Desa dan Teknologi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Dengan adanya pemanfaatan teknologi, pemerintah desa dapat membuat inovasi-inovasi baru yang akan mengoptimalkan pelayanannya dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

Era digitalisasi menjadikan Teknologi dan Informasi (TI) semakin lekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak hanya masyarakat metropolitan, namun juga masyarakat desa yang kini aktivitasnya banyak terbantu dengan adanya kemajuan di bidang TI. Terlebih, saat ini pemerintah desa harus mampu memberikan pelayanan secara efektif dan efesien kepada masyarakat agar hak-hak mereka dapat terpenuhi dengan baik.

Peningkatan pelayanan kepada masyarakat secara tegas telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dinyatakan dalam UU tersebut bahwa salah satu tugas pemerintah desa adalah meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat desa guna mempercepat terciptanya kesejahteraan umum. Pelayanan ini mencakup pelayanan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan teknik.

Hal tersebut juga didukung oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Dimana pelayanan publik ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini, pemerintah desa berkewajiban mengoptimalkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat, salah satunya yaitu dengan penggunaan TI yang dioperasikan pada setiap bidang yang ada.

pembangunan desa tidak lagi sebatas pada sektor agraris dan infrastruktur dasar.

Pemanfaatan TI pada sektor pelayanan desa merupakan bentuk upaya yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam memaksimalkan sumberdaya-sumberdaya yang ada. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa tidak lagi sebatas pada sektor agraris dan infrastruktur dasar, namun juga mengarah pada pemanfaatan dan pengembangan TI. Sehingga, proses pembangunan di daerah perdesaan dapat menyasar ke berbagai lini secara tepat dan merata.

Istilah teknologi atau dalam bahasa inggris disebut technology berasal dari bahasa Yunani yaitu technologia atau techne yang memiliki arti keahlian dan logika. Sedangkan, secara sederhana teknologi diartikan sebagai karya cipta manusia yang menghasilkan nilai tambah untuk membantu pekerjaan manusia agar menjadi lebih mudah.

Senada dengan Munir dalam penelitiannya “Kontribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan di Era Globalisasi Pendidikan Indonesia”, bahwa teknologi pada hakikatnya adalah alat yang digunakan untuk mendapatkan nilai tambah dan mengasilkan produk yang bermanfaat. Artinya dengan adanya pemanfaatan teknologi, pemerintah desa dapat membuat inovasi-inovasi baru yang akan mengoptimalkan pelayanannya dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

Kemudian definisi informasi menurut Fauziah dan Hadwig dalam buku “Pengantar Teknologi Informasi”, merupakan hasil dari kegiatan pengelolaan data yang disajikan sedemikian rupa dan memberikan bentuk yang lebih berarti dari suatu kejadian dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Implementasi informasi dalam sekup desa dapat dikemas melalui bentuk transparansi kegiatan pemerintah desa, penggunaan dana desa, dan capaian-capaian yang sudah dilakukan dengan memanfaatkan peran berbagai media, terutama media sosial, seperti wabsite, fanspage, dan instagram desa.

Hal tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip pembangunan desa yang dijelaskan oleh Adisasmita dalam karyanya “Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan”, di mana prinsip tersebut meliputi transparansi, partisipatif, dapat dinikmati masyarakat, akuntabilitas, dan berkelanjutan.

Menurut Muhammad Badri, dalam penelitiannya “Pembangunan Pedesaan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Studi pada Gerakan Desa Membangun)” memaparkan bahwa pelaksanaan pembangunan desa di era digital memerlukan sistem komunikasi konvergen yang melibatkan komunikasi interpersonal, media masa, dan media hibrida – internet. Tujuannya adalah agar masyarakat desa dapat terlibat langsung dan ikut berpartisipasi dalam percepatan pembangunan desa.

Masyarakat desa yang masih kental dengan budaya gotong royong tentu sangat menguntungkan karena proses bembangunan dapat dilakukan secara kolektif. Dimana pemerintah desa cukup memberikan arahan dan fasilitas kepada mereka, khususnya dalam bidang TI.

Melalui aplikasi Panic Button di smartphone, masyarakat dapat mengakses seluruh layanan desa.

Desa Lamahu merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bulango Selatan, Bone Bolango, Gorontalo yang telah memanfaatkan TI pada sistem pelayanannya. Dimana pemerintah desa Lamahu menerapkan konsep command center sebagai pusat layanan bagi masyarakat setempat. Melalui aplikasi Panic Button di smartphone, masyarakat dapat mengakses seluruh layanan desa, seperti layanan keamanan, kesehatan, serta pelayanan pengurusan berkas kependudukan dan perjanjian (kompas.tv).

Selain itu, pemerintah desa Lamahu juga memasang smart pole pada 32 titik yang dilengkapi dengan CCTV, lampu otomatis, sensor cahaya dan sensor gerak. Disamping itu, terdapat program pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes dengan memanfaatkan market place secara online untuk mempromosikan semua jenis usaha yang dijalankan oleh masyarakat desa.

Berbeda dengan desa Lamahu, Desa Piyaman, Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta memanfaatkan teknologi panel surya sebagai pembangkit listrik lokal. Panel surya tersebut terpasang di sebagian besar rumah masyarakat setempat dan pada lampu penerangan jalan yang ada di desa. Saat ini sebagian besar rumah warga sudah tidak menggunakan aliran listrik dari PLN. Sehingga, pengeluran masyarakat dapat ditekan karena kebutuhan listrik mereka telah terpenuhi oleh tenaga listrik yang dihasilkan dari panel surya (kompas.com).

Pemanfaatkan TI dalam pembangunan daerah perdesaan harus dioptimalkan dengan baik. Pasalnya, hadirnya era digital telah memberi dorongan keinginan pada masyarakat untuk memperolah pelayanan dan akses terhadap informasi secara mudah dan akurat. Sehingga, sangat perlu sekali bagi pemerintah desa untuk mulai memanfaatkan kemajuan TI dalam proses pembangunan.

Mustika Edi

Mustika Edi

Peneliti Pusat Studi Desa IAIN Metro.