Ditulis oleh 3:06 pm MAKLUMAT

Diskusi Buku Minggu Ini: Sejarah Islam di Nusantara

“Sejarah Islam Nusantara merupakan kontribusi keilmuan yang mengesankan dan penting, mengandung informasi berlimpah dan sudut pandang kritis bagi para cendekiawan dan peneliti yang sebidang.”

Agama Islam tidak dilahirkan di Indonesia, namun justru negara inilah yang memiliki penduduk muslim dengan jumlah terbesar di dunia. Bagaimanakah cara agama ini masuk dan berkembang di antara suku dan budaya yang beragam di nusantara? 

Fondasi pertanyaan ini kemudian menggerakkan Michael Laffan, Profesor Sejarah di Universitas Princeton, untuk meneliti proses tumbuh kembangnya Islam di Indonesia yang memiliki corak dan ciri khusus. Hasil studi Laffan kemudian diterbitkan melalui buku dengan judul Sejarah Islam di Nusantara. Buku karya Michael Laffan tersebut akan didiskusikan dalam diskusi buku Yayasan Abdurrahman Baswedan minggu ini, Jum’at, 21 Februari 2020, pukul 15.30 di Sekretariat yayasan, Perumahan Timoho Asri IV, No. B9C, Muja Muju Yogyakarta.

Dari aneka ragam sumber daya, Laffan mereka ulang sejarah interaksi dan diskusi ihwal Islam di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Islam di Indonesia kerap digambarkan bersifat moderat berkat peran yang dimainkan Sufisme mistis dalam membentuk pelbagai tradisinya. Menurut para pengamat Barat-mulai dari para administrator colonial, para cendekiawan orientalis Belanda, hingga para antropolog modern seperti Clifford Geertz-penafsiran Islam yang damai ala Indonesia terus-menerus mendapat ancaman dari luar oleh tradisi-tradisi Islam yang lebih keras dan intoleran. 

Sejarah Islam Nusantara menawarkan sebuah penilaian yang lebih berimbang terhadap sejarah intelektual dan kultural Indonesia. Michael Laffan menyusuri bagaimana citra populer mengenai Islam Indonesia dibentuk oleh berbagai perjumpaan antara para cendekiawan kolonial Belanda dan para pemikir Islam reformis.

Tak berhenti sampai disitu, Laffan juga menyuguhkan peran-peran tradisi Arab, Cina, India, dan Eropa yang telah saling berinteraksi sejak awal masuknya Islam. Hasil perkawinan lintas budaya dan intelektualitas inilah yang kemudian melahirkan Islam Nusantara. 

“Sejarah Islam Nusantara merupakan kontribusi keilmuan yang mengesankan dan penting, mengandung informasi berlimpah dan sudut pandang kritis bagi para cendekiawan dan peneliti yang sebidang,” ujar Christina Sunardi, dari American Journal of Islamic Social Sciences mengomentari buku Laffan. 

“Terlepas dari gaya berapi-api yang kadang jenaka, buku ini padat dan dapat menjadi bahan diskusi…. Menarik,”  Anthony H. Johns, Journal of Southeast Asian Studies memberi tanggapan. 

Diskusi ini akan menghadirkan narasumber antara lain Dr. Purwadi, SS., M.Hum, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jawa,  FBS, UNY dan Dr. Miftahuddin, M.Hum, Dosen Prodi Ilmu Sejarah, FIS, UNY. Diskusi terbuka untuk umum, konfirmasi kehadiran klik tautan di bawah ini.

Sumber: Diolah dari cover belakang buku Sejarah Islam di Nusantara.

(Visited 308 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 20 Februari 2020
Close