Ditulis oleh 9:34 am MAKLUMAT

Diskusi Buku Minggu Ini: Ekologi Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan

Diskusi Buku Yayasan Abdurrahman Baswedan minggu ini akan mengangkat buku dengan judul Ekologi Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan, Jum’at sore, 17 Januari 2020, di Sekretariat Yayasan, Perumahan Timoho Asri IV, No. B9C, Muja Muju Yogyakarta.

Buku karya Prof. Oekan S. Abdoellah, Ph.D ini berpandangan bahwa ekologi manusia dibangun di atas landasan ontologis yang tidak memisahkan manusia dan lingkungan. Manusia adalah bagian dari alam dan hanya dapat berlanjut keberadaannya di muka bumi dalam interaksi metabolisme dengan alam.

Manusia tak sekadar mengambil apa yang dibutuhkannya dari alam, tapi juga mengubah alam sesuai dengan kebutuhannya. Alam tak hanya diserap melalui pancaindra, tapi juga dikonsepsi sedemikian rupa dan dipahami melalui kerangka simbolis yang diciptakan bersama dalam masyarakat manusia. Dengan kata lain, interaksi manusia dan alam diperantarai oleh kebudayaan dan masyarakat; sesuatu yang tidak dimiliki spesies lain.

Buku ini memaparkan beberapa konsep dan teori pokok dalam ekologi manusia. Maksud utama penulisan buku ini ialah memberikan pengantar bagi mahasiswa yang hendak mendalami bidang penelitian ekologi manusia. Karena berfungsi sebagai pengantar, buku ini tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya rujukan, melainkan sebagai pengantar ke berbagai topik relevan yang bisa diperoleh dari kepustakaan lain yang mengulas berbagai persoalan secara lebih terperinci.

Buku ini memiliki benang merah yang cukup tegas, yaitu memperkenalkan disiplin akademik ekologi manusia, baik pada tataran konseptual-teoretis maupun analisis-empiris. Selain itu, buku ini menawarkan bahan diskusi mengenai kemungkinan peranan disiplin akademik ekologi manusia sebagai wahana kritik terhadap arah pembangunan saat ini serta sumbangsihnya bagi implementasi konsep dan rancangan pembangunan berkelanjutan di Indonesia yang terus berada di persimpangan jalan.

Buku ini menjadi menarik dikaji karena perkembangan Indonesia yang berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan menarik sebanyak-banyaknya investasi. Bahkan ada wacana yang dikembangkan untuk meniadakan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai syarat dalam membangun. AMDAL dianggap menghambat investasi. Padahal Indonesia merupakan negara yang memiliki kerentanan terhadap bencana alam. Sebut saja banjir yang menerjang Jabodetabek, Banten, Bandung Barat, Serang, Sikka NTT,  Lahat Sumatera Selatan dan beberapa daerah lainnya awal tahun ini.

Diskusi ini akan menghadirkan dua guru besar sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Maizer Said Nahdi, M.Si Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Prof. Dr. Bambang Subali, M.S Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Diskusi ini terbuka untuk umum, konfirmasi kehadiran peserta melalui tautan berikut: bit.ly/hadirdiskusibuku.

(Visited 117 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 10 Februari 2020
Close