokol kesehatan. Jika sudah diterapkan saya memiliki harapan agar kita dapat melakukan kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Ini untuk menjaga diri dari virus yang akan hidup berdampingan dengan kita nantinya.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA