Ditulis oleh 8:37 am COVID-19

COVID-19: Qul Huwallahu Ahad, Tafsir Seorang Dokter

“Katakanlah wahai Muhammad, dialah Allah yang Maha Esa”

Oleh: DR. dr. Sagiran, Sp.B (K) KL, M.Kes

Qul huwallahu ahad. Suatu ayat yang melambangkan penegasan oleh Tuhan yang mutlak menguasai alam ini. Dan secara disadari ataupun tidak seluruh umat manusia di muka bumi ini mengakuinya bahwa Tuhan itu Maha Esa. Maka di tengah wabah Covid-19 yang sedang menyeruak, memporak-porandakan pranatan kehidupan duniawi secara global di segenap permukaan bumi ini. Mudah-mudahan seluruh umat manusia kembali kepada satu pemahaman bahwa Tuhan itu Allah yang Maha Esa.

Sebenarnya berbagai kancah kehidupan yang di sana itu ada tokoh-tokoh ilmuwannya dengan berbagai penelitiannya. Semuanya pada akhirnya bersepakat. Jaman dulu ada istilah causa prima, jadi sebab dari segala sebab. Itu kuasanya Tuhan, dan Tuhan itu Maha Esa.

Ada berbagai budaya, ataupun pemikiran mencoba mencari Tuhan; dalam istilah politeisme. Tapi tidak lama itu tumbang dan mengarah kepada monoteisme.

Di Indonesia, alhamdulillah Negara kita ini punya Pancasila. Yang kemarin, mohon maaf saya sebutkan, sempat dimanfaatkan untuk dibentur-benturkan kepada syariat Islam. Tidak tahu apa motifnya. Tetapi sangat disayangkan kenapa agama itu dibenturkan dengan Pancasila. Kalau dalam hal Islam, apa sih sebetulnya yang bertentangan dengan Pancasila? Islam itu Pancasilais. Atau Pancasila itu ya Islam. Jadi, tidak ada pertentangan. Tapi beberapa waktu terakhir kemarin seakan-akan dibuat dikotomi bahwa orang-orang atau pihak-pihak yang menjalankan Islam dengan baik itu seakan-akan justru distigmatisasi tidak Pancasilais. Mudahan-mudahan juga Covid-19 ini menjadi instropeksi bagi seluruh elemen bangsa Indonesia.

Sudahlah. Kita ini semuanya sudah paham bahwa sejarah Pancasila itu lahir dari saripati para ulama. Dominannya adalah ulama-ulama Islam, sehingga dengan toleransi yang luar biasa dari para ulama yang menggagasnya dulu menghasilkan lima sila. Sila yang pertama itulah qul huwallahu ahad. Bahwa Ketuhanan yang Maha Esa. Tetapi seakan-akan orang atau pihak tertentu menghendaki seakan-akan diganti dengan Bhinneka Tunggal Ika. Padahal sebenarnya Ketuhanan Yang Maha Esa itu jauh esensinya melebihi dari kata apapun yang di Indonesia ini sekaligus melambangkan pemersatu dari seluruh keyakinan, agama, dan kepercayaan.

Sebagai seorang dokter, kami semua meyakini bahwa di dalam kedokteran ini berlaku juga apa yang disebut evidence based medical practice. Bahwa ilmu pengetahuan bidang kedokteran itu harus approve scientifically. Artinya apa? Seluruh dunia harus bersepakat akan suatu hal; dalam hal ini misalnya suatu penyakit. Diawali dari tanda, gejala, pemeriksaan, mengarah kepada diagnosis, dilanjutkan dengan bagaimana terapinya, penanganannya. Bagaimana mengatasi, sampai kepada bagaimana upaya-upaya pencegahan rehabilitasi dan seterusnya. Yang ini semua adalah perilaku umat manusia yang semuanya mengarah kepada yang satu.

Oleh karena itu, Covid-19 ini mari kita tadabburi sebagai penjelasan dari ayat Allah, qul huwallahu ahad. Yakni kita semua harus menegaskan di dalam keyakinan kita. Karena arti dari ayat itu semua juga sudah tahu. “Katakanlah wahai Muhammad. Huwa, dialah Allah. Ahad yakni Maha Esa”. Jangan lagi kita justru melupakan keesaan illahi ini dengan berbuat musyrik. Mempersekutukan keesaanNya. Jangan kita mengandalkan kepada sesuatu, menyembah kepada yang lain, mementingkan yang lain, takut kepada perkara-perkara yang lain. Kemudian mengabaikan perintah-perintah Allah Yang Maha Esa.

Mudah-mudahan bermanfaat dan membawa siapapun kita dari peristiwa covid-19 ini. Membawa kepada yang lebih baik lagi penghambaan kita kepada Allah SWT. Sekali lagi, mari kita semua berinstropeksi di era Covid-19 ini.

Penulis: Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bantul dan Ketua Yayasan/Owner RS NUR HIDAYAH Bantul Jogjakarta


“Katakanlah wahai Muhammad. Huwa, dialah Allah. Ahad yakni Maha Esa”


(Visited 107 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 14 April 2020
Close