Ditulis oleh 8:25 am COVID-19

Covid-19 Selesai Juni… Wow…Keren

Para pakar ada yang memprediksi Covid-19 akan selesai pada Juni 2020, bagaimana masyarakat menyikapinya?

Kabar gembira datang dari pakar dan peneliti yang memprediksi penyakit Covid-19 (yang disebabkan oleh SARS-CoV-2) akan selesai di bulan Juni 2020, didukung pula oleh pernyataan pemerintah. Tentu ini sangat melegakan bagi masyarakat yang mengalami ketidakpastian dan keterasingan selama dua bulan terakhir ini. Prediksi mereka tentu bisa dipercaya karena menggunakan metoda ilmiah. Beberapa pengalaman negara lain yang senasib, angka, grafik, mereka utak-atik dengan detail dalam berbagai simulasi, sehingga menyimpulkan bahwa Covid-19 selesai pada bulan Juni 2020, meskipun disertai beberapa persyaratan untuk mencapainya.

Berbagai respon masyarakat muncul, apalagi akhir-akhir ini banyak lahir para pakar dadakan yang kadang terkesan lebih pakar dari pakar yang asli. Pernyataan mereka macam-macam, ada yang mencerahkan tetapi tidak sedikit pula yang ikut membingungkan masyarakat yang sejatinya sudah dalam keadaan bingung. Contohnya: pakar social distancing mengatakan “kalau masyarakat patuh dengan social distancing, maka tidak perlu peningkatan imunitas”; pakar vitamin mengklaim “untuk melawan virus ini harus mengkonsumsi tablet Vit C dan Vit E dosis tinggi”; pakar jamu tidak mau ketinggalan “sudah ditemukan jamu untuk mengobati Covid-19”. Yah… mari dinikmati saja dengan sedikit mengasah kewaspadaan dan kecerdasan diri sendiri. Yang jelas tambah wawasan dan kenal banyak istilah-istilah baru.

Secara garis besar respon masyarakat terbagi dalam 4 kelompok:

  1. Yakin Covid-19 bisa lenyap di bulan Juni, dengan upaya maksimal dari seluruh masyarakat
  2. Yakin Covid-19 lenyap di bulan Juni, tanpa perlu upaya apapun
  3. Tidak yakin Covid 19 lenyap di bulan Juni, tetapi berupaya maksimal untuk melenyapkannya
  4. Tidak yakin Covid 19 lenyap di bulan Juni, dan tidak perlu berupaya apapun

Masyarakat Indonesia umumnya kira-kira berada di kelompok mana? Atau di kelompok manakah saya berada?

Berada di Kelompok A: kelompok ini memiliki kepercayaan kuat yang mana keyakinan tersebut akan memotivasi dirinya untuk mencapainya. Mereka akan berupaya sungguh-sungguh menjalankan semua protokol kesehatan dan patuh pada pengaturan pemerintah, yang diyakininya sudah memiliki strategi dan peta jalan yang tepat:

# Patuh menjalankan protokol pemerintah/ WHO (Stay Home; Social Distancing; Physical Distancing; keluar rumah pakai masker; desinfeksi barang/ peralatan; dll)

# PHBS/Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (CTPS = Cuci Tangan Pakai Sabun; Gizi seimbang; minum hangat; istrahat 6-8 jam; cuci bahan sayuran dan buah-buahan dengan sabun; hindari stres; kostum kerja sekali pakai langsung cuci; buka lebar pintu dan jendela; kurangi AC; menjemur paket/barang yang baru diterima; menyeterika uang yang baru transaksi; dll)

# Meningkatkan daya tahan tubuh (baca Al-Quran dengan tartil minimal terdengar telinga sendiri; berdzikir/ wiridan/ solawat nabi; perbanyak makan sayur dan buah yang mengandung Vit. C dan Vit. E; minum air putih/ infus water 6-10 gelas; berjemur di sinar matahari15-30 menit; Olah Raga di halaman rumah 30 – 60 menit; selalu berpikir positif dan gembira; dll)

Andaikan kebanyakan masyarakat berada di kelompok ini maka prediksi pakar dan pemerintah bisa menjadi kenyataan.

Berada di Kelompok B: mereka punya keyakinan yang tinggi tanpa mau berupaya apapun, mereka yakin bahwa analisis para pakar tersebut benar adanya karena sudah menggunakan berbagai data dan rumus yang canggih, lagipula segala sesuatu sudah ditentukan Allah, manusia tinggal menjalani saja. Mati hidup di tangan Allah, kalau Allah mengatakan Covid-19 selesai Juni yah selesai juga kenapa harus repot-repot dengan segala macam aturan yang mengungkung dan membosankan.

Baca juga: Wah! Ternyata Tipe Covid-19 di Indonesia Berbeda Dengan Tiga Tipe di Dunia

Andai banyak masyarakat berada di kelompok ini maka jauh panggang dari api bahwa Covid- 19 akan lenyap di bulan Juni.

Berada di Kelompok C: kelompok ini adalah orang-orang yang sangat percaya pada ikhtiar manusia, namun prediksi manusia belum tentu terjadi tanpa campur tangan Tuhan Sang Pemilik dan Pengatur alam semesta.

Upaya yang dilakukan tidak berbeda dengan Kelompok A, tetapi mereka akan berdoa lebih khyusu kepada Allah SWT semoga kehendak Allah sama dengan ramalan para pakar.  Berupaya memaksimalkan ikhtiar dan selalu menyertakan Tuhan dalam setiap permasalahan dan tindakan, disertai kepasrahan/ tawakal bahwa ketentuan Tuhanlah yang terbaik bagi hamba-Nya. Sikap seperti ini membantu meningkatkan immunitas tubuh yang berefek  tidak mudah jatuh sakit.

Andaikan banyak masyarakat yang masuk dalam kelompok ini maka kemungkinan ramalan tersebut terwujud, dan manusia bisa segera memulai kehidupan baru yang lebih santun dan bermartabat, jauh dari kesombongan dan keserakahan. Sesungguhnya manusia itu begitu kecil, lemah, dan rapuh dalam kerajaan Allah Yang Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Adil, dan Maha Pembuat Perhitungan.

Berada di Kelompok D: ini tergolong manusia EGP..emang gue pikirin.. tidak peduli  terhadap apa yang terjadi dan tidak punya gairah apapun untuk menjadi lebih baik. Mungkin mereka terlalu sering dikecewakan oleh kondisi yang semrawut dan praktek ketidakadilan, atau sudah capek/bosan karena sepanjang hari yang diberitakan Covid-19 dalam suram kematian, rakyat lapar, dan mudik yang tidak jelas. Otak sudah tidak mampu lagi mencerna, hati tidak mampu lagi mendamba, diri tidak mampu lagi menyangga. ”… apa yang terjadi terjadilah…”, mereka hopeless tidak punya harapan apa-apa lagi. Kondisi hopeless bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terjangkit penyakit.

Kalau masyarakat didominasi oleh kelompok ini maka akan jatuh korban lebih banyak lagi dan pandemi entah sampai kapan akan berhenti. Mungkinkah akan terjadi seperti yang dikuatirkan sebagian orang yaitu pengurangan penduduk bumi secara besar-besaran?

Bahasan di atas adalah dari aspek masyarakat, yang lebih penting lagi adalah aspek regulasi/ pengaturan pemerintah. Pemerintah harus menyusun regulasi yang jelas, melaksanakan dengan tegas, dan memberi sanksi yang adil bagi masyarakat yang melanggar, semata dalam rangka menyelamatkan dan mensejahterakan masyarakat. Kalau ini berjalan dengan baik maka masyarakat akan memiliki kepercayaan yang tinggi pada pemerintah. Kepercayaan  ini sangat penting untuk menjamin mereka mentaati peraturan dan penuh semangat berjuang mencapai cita-cita bersama. Kalau tidak ada kepercayaan maka masyarakat akan cenderung membangkang atau bertindak sekehendak hati sendiri.

Andai ini terjadi akan sangat berbahaya bagi bangsa dan negara, pemerintahan akan berjalan tidak efektif dan penuh ketegangan, menghabiskan sumber daya yang banyak dengan hasil minimal.

Sebagai rakyat biasa hanya bisa membantu dengan berdoa kepada Allah SWT:

# Tuhan Yang Maha Berkehendak, semoga berkehendak melenyapkan Covid-19 pada bulan Juni 2020

# Tuhan Yang Maha Pengasih, memberi keikhlasan kepada masyarakat untuk mampu menjalankan semua protokol kesehatan yang ditetapkan WHO, dan mematuhi regulasi/ pengaturan pemerintah

# Tuhan Yang Maha Kokoh, memberi kekuatan dan kesabaran kepada para petugas kesehatan, petugas keamanan, relawan, dll yang tulus menjalankan tugas di lapangan

# Tuhan yang Maha Pandai, memberi kecerdasan kepada para pengambil kebijakan sehingga mampu membuat regulasi yang sinkron dan tidak bertabrakan satu sama lain, jelas alur komando dan pertanggungjawabannya

# Tuhan yang Maha Mengabulkan, mengaruniakan pemimpin nasional yang jujur seperti Abubakar As Shiddiq, tegas seperti Umar bin Khattab, dermawan seperti Utsman bin Affan, dan cerdas seperti Ali bin Abi Thalib.

Harapan penulis, masyarakat Indonesia terbanyak adalah Kelompok A dan Kelompok C yang didukung oleh ketegasan pemerintah melaksanakan regulasinya dan kehendak Allah SWT, sehingga prediksi Covid-19 selesai pada bulan Juni 2020 menjadi kenyataan.

Tiga kunci utama untuk terealisasinya prediksi tersebut yaitu Masyarakat yang Patuh, Pemerintah yang Tegas, dan Tuhan yang Berkehendak.

# Covid-19 selesai Juni 2020
# Masyarakat Patuh
# Pemerintah Tegas
# Tuhan Berkehendak

Yogyakarta, 8 Mei 2020

(Visited 16.347 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 10 Mei 2020
Close