Ditulis oleh 7:32 am KABAR

Disinfektan Pada Kulit Dapat Sebabkan Iritasi Parah

Disinfektan biasanya dibuat dengan kandungan alkohol atau klorin, jika terkena selaput lendir, seperti mata dan mulut dapat membuat iritasi.

Sebuah usaha yang dilakukan warga maupun pemerintah dalam menekan perluasan COVID-19 adalah dengan melakukan disinfektan. Bentuknya bisa dengan melakukan penyemprotan jalan, rumah, hingga berbentuk bilik disinfeksi atau disinfection chamber.

Hanya saja, usaha yang dilakukan tersebut disebut WHO dapat memberikan dampak tidak baik bagi kesehatan manusia. Dalam akun Twitternya, WHO mengatakan bahwa jangan menyemprotkan disinfektan langsung ke badan seseorang, karena bisa membahayakan. Disinfektan hanya disarankan disemprotkan pada permukaan benda-benda.

Disinfektan biasanya dibuat dengan kandungan alkohol atau klorin. Menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu dapat membahayakan jika terkena selaput lendir, seperti mata dan mulut. Menyemprotkan alkohol atau klorin pada tubuh seseorang tidak akan membunuh virus yang sudah masuk dalam tubuh.

Senada dengan WHO, seperti dilansir Detik.com, para pakar dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung juga mengatakan tidak ada data ilmiah yang menunjukkan seberapa efektif bilik disinfektan bisa membunuh virus. Bahan kimia tertentu yang digunakan sebagai disinfektan juga punya risiko bagi kesehatan. Sebut saja inhalasi gas klorin (Cl2) dan klorin dioksida (ClO2) dapat mengakibatkan iritasi parah pada saluran pernapasan.

Cara yang paling aman untuk menghindari infeksi virus corona sejauh ini adalah dengan saling menjaga jarak (phisycal distancing) dan secara rutin mencuci tangan dengan sabun selama 20-30 detik. Sabun atau detergen secara ilmiah efektif merusak selubung virus corona.

(Visited 85 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 31 Maret 2020
Close