27.4 C
Yogyakarta
21 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KABAR

DKI Jakarta Memenangkan “Sustainable Transport Award 2021”

Jakarta, kota dengan penduduk sebanyak 10 juta jiwa yang memiliki jaringan transportasi dengan kapasitas 30 juta jiwa di daerah perkotaannya adalah pemenang dari 2021 Sustainable Transport Award. Penghargaan tersebut diumumkan pada KTT MOBILIZE tahunan ITDP pada hari Jumat, hari terakhir dari acara virtual selama seminggu untuk merayakan pemenang tahun 2020, Pune, India. MOBILIZE adalah KTT sustainable transport tahunan dari Institute for Transportation and Development (ITDP), yang mempertemukan praktisi transportasi perkotaan dan pembangunan dengan peneliti berkelas dunia untuk merayakan praktik-praktik terbaik dan mempercepat implementasi proyek transportasi berkelanjutan.

Kemenangan yang diraih Jakarta adalah puncak dari karya terobosan serta transformasi dari kota tersebut selama beberapa tahun. Pada bulan Februari, Transjakarta telah mencapai target penumpang utama, yakni untuk mengantarkan satu juta penumpang per hari. Sembilan bulan setelah pandemi, Transjakarta, yang merupakan BRT terpanjang di dunia, terus menyediakan layanan transit yang paling konsisten, aman, dan dapat diakses sepanjang sejarah modern Jakarta, dan upaya tersebut telah membuahkan hasil selama masa COVID-19.

Peningkatan dan Pengembangan Pertumbuhan Penumpang Transit

Pertumbuhan dari Transjakarta merupakan hasil dari pemanfaatan secara lebih baik infrastruktur BRT, yang dibuka pada tahun 2004. Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta telah menciptakan sistem jalur dan stasiun khusus untuk bus yang memisahkan penumpang di sekitar kota dari lalu lintas biasa. Dengan membuat jaringan yang menghubungkan kendaraan yang lebih kecil, seperti bus lokal dan operator paratransit di samping bus BRT, sistem tersebut dapat memberikan layanan pada wilayah yang lebih luas dan lebih banyak pada area pemukiman yang tidak dapat diakses oleh bus BRT. Transjakarta sekarang terintegrasi dengan operator bus ukuran menengah dan operator mikrobus informal. Langkah selanjutnya adalah integrasi multimoda, dengan LRT (light rail transit), dan MRT, metrorail baru di Jakarta, guna memungkinkan lebih banyak orang untuk menempuh jarak yang lebih jauh dengan lebih sedikit transfer atau perpindahan trasportasi.

Integrasi antar moda melalui pengembangan koneksi fisik antara Transjakarta, MRT LRT, dan KA komuter guna memudahkan perpindahan antar moda bagi penumpang. Meskipun integrasi tiket kini masih dalam proses implementasi, pemerintah berusaha memastikan bahwa penggunaan angkutan umum akan lebih nyaman dengan memberikan intergrasi tanpa batas dan meningkatkan aksesbilitas ke stasiun.

Fokus pada Bersepeda

Fitur lainnya dari transformasi Jakarta adalah perencanaan jaringan sepeda sepanjang 500 km, dimana 63 km pertamanya telah ada. Kerja ITDP Indonesia selama beberapa tahun terakhir, termasuk menyelenggarakan acara bersepeda bersama Gubernur Jakarta, mempromosikan Car Free Days, dan meningkatkan profil bersepeda telah membuahkan hasil selama masa pandemi COVID-19. Seperti pada kebanyakan kota di dunia, bersepeda kini telah mengalami peningkatan yang pesat tahun ini.

Pada musim panas, ketika Jakarta mulai melonggarkan pembatasan sosial berskala besar, tingkat pesepeda di kota meningkat 500% secara merata. Di area dengan intensitas perjalanan yang tinggi, seperti di dekat stasiun Dukuh Atas di sepanjang Jl. Sudirman, pengendara mengalami pertumbuh sebesar 1000%. Meskipun hal tersebut adalah tanggap darurat, Jakarta telah mendukungnya dengan kebijakan.

Ketika berada dalam pembatasan sosial berskala besar yang diberlakukan selama musim semi, Pemerintah Kota Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 Pasal 21 yang menyatakan: “Selama Masa Transisi untuk semua ruas jalan diutamakan bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi sepeda sebagai sarana mobilitas penduduk sehari-hari untuk janak yang mudah dijangkau”. Dengan adanya regulasi tersebut, program pop-up jalur sepeda dan penyediaan tempat parkir sepeda menjadi elemen utama untuk mengakselerasi visi kota Jakarta sebagai kota yang ramah sepeda.

Heather Thompson, CEO ITDP mengatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap bersepeda di Jakarta seharusnya menjadi suatu peringatan bagi pemerintah kota di mana pun, yakni bahwa hanya melakukan pembangunan untuk mobil tidak lagi cukup baik. Terlepas karena pandemi, peristiwa cuaca yang terkait dengan perubahan iklim, atau krisis kualitas udara, keberhasilan dari Jakarta menunjukkan nilai dari tersedianya semua opsi angkutan untuk menjaga sebuah kota untuk terus bergerak. Berkat landasan yang telah diletakkan, Jakarta dapat dengan cepat meningkatkan kapasitas bersepeda untuk memenuhi momen tersebut. Mereka membuka dua jalan utama, Jl. Sudirman dan Jl. Thamrin, dengan jalur sepeda “pop-up”, yang mengutamakan pengendara sepeda di kota yang sangat kental orientasinya pada mobil.

Thompson menambahkan bahwa sepeda dapat menjadi alat untuk pergerakan yang memungkinkan untuk menjaga jarak antar satu sama lain dan tidak berkontribusi pada pada kemacetan lalu lintas yang telah lama mencekam. Periode perubahan semacam ini memberikan peluang untuk dilakukannya perbaikan dan pergeseran menuju kondisi normal baru yang harus lebih adil dan lebih berkelanjutan dari pada sebelumnya. Dirinya sangat senang untuk merayakan kemenangan Jakarta pada tahun depan, dan berharap penghargaan ini dapat menginspirasi kota-kota di seluruh dunia untuk mengikuti jejak kota ini.

Alih bahasa bebas dari: staward.org dan itdp.org (njd)

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA