COVID-19 Menyebabkan Trombosit menjadi “Hiperaktif”

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Perubahan trombosit darah yang dipicu oleh COVID-19 dapat berkontribusi pada timbulnya serangan jantung, stroke, dan komplikasi serius lainnya.

Dengan penelitian yang semakin jauh dan beragam perihal COVID-19, semakin banyak pula yang dikini diketahui oleh para ilmuwan. Kini menurut para ilmuwan di Universitas Utah diketahui bahwa perubahan trombosit darah yang dipicu oleh COVID-19 dapat berkontribusi pada timbulnya serangan jantung, stroke, dan komplikasi serius lainnya pada beberapa pasien yang memiliki penyakit ini.

Para ilmuwan menemukan bahwa protein inflamasi yang dihasilkan selama infeksi secara signifikan mengubah fungsi trombosit, membuat mereka “hiperaktif” dan lebih rentan untuk membentuk gumpalan darah yang berbahaya dan berpotensi mematikan. Mereka mengatakan pemahaman akan penyebab yang mendasari perubahan ini mungkin dapat mengarah pada perawatan yang mencegah terjadinya hal ini pada pasien COVID-19.

Menurut peneliti, temuan mereka menambah potongan penting pada teka-teki puzzle yang mereka sebut COVID-19. Mereka menemukan bahwa peradangan dan perubahan sistemik, karena infeksi, mempengaruhi bagaimana fungsi trombosit, mendorong mereka untuk agregat lebih cepat, yang dapat menjelaskan mengapa terlihatnya peningkatan jumlah pembekuan darah pada pasien COVID-19.

Bukti yang muncul menunjukkan bahwa COVID-19 dikaitkan dengan peningkatan risiko pembekuan darah, yang dapat menyebabkan masalah kardiovaskular dan kegagalan organ pada beberapa pasien, terutama di antara mereka yang memiliki masalah medis mendasar seperti diabetes, obesitas, atau tekanan darah tinggi.

Untuk mengetahui apa yang mungkin terjadi, para peneliti mempelajari 41 pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Utah di Salt Lake City. Tujuh belas dari pasien ini berada di ICU, termasuk sembilan yang menggunakan ventilator. Mereka membandingkan darah dari pasien ini dengan sampel yang diambil dari orang sehat yang cocok untuk usia dan jenis kelamin.

Menggunakan analisis gen diferensial, para peneliti menemukan bahwa SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, tampaknya memicu perubahan genetik pada trombosit. Dalam studi laboratorium, mereka mempelajari agregasi trombosit, komponen penting dari pembentukan bekuan darah, dan mengamati trombosit COVID-19 yang teragregasi lebih mudah.

Mereka juga mencatat bahwa perubahan-perubahan ini secara signifikan mengubah bagaimana trombosit berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh, kemungkinan berkontribusi pada peradangan saluran pernapasan yang, pada gilirannya, dapat mengakibatkan cedera paru-paru yang lebih parah.

Yang mengejutkan, para peneliti tidak mendeteksi bukti virus di sebagian besar trombosit, menunjukkan bahwa itu bisa mempromosikan perubahan genetik dalam sel-sel ini secara tidak langsung.

Salah satu mekanisme yang mungkin adalah peradangan, menurut peneliti. Secara teori, peradangan yang disebabkan oleh COVID-19 dapat memengaruhi megakaryocytes, sel-sel yang memproduksi trombosit. Akibatnya, perubahan genetik kritis diturunkan dari megakaryocytes ke trombosit, yang, pada gilirannya, membuat mereka hiperaktif.

Dalam studi tabung reaksi, para peneliti menemukan bahwa pra-perawatan trombosit dari pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 dengan aspirin benar-benar mencegah hiperaktif ini. Temuan ini menunjukkan aspirin dapat meningkatkan hasil; Namun, ini akan membutuhkan studi lebih lanjut dalam uji klinis. Untuk saat ini, ilmuwan memperingatkan untuk tidak menggunakan aspirin untuk mengobati COVID-19 kecuali disarankan oleh dokter.

Sementara itu, para peneliti mulai mencari kemungkinan perawatan lain.

Peneliti mengatakan adanya proses genetik yang dapat mereka targetkan yang akan mencegah berubahnya trombosit. Jika para peneliti bisa mengetahui bagaimana COVID-19 berinteraksi dengan megakaryocytes atau trombosit, maka mungkin dapat memblokir interaksi itu dan mengurangi risiko seseorang mengalami pembekuan darah.

Penelitian ini berjudul, “Ekspresi dan Fungsi Gen Platelet pada Pasien COVID-19,” didanai oleh National Institutes of Health, Inisiatif 3i Universitas Kesehatan Utah, dan American Heart Foundation. (disadur dari situs sciencedaily)

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti