Di Manakah Jupiter dan Saturnus Dilahirkan?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Jupiter saat masih masa “pertumbuhan” diperkirakan untuk mengorbit Matahari tiga kali untuk setiap dua orbit yang diselesaikan Saturnus.

Dalam sebuah studi terbaru, para peneliti menunjukan kemungkinan tempat kemungkinan posisi awal dari Saturnus dan Jupiter. Temuan ini menambah sempurna pengertian kita gaya yang menentukan arsitektur dari Tata Surya kita yang tidak biasa ini. Termasuk pelepasan planet tambahan antara Saturnus dan Uranus, yang memastikan bahwa hanya planet kecil berbatu, seperti Bumi, yang terbentuk di dalam Jupiter.

Ketika matahari kita masih muda, dirinya dikelilingi oleh gas dan debu yang berotasi yang dimana planet baru akan lahir darinya. Orbit planet yang baru terbentuk awalnya dianggap padat dan melingkar, akan tetapi interaksi gravitasi antara objek yang lebih besar mengganggu pengaturan dan menyebabkan bayi planet raksasa dengan cepat berubah, menciptakan konfigurasi yang sekarang ini kita amati.

Kini para peneliti mengetahui bahwa terdapat ribuan sistem planet di dalam galaksi Bima Sakti ini. Namun ternyata, menurut para peneliti, penataan planet di Tata Surya ini sangatlah tidak biasa. Oleh karenanya para peneliti menggunakan suatu model untuk merekayasa kembali dan mereplika proses pembentukan galaksi. Hal ini menurut mereka seperti mencoba mencari tahu apa yang terjadi dalam kecelakaan mobil setelah kejadian tersebut terjadi, seberapa cepat mobil-mobil tersebu melaju, ke arah mana, dan seterusnya. Dari studi tersebut, para peneliti mengungkapkan detail tak terduga tentang hubungan asli Jupiter dan Saturnus.

Jupiter saat masih masa “pertumbuhan” diperkirakan untuk mengorbit Matahari tiga kali untuk setiap dua orbit yang diselesaikan Saturnus. Namun susunan tersebut ini tidak mampu menjelaskan secara memuaskan konfigurasi planet raksasa yang kini kita lihat. Model dari para peneliti menunjukkan bahwa rasio dua orbit Jupiter dengan satu orbit Saturnus lebih konsisten menghasilkan hasil yang terlihat seperti arsitektur planet yang kita kenal.

Menurut mereka hal ini menunjukkan bahwa meskipun Tata Surya ini terlihat sedikit aneh, namun hal tersebut tidak selalu demikian. Lebih jauh lagi, sekarang setelah para peneliti menetapkan keefektifan model tersebut, maka dapat digunakan untuk membantu kita untuk melihat pembentukan planet terrestria, yang di dalamnya termasuk planet kita sendiri, dan mungkin juga memberikan informasi akan kemampuan kita untuk mencari sistem serupa di tempat lain yang dapat memiliki potensi untuk menjadi tempat berdirinya kehidupan.

Model tersebut juga menunjukkan bahwa posisi Uranus dan Neptunus dibentuk oleh massa sabuk Kuiper, yakni wilayah es di tepi Tata Surya yang terdiri dari planet kerdil dan planetoid di mana Pluto, yang merupakan anggota terbesarnya, dan oleh planet raksasa es, yang dikeluarkan pada masa awal Tata Surya ini.

Sumber:
Disadur dari situs sciencedaily. Materi berasal dari Carnegie Institution for Science.
Note: Naskah telah mengalami penyesuaian gaya dan panjang.

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti