Dominasi Teknologi dalam Demokrasi

WhatsApp Image 2019-09-20 at 18.19.33

Perkembangan demokrasi akhir-akhir ini memberikan tempat yang penting bagi teknologi, terutama tenologi digital. Apabila dalam literatur-literatur terdahulu teknologi dianggap jauh dari demokrasi, namun kini menjadi hal yang dominan. Demikian disampaikan Ahmad Hanafi Rais, S.I.P., M.P.P., Anggota DPR RI Fraksi PAN saat menjadi pembicara dalam diskusi buku Ambruknya Kredibilitas Demokrasi, Jum’at, 20 September 2019, di Sekretariat Yayasan Abdurrahman Baswedan.

“Sosial media bisa memainstreamkan wacana sehingga digandrungi,” ujarnya.

Contoh lain dominannya pengaruh teknologi digitas dalam demokrasi ialah saat referendum brexit di Inggris. Dalam kampanye referendum apakah warga Inggris ingin tetap atau keluar dari Uni Eropa, banyak hoax yang dihembuskan. Contohnya hoax bahwa Inggris mengirimkan dana 350 juta Poundsterling per minggu ke Uni Eropa, dan tidak memberikan manfaat bagi bagi mereka. “Hal ini membuat rakyat Inggris lebih memilih keluar dari Uni Eropa,” ujar Hanafi.

Di Amerika, peran teknologi dalam Pilpres juga besar. Seperti kasus cambridge analytica yang dituding berpengaruh besar dalam kemenangan Trump.

“Teknologi ini menjadi salah satu faktor penting dalam politik. Demokrasi sebenarnya mengharapkan diskusi-diskusi secara substantif, namun dengan media sosial menjadi adu kuat-kuatan,” tandas Hanafi.

Selain Ahmad Hanafi Rais, pembicara lain yang hadir antara lain Prof. Dr. Bambang Cipto, MA (Guru Besar UMY sekaligus Penulis Buku), Dr. Siti Mutian Setiawati, MA (Dosen HI Fisipol UGM), Dr. Muhammad Khambali, SH., MH (Dosen Universitas Proklamasi 45), dan Fikry Fachrurrizal (Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPD IMM DIY).

(Visited 21 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020