Dibully Itu Ternyata Menguntungkan dan Membahagiakan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sesungguhnya di balik derita kena bully ada kebahagiaan, sesungguhnya di balik beratnya kena bully ada kesuksesan.

Dibully alias mendapat perlakuan tidak menyenangkan seperti dihina, diremehkan, dipermainkan, dikucilkan, digosipkan, dilecehkan, diperas, ditipu, dan lain sebagainya pastilah menyedihkan.

Akibat tidak tahan kena bully, bisa menjadikan seseorang putus asa. Bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya.

Pendapat umum mengatakan bahwa perlakuan bully adalah kejam dan sangat merugikan.

Benarkah kena bully itu merugikan?
Ya benar jika dipandang dengan kacamata otak kiri RASIONAL REALISTIS (SIAL).
Tapi, tidak benar jika memandangnya dengan kacamata otak kanan EMOSIONAL IMAJINATIF SPONTAN (EMAS) dan ditanggapinya dengan SABAR SYUKUR IKHLAS (SASYUIK).

Jika melihatnya dengan kacamata EMAS, sesungguhnya kena bully itu MENGUNTUNGKAN.
Ah, yang benar? Ya iyalah.

Kena bully pada dasarnya sedang berinvestasi. Orang yang sedang kena bully, berarti dia sedang menjalani penggemblengan kecerdasan emosional, spiritual, dan tahan untuk menderita (ESAQ).
Jika dia mampu melewati tanpa patah hati, maka predikat insan SASYUIK pantas disandang, sehingga bahagia dan sukses sebagai hadiahnya.

“Kena bully itu menyakitkan!” komentar seorang teman. Lho, siapa yang mengatakan dibully itu menyenangkan?
Yang namanya kena bully sangat pahit rasanya. Tapi sepahit-pahitnya kena bully, akhirnya pasti berbuah manis jika mampu bertahan untuk tidak patah hati dan putus asa.

Janji Allah pasti ditepati, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Sesungguhnya di balik derita kena bully ada kebahagiaan, sesungguhnya di balik beratnya kena bully ada kesuksesan.

Yup, berarti kena bully itu ternyata menguntungkan.
Faktanya memang tak terbantahkan. Semua suksesor dunia menjadi besar dan harum namanya, karena mampu sasyuik menghadapi kejamnya bully dalam kehidupannya. Semakin berat bully yang dirasakan, semakin besar sukses yang akan dihadiahkan.
Buktinya semua para nabi yang namanya harum sampai hari kiamat nanti, ternyata dalam perjuangan menegakkan risalah ilahi, hidupnya penuh dengan bully.

Pesan bagi yang merasa sedang kena bully. Entah kena bully dari lingkungan, atau bully karena kesulitan ekonomi, bully problema keluarga, bully pekerjaan, bully fitnah yang keji, atau bully apapun yang sedang menimpa. Jangan patah hati, jangan putus asa. Anda sedang berinvestasi.
Jika Anda jalani dan tanggapi bully dengan sikap SASYUIK, pada saatnya nanti akan tiba waktunya panen raya kebahagiaan dan kesuksesan.

Selamat menghadapi bully dengan dengan percaya diri dan jauhkan dari sakit hati. Anda PASTI BISA!

Salam Sasyuik

Hamka Suyana

Hamka Suyana

Motivator Dengan Manajemen Sasyuik.