Efek Kemiskinan pada Perkembangan Anak-anak Terlihat Sejak Umur 5 Tahun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Perbedaan dalam kerentanan perkembangan antara anak kulit hitam dan anak kulit putih merupakan yang paling menonjol pada tingkat sosial ekonomi yang lebih tinggi.

Dalam sebuah studi nasional terbaru, para peneliti dari UCLA menemukan bahwa kesenjangan dalam kesehatan dapat diukur dari anak-anak berusia 5 tahun. Penelitian tersebut, yang telah dipublikasikan di Health Affairs, menjadi salah satu kontributor dalam banyaknya literatur berkembang yang menemukan bahwa anak-anak kulit berwarna yang juga miskin menghadapi masalah kesehatan yang jauh lebih besar bila dibandingkan mereka yang berkulit putih.

Peneliti melatih guru-guru taman kanak-kanak pada 98 distrik sekolah di seluruh Amerika Serikat untuk mengelola Instrumen Perkembangan Dini (EDI), yakni suatu ukuran perkembangan fisik, sosial, emosional, dan bahasa anak-anak.

Penilaian tersebut diberikan kepada lebih dari 185.000 anak dari taman kanak-kanak mulai dari tahun 2010 hingga 2017. Setelah menganalisis dan menghubungkan hasil penilaian berdasarkan daerah tempat tinggal anak-anak tersebut, para peneliti menemukan bahwa 30 persen anak-anak di lingkungan berpenghasilan rendah rentan terhadap satu atau lebih masalah kesehatan, bila dibandingkan dengan 17 persen anak-anak dalam keluarga berpenghasilan tinggi.

Para peneliti juga menemukan bahwa perbedaan yang terkait dengan pendapatan dalam kerentanan perkembangan bervariasi secara substansial di antara anak-anak dari kelompok etnis dan ras yang berbeda. Anak-anak berkulit hitam, sebagai contoh, berada pada risiko tertinggi, diikuti oleh anak-anak Latin. Sedangkan anak-anak Asia berada pada risiko terendah. Perbedaan dalam kerentanan perkembangan antara anak kulit hitam dan anak kulit putih merupakan yang paling menonjol pada tingkat sosial ekonomi yang lebih tinggi dan cenderung mengecil untuk anak kulit hitam dan putih dari lingkungan berpenghasilan rendah.

Kesenjangan awal tersebut dapat memiliki pengaruh yang besar pada perkembangan jangka panjang dari anak-anak, yang menyebabkan naiknya kemungkinan mengidap penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, penggunaan narkoba, gangguan kesehatan mental dan demensia saat mereka tealh dewasa.

Penulis utama studi, Neal Halfon, MD, direktur Center for Healthier Children, Families and Communities di UCLA mengatakan bahwa temuan dirinya dan para peneliti menggarisbawahi perbedaan rasial yang jelas terlihat untuk anak-anak, dan mengatakan bahwa banyak penelitian lain telah menyoroti pola pendapatan dan ketidaksetaraan ras dalam kesehatan dan pendidikan. Apa yang ditunjukkan dalam penelitian tersebut adalah bahwa pola kesenjangan ini jelas terlihat dan terukur sebelum anak-anak mulai sekolah. Halfon sendiri juga merupakan seorang profesor pediatri, kesehatan masyarakat dan kebijakan publik di Sekolah Kedokteran David Geffen di UCLA, Sekolah Kesehatan Masyarakat Fielding dan Sekolah Urusan Masyarakat Luskin.

Laporan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya memahami kesenjangan dalam perkembangan anak di tingkat paling mikro. Rekan penulis studi, Lisa Stanley, direktur proyek untuk Mengubah Sistem Komunitas Anak Usia Dini di Pusat UCLA untuk Anak, Keluarga, dan Komunitas yang Lebih Sehat menambahkan bahwa oleh karena EDI dilaporkan dan ditautkan ke indeks risiko lingkungan pada tingkat jalur Sensus, alat ukur tersebut membantu kota dan upaya kecil lokal untuk mengembangkan dukungan dan layanan yang ditargetkan untuk mengatasi perbedaan rasial.

Alat EDI tersebut dikembangkan oleh Dr. Dan Offord dan Dr. Magdalena Janus di Offord Center for Child Studies di McMaster University di Ontario, Kanada, dan telah divalidasi secara internasional, serta digunakan secara luas juga di Kanada, Australia, dan beberapa negara lainnya. EDI pertama kali diujicobakan pada tahun 2009 oleh UCLA di Santa Ana, yang dimana mereka bekerja sama dengan First Five Orange County. Selama 10 tahun terakhir, UCLA telah memungkinkan para pemimpin kota dan distrik sekolah pada lebih dari 85 komunitas, didalam 18 negara bagian, untuk menilai kesehatan, perkembangan, dan kesejahteraan lebih dari 350.000 taman kanak-kanak di seluruh AS.

Para peneliti UCLA telah menyediakan data-data studi tersbut untuk dapat diakses oleh komunitas lokal guna membantu mereka dalam mengembangkan inisiatif mereka sendiri untuk mengatasi akar penyebab kesenjangan. Efren Aguilar, kepala sistem informasi geografis di Center for Healthier Children, Families, dan Komunitas di UCLA, yang merupakan rekan penulis studi mengatakan bahwa temuan tersebut tidak hanya menyoroti tantangan kesetaraan yang kami hadapi, tetapi juga mengungkapkan desain yang benar-benar tidak adil dari semua sistem yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa anak-anak berkembang.

Hanya dengan menunjukkan eksploitasi historis dan pengucilan komunitas yang terpinggirkan, para peneliti dapat mulai memperbaiki rasa sakit dan praktik eksploitatif di masa lalu dan mendesain ulang sistem komunitas sehingga semua anak dapat berkembang dengan baik.

Sumber:
Disadur dari situs sciencedaily.Materi berasal dari University of California – Los Angeles Health Sciences. Note: Naskah telah mengalami penyesuaian gaya dan panjang.

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora

Terbaru

Ikuti