Ditulis oleh 11:46 am MAKLUMAT

Diskusi Minggu Ini: Agenda Strategis Umat Islam Membangun Indonesia

Masalah utama yang dihadapi Bangsa Indonesia dewasa ini adalah adanya pertemuan sekaligus persilangan antara permasalahan bangsa dan permasalahan umat Islam.

Diskusi buku rutin Yayasan Abdurrahman Baswedan pekan ini akan mengangkat buku dengan judul Agenda Strategis Umat Islam Membangun Indonesia Maju, Adil, Makmur, Berdaulat dan Bermartabat, yang ditulis M. Din Syamsuddin Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat. Diskusi buku diselenggarakan pada Jum’at, 6 Maret 2020 pukul 15.30, di Sekretariat yayasan, Perumahan Timoho Asri IV, Muja Muju, Yogyakarta. Buku ini merupakan bahan yang disampaikan penulis dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Ke-7, Pangkalpinang, 26-29 Februari 2020, lalu.

Pada bagian latar belakang buku ini, dikatakan bahwa masalah utama yang dihadapi Bangsa Indonesia dewasa ini adalah adanya pertemuan sekaligus persilangan antara permasalahan bangsa dan permasalahan umat Islam. Walau antara umat dan bangsa berhimpit maka seyogyanya tidak dibedakan (bangsa adalah umat, dan umat adalah bangsa), namun dalam wacana ini dibedakan, karena ada perbedaan gatra tanggung jawab untuk penyelesaian masalah. 

Permasalahan bangsa merupakan resultante dari kegagalan rezim demi rezim yang berkuasa, yang tidak mengatasi masalah bawaan rezim sebelumnya, bahkan justru membawa masalah baru, sehingga terjadi penumpukan masalah dalam bentuk kerusakan akumulatif/accummulative damages). 

Pada sisi lain, umat Islam sebagai pemegang saham kebangsaan mayoritas, baik sosiologis, historis, maupun kultural, tidak cukup memiliki kuasa politik dan ekonomi, baik karena dirinya sendiri maupun akibat rekayasa diri lain. Sebagai akibatnya, umat Islam kurang dapat menampilkan peran kebangsaan secara optimal, dan bangsa terhilang peluang besar dari sebuah kekuatan nasional. Masalah demikian tidak segera disadari, bahkan “politik sektarian”, yang dihantui imajinasi semu terhadap umat Islam dan hasrat untuk mengalahkannya, telah mendorong perpolitikan Indonesia melibatkan semacam Islamofobia politik yang mendorong “perang dingin” berkepanjangan di bawah permukaan.

Permasalahan serius itu adalah masalah bersama, dan merupakan tanggung jawab kolektif segenap elemen bangsa untuk menanggulanginya. Sebagai pemegang saham kebangsaan mayoritas, umat Islam perlu memperoleh nisbah secara berkeadilan. Keadilan ini, yang merupakan pengejawantahan dari Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, akan menjamin keseimbangan nasional (national equilibrium), dan pada giliran berikutnya akan meneguhkan Sila Persatuan Indonesia. Ketidakadilan, seperti dalam bentuk kesenjangan ekonomi, ataupun ketimpangan politik, hanya akan memunculkan ketakseimbangan nasional (national disequilibrium) yang pada ujungnya potensial meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai bersama.

Diskusi buku ini akan menghadirkan narasumber yakni Shoimah Kastolani Ketua PP ‘Aisyiyah, Drs. Muhammad Jamaluddin Ahmad, Wakil Rektor II universitas Cokroaminoto Yogyakarta dan Laili Isna, S.Pd.I Alumni Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga. 

Diskusi terbuka untuk umum, konfirmasi kehadiran melalui tautan berikut: 

(Visited 100 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 11 Maret 2020
Close