Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Keluarga Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus

Oleh: Sukinah, M.Pd

Perubahan kondisi yang spontan tentu akan berpengaruh banyak aspek, hal ini seperti yang kita alami saat ini. Semua individu merasakan dampak adanya wabah pandemi Covid-19 yang terjadi sejak akhir tahun 2019 di Wuhan dan mewabah di Indonesia sejak awal tahun hingga sekarang. Kondisi demikian memiliki dampak salah satu dalam dunia pendidikan kita.  Ki Hajar dewantara berpendapat bahwa tri pusat pendidikan berlangsung di tiga lingkungan, baik keluarga, sekolah dan masyarakat, Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi perkembangan individu anak karena sejak kecil anak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga. Bagi keluarga pada umumnya tidak akan memiliki masalah sangat serius.  

Bagaimana dengan lingkungan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus?

Anak berkebutuhan khusus merupakan individu yang mengalami hambatan atau keterbatasan baik secara fisik, mental intelektual, social maupun emosional sehingga berpengaruh dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibanding dengan anak-anak lain seusianya dan membutuhkan layanan khusus.  

Kehadiran anak berkebutuhan khususu dalam sebuah keluarga bukan hal yang mudah bagi orangtua manapun. Perhatian orangtua sangat utama dalam tumbuh kembang mereka. Orangtua harus selalu memahami dan mendampingi agar mereka selalu percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pembelajaran yang terjadi dalam sebuah keluarga ada setiap hari pada saat terjadi interaksi antara anak dengan keluarganya. Peran orangtua menjadi panutan bagi anak-anaknya termasuk anaknya yang berkebutuhan khusus.

Orangtua harus selalu memahami dan mendampingi agar mereka selalu percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Bagaimana dampak pandemi Covid-19 terhadap keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus?

Anak berkebutuhan khusus ketika terjadi sesuatu perubahan yang sangat mendadak atau spontan secara tidak langsung akan mempengaruhi kondisi yang semula sudah baik atau stabil akan berubah menjadi lebih parah. Berbagai jenis anak berkebutuhan mulai dari hambatan penglihatan, hambatan pendengaran, hambatan fungsi otot-tulang-sendi, hambatan intelektual, hambatan emosi- perilaku-sosial, hambatan autism, dan hambatan ganda atau  kompleks.

Keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan atau memindahkan proses pembelajaran dari sekolah menjadi di rumah menjadi kelimpungan termasuk tentunya keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus.  Anak-anak biasanya sangat konsisten dengan aktifias rutin, misalnya setiap pagi bangun tidur mandi berangkat sekolah akan tetapi secara mendadak anak tidak melakukan rutinitas tersebut maka akan berdampak pada perilaku yang tidak stabil, tantrum, agresif, menyakiti dirinya sendiri. Hal yang demikian rata-rata muncul individu anak berkebutuhan khusus dengan klasifikasi autism maupun anak gangguan perilaku-emosi dan sosial. Sedangkan pada anak berkebutuhan khusus lainnya akan lebih mudah pengkondiisian dengan adanya wabah pandemi Covid-19. Ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi anak kebutuhan khusus, juga orang tua dalam proses pendamping selama pandemi Covid-19.

Apa yang dapat dilakukan oleh orangtua selama pandemi Covid-19?

Hal-hal yang dapat dilakukan orangtua selama pandemi Covid 19 terhadap anak berkebutuhan khusus sebagai berikut:

  1. Mengenali dan memahami karakteristik anak dan identifikasi potensi yang dimiliki anak sebagai dasar penyusunan program atas arahan guru di sekolah.
  2. Membangun  komunikasi positif terhadap guru-guru di sekolah, apa yang dapat dilakukan orangtua di rumah dalam pendampingan belajar sesuai dengan program dari guru.
  3. Memberikan pemahaman kepada anak berkebutuhan khusus tentang perubahan aktifitas harian yang tidak dapat dilakukan kembali. Orangtua dapat menggunakan media-media pendukung yang memudahkan anak untuk memahami penjelasannya.
  4. Menyusun jadwal harian yang harus dilakukan anak berkebutuhan khusus selama satu minggu berdasar arahan guru dari sekolah sehingga  materi yang diberikan sesuai dengan konteks  program di sekolah selama ini.
  5. Memberikan penjelasan kepada anak berkebutuhan khusus tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak diperbolehkan selama pandemi Covid-19, misal: harus rajin mencuci tangan, menggunakan masker, jaga jarak, hindari menyentuh wajah, hindari jabat tangan dan berpelukan, jangan berbagi barang pribadi, etika ketika bersin atau batuk, hindari berkerumun atau mengumpul dengan jumlah banyak,mencuci bahan makanan
  6. Melakukan aktifitas kegiatan pendampingan pembelajaran sesuai dengan komitmen jadwal yang telah tersusun, jika tidak konsisten maka anak akan memunculkan perilaku-perilaku yang tidak wajar
  7. Menyediakan dukungan sarana prasarana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar anak  selama pendampingan belajar di rumah. Misal: bagi anak yang mengalami hambatan penglihatan misalnya kesiapan membaca hirif braille.
  8. Memiliki keterbukaan untuk ikut aktif berpartisipasi dalam pembelajaran sistem daring dalam berbagai event lokal maupun nasional.
  9. Menjalin kerjasama yang baik dengan anggota keluarga yang lain untuk memberikan dukungan selama pelaksanaan pembelajaran di rumah
  10. Melakukan identifikasi masalah-masalah yang muncul selama pendampingan belajar di rumah, selanjutnya bisa dikomunikasikan kepada para nara sumber dalam berbagai event daring atau sharing dengan group-group medsos yang ada.
  11. Menentukan skala prioritas (target) dalam pembelajaran selama pendampinangan  di rumah lebih diutamakan program akiftas kehidupan sehari-hari.
  12. Menghindari waktu kosong dan memanfaatkannya dengan aktifitas fungsional bagi anak agar tidak muncul perilaku-perilaku yang tidak diharapkan,
  13.  Menyediakan jaminan kesehatan dan layanan pendidikan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan anak dalam kondisi pandemic covid -19
  14. Mengikuti aktifitas belajar online sistem yang tersedia selama ini agar orangtua bersama anak harus saling belajar beradaptasi
  15. Memiliki semangat tinggi dan tetap berkarya dalam pendampingan belajar anak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak.

Pandemi Covid-19 ini memang sebuah ujian yang berat bagi seluruh bangsa, memberkan ujian kemampuan semua bangsa untuk dapat mengambil hikmah dengan terus menerus berupaya dan berikhtiar  dengan iringan doa serta selalu mencari solusi pada setiap masalah yang ada dalam keluarga.

Demikian semoga bermanfaat, terimakasih.

Penulis adalah Dosen Pendidikan Luar Biasa FIP UNY

(Visited 1.716 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020