Ditulis oleh 11:04 am MAKLUMAT

Diskusi Buku Minggu Ini: Partai Advokasi, Menghapus Dominasi Uang dalam Politik

Oleh karena politik adalah kemuliaan, maka partai politik harus segera dikembalikan pada fungsi utamanya: alat untuk menyusun kekuasaan yang mengabdi bagi kepentingan rakyat.

Fenomena politik berbiaya tinggi atau high cost politics – asal-muasal budaya korupsi – seharusnya menjadi perhatian serius segenap elemen bangsa, terutama cendekiawan dan elite politik. Namun dalam kenyataannya, kajian terkait politik biaya tinggi pada umumnya tidak tuntas, kecuali sekadar menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi bahwa persoalan tersebut mengancam eksistensi demokrasi. Dan sangat sedikit yang berlanjut pada rumusan program aksi sebagai solusi.

Demikian merupakan salah satu pokok pikiran buku Partai Advokasi: Menghapus Dominasi Uang dalam Politik karya Totok Daryanto, yang akan diangkat dalam diskusi buku Yayasan Abdurrahman Baswedan, Jum’at, 13 Maret 2020, Pukul 15.30 di Sekretariat yayasan, perumahan Timoho IV, No. B9C, Muja Muju Yogyakarta.

Buku ini mengangkat persoalan politik berbiaya tinggi dalam perspektif yang komprehensif dan menawarkan solusi praktis. Sebagai sebuah gagasan besar, ada tiga hal yang menarik dicermati. Pertama, gagasan partai advokasi berisi tuntunan bagaimana seharusnya parpol menjalankan fungsi-fungsi politiknya secara masif dan berkualitas, yang bobot pengaruhnya terhadap dukungan rakyat melebihi pengaruh kekuatan uang. Dengan kata lain, partai advokasi merupakan gerakan pemberdayaan bagi parpol itu sendiri.

Kedua, gagasan partai advokasi dalam operasionalisasinya merupakan gerakan politik yang bertumpu pada gerakan moral dan gerakan perubahan. Ketiga, penulis buku ini meyakini bahwa pendekatan “kekuatan uang” dapat dipatahkan dengan “pendekatan politik”.

Buku ini hadir pada momentum yang sangat tepat, tatkala jagat politik kita sedang dijejali perilaku politik yang salah dan menyimpang dari norma-norma yang seharusnya. Oleh karena politik adalah kemuliaan, maka ia harus segera dikembalikan pada fungsi utamanya: alat untuk menyusun kekuasaan yang mengabdi bagi kepentingan rakyat. Dalam rangka itulah parpol harus mengubah dirinya menjadi partai advokasi.

Diskusi buku ini akan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Nasiwan, M.Si Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta dan Bagus Sarwono, S.Pd.Si., MPA Ketua BAWASLU DI Yogyakarta. Diskusi terbuka untuk umum dan gratis.

Konfirmasi kehadiran klik tombol di bawah ini:

(Visited 85 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 13 Maret 2020
Close