31.1 C
Yogyakarta
23 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
SAINS

Dapatkah Tidur Melindungi dari Melupakan Ingatan Lama?

Dari menurunkan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular hingga meningkatkan konsentrasi dan kinerja harian secara keseluruhan, tidur telah terbukti memainkan peran penting dalam kesehatan kita. Dalam sebuah studi baru, para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas San Diego California melaporkan bahwa tidur juga dapat membantu orang untuk belajar terus menerus sepanjang hidup mereka.

Para peneliti menggunakan model komputasi yang mampu mensimulasikan keadaan berbeda dari otak, seperti tidur dan bangun, untuk memeriksa bagaimana tidur mengkonsolidasikan memori yang baru dikodekan dan mencegah kerusakan pada memori lama.

Maksim Bazhenov, PhD, penulis utama studi dan profesor kedokteran di UC San Diego mengatakan bahwa otak sangat sibuk ketika kita tidur, mengulangi apa yang telah dipelajari di saat terjaga. Tidur membantu mengatur kembali ingatan dan menyajikannya dengan cara yang paling efisien. Temuan kami menunjukkan bahwa ingatan itu dinamis, bukan statis. Dengan kata lain, ingatan, bahkan kenangan lama, belumlah final, dan tidur terus memperbarui ingatan tersebut. Para peneliti memperkirakan bahwa selama siklus tidur, baik kenangan lama dan baru diputar ulang secara spontan, yang mencegah lupa dan meningkatkan kinerja mengingat.

Bazhenov mengatakan bahwa ingatan ulang selama tidur memainkan peran protektif terhadap lupa dengan membiarkan populasi neuron yang sama untuk menyimpan beberapa ingatan yang mengganggu. Kita belajar banyak hal baru setiap hari dan ingatan itu bersaing dengan ingatan lama. Untuk mengakomodasi semua ingatan, kita perlu tidur, tambahnya.

Sebagai contoh, bayangkan belajar cara menavigasi ke tempat parkir dengan belok kiri di satu rambu dan kanan di satu lampu lalu lintas. Hari berikutnya, anda harus belajar cara menuju tempat parkir yang berbeda menggunakan arah yang berbeda. Bazhenov mengatakan tidur menggabungkan ingatan-ingatan itu untuk memungkinkan ingatan keduanya.

Ketika bermain tenis, anda memiliki memori otot tertentu. Jika kemudian anda belajar bermain golf, anda harus belajar cara menggerakkan otot yang sama dengan cara yang berbeda. Tidur memastikan bahwa belajar golf tidak menghapus cara bermain tenis. dan memungkinkan ingatan yang berbeda untuk hidup berdampingan di otak, kata Bazhenov.

Para penulis mengatakan bahwa nilai tidur restoratif mungkin adalah apa yang kurang dalam sistem komputer mutakhir yang mentenagai mobil self-driving dan pengenal gambar dengan kinerja yang jauh melebihi manusia. Sistem kecerdasan buatan ini tidak memiliki kemampuan untuk belajar terus menerus dan akan melupakan pengetahuan lama ketika informasi baru dipelajari. Bazhenov mengatakan mungkin diperlukan penambahan keadaan seperti tidur ke komputer dan sistem robot untuk mencegah melupakan setelah pembelajaran baru dan untuk membuat mereka dapat belajar terus menerus.

Bazhenov mengatakan hasil penelitian dapat mengarah pada pengembangan teknik stimulasi baru selama tidur untuk meningkatkan daya ingat dan pembelajaran. Ini mungkin sangat penting pada orang dewasa yang lebih tua atau orang yang menderita ketidakmampuan untuk belajar.

Sementara tidur terlibat dalam banyak fungsi penting otak dan tubuh, mungkin penting untuk memungkinkan apa yang kita sebut kecerdasan manusia – kemampuan untuk belajar terus menerus dari pengalaman, untuk menciptakan pengetahuan baru dan untuk beradaptasi ketika dunia berubah di sekitar kita, kata Bazhenov. (Disadur dari situs sciencedaily)

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA